4 Mitos Penyakit Menular Seksual Ini Terlanjur Dipercaya Namun Ternyata Salah…

132

Begitu banyak informasi yang salah tentang penyakit menular seksual (PMS), yang seringkali dipercaya oleh hamper kebanyakan orang. Padahal bila Anda tidak mengetahui kebenarannya maka ini bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.

 

Berikut Adalah 4 Mitos Yang Salah Tentang PMS:

Mitos: Jika pasangan Anda mengalami PMS, Maka Anda Bisa Melihat Gejalanya

Fakta: Seringkali tidak ada tanda bahwa seseorang menderita PMS.

Gejala PMS tidak selalu terlihat terlebih masih dalam tahap awal, untuk mengetahuinya maka diperlukan pemeriksaan seperti pemeriksaan darah. Orang yang mengalami PMS pun seringkali tidak menyadarinya, meski begitu orang yang memiliki PMS tetap bisa membawa dan menyebarkan infeksi.

PMS yang tidak diobati dapat menambah gangguan kesehatan yang serius, seperti gangguan kesuburan atau penyakit radang panggul (PID).

 

Mitos: Anda dapat menghindari PMS dengan melakukan seks oral atau anal.

Fakta: Saat Anda melakukan hubungan intim dengan cara oral, anal, vagina, atau bahkan sekedar kontak seksual, bisa menyebabkan penularan PMS.

Virus atau bakteri penyebab PMS dapat masuk ke tubuh melalui tetesan cairan dan luka kecil yang ada di mulut dan anus, serta alat kelamin. Beberapa PMS, seperti herpes atau kutil kelamin, dapat menyebar hanya melalui kontak kulit-ke-kulit dengan daerah yang terinfeksi atau sakit.

 

Mitos: Begitu Anda mengalami PMS, tidak ada kemungkinan mendapatkannya lagi.

Fakta: Anda bisa mengalami beberapa kali PMS

Beberapa PMS adalah milik Anda seumur hidup, seperti herpes dan HIV. Yang lainnya, seperti klamidia dan gonore, bisa diobati, tapi Anda mungkin terinfeksi lagi jika Anda berhubungan seksual dengan seseorang yang memilikinya.

 

Mitos: Jika Anda diperiksa dan Anda bebas PMS, pasangan Anda juga tidak perlu diperiksa.

Fakta: Pasangan Anda bisa mengalami PMS dan tidak mengetahuinya.

Untuk mengetahui dengan pasti maka Anda dan pasangan harus melakukan pemeriksaan secara bersama.

 

PMS lebih dari sekedar rasa malu tapi ini adalah masalah kesehatan yang serius. Apabila tidak diobati, beberapa PMS dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti ketidaksuburan dan bahkan menyebabkan kematian.

Cara terbaik untuk menghindari PMS adalah dengan setia pada pasangan Anda yang sah dan menggunakan kondom, selain itu rutin melakukan pemeriksaan diri.

 

Sumber: kidshealth