5 Cara Menghindari Penyakit Berbasis Lingkungan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

170

Sulitnya akses air bersih dan sanitasi yang buruk memicu munculnya penyakit berbasis lingkungan seperti diare kronik dan stunting (gizi buruk kronik pada anak). Pemerintah telah mencanangkan 5 pilar dalam program Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM) untuk mengurangi penyakit tersebut,  yakni:

  • berhenti buang air besar sembarangan,
  • cuci tangan pakai sabun,
  • pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga,
  • pengelolaan sampah rumah tangga, dan
  • pengelolaan limbah cair rumah tangga.

 

Lima pilar ini adalah pendekatan untuk perubahan perilaku masyarakat. Tujuannya untuk menurunkan penyakit yang berbasis lingkungan. Termasuk juga stunting akibat diare kronik. Diare kronik merupakan infeksi pada saluran pencernaan yang terjadi dalam waktu yang lama dengan gejala BAB cair. Penyakit ini dapat menyebabkan kekurangan gizi kronik pada anak, karena makanan yang dimakan dan dicerna tidak digunakan untuk energi dan cadangan energi, melainkan habis dan bahkan kurang untuk membentuk sistem pertahanan tubuh melawan penyakit diare kronik yang tak kunjung sembuh. Dampaknya, pertumbuhan tubuh menjadi terganggu, berat badan dan tinggi badan anak lebih rendah daripada seusianya.

 

Kelima pilar buatan pemerintah ini, diharapkan diterapkan oleh masyarakat secara bersama-sama agar dapat mencegah penyakit-penyakit yang terjadi akibat lingkungan yang tidak sehat. Mulai dari pilar pertama, masyarakat harus membuang air besar di jamban dalam rumah masing-masing, agar tidak mencemari lingkungan dan sumber air yang akan dikonsumsi. Kemudian cuci tangan dengan sabun harus dilakukan sebelum makan, setelah buang air kecil, setelah buang air besar, setelah dari kamar mandi, dan setelah tangan bersentuhan dengan pasir, tanah, dan hewan peliharaan. Cuci tangan ini berfungsi untuk mencegah infeksi cacing, virus, ataupun bakteri yang dapat tertular dari tangan ke mulut atau saat mengolah makanan.

 

Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga juga penting untuk dilakukan agar mencegah kuman yang dapat mengontaminasi makanan dan air minum. Misalnya dengan mencuci bersih bahan makanan sebelum dimasak, memasak hingga matang, menggunakan air minum mineral atau dari air yang sudah direbus terlebih dahulu, menggunakan tudung saji, hingga menggunakan peralatan masak, makan, dan minum yang telah dicuci bersih. Pada perawatan anak bahkan, orang tua harus memastikan bahwa botol dot atau perabotan makan dan minum sang anak tidak hanya dicuci bersih namun juga steril; dengan merebus alat makan minum anak atau dengan alat sterilisasi botol yang telah banyak dijual di pasaran.

 

Pada dua poin pilar yang terakhir mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga, masyarakat dapat menerapkannya dengan memastikan septic tank berjarak minimal 10 meter dari sumur air, saat membangun rumah. Selain itu juga dapat dilakukan dengan memisahkan sampah kering dan sampah basah atau sampah organik dan nonorganik. Membuang sampah pada tempatnya, rutin menyalurkan pada TPA terdekat atau mendaur ulang sendiri sampah yang ada. Seperti menjadikan sampah organik sebagai kompos dan sampah nonorganik menjadi berbagai macam kerajinan.

 

Dengan menerapkan lima pilar di atas, masyarakat Indonesia dapat perlahan memenuhi 12 indikator rumah sehat. Sehingga penyakit yang terjadi akibat lingkungan yang tidak sehat dapat dicegah. Selamat menerapkan pola hidup sehat dan mewujudkan lingkungan sehat! (EDA/STE)

 

Sumber :

https://depkes.go.id/article/view/17032100003/5-pilar-kurangi-penyakit-berbasis-lingkungan.html


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store