5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Menstruasi

112

  • Mengapa Sindrom Premenstrual Terjadi?

Sindrom premenstrual biasanya terjadi dalam waktu 2 minggu sebelum menstruasi dimulai dan terjadi akibat perubahan kadar hormon progesteron dan estrogen. Terjadinya sindrom premenstruasi juga berhubungan dengan faktor genetika dan riwayat keluarga.

Gejala sindrom premenstrual adalah mood yang berubah-ubah, mudah marah, payudara terasa keras, dan tertahannya air di dalam tubuh. Berbagai gejala ini dapat dikurangi dengan mengkonsumsi diet sehat dan berolahraga secara teratur. Stress dan kurang tidur dapat membuat gejala menjadi lebih buruk.

Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai berbagai hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala sindrom premenstrual yang Anda alami.

  • Apakah Siklus Menstruasi Saya Normal?

Siklus menstruasi yang normal tidaklah selalu harus terjadi setiap 28 hari. Siklus menstruasi dapat berlangsung antara 21-36 hari. Akan tetapi, sebagian besar wanita usia produktif memiliki siklus menstruasi sekitar 26-32 hari.

Ovulasi atau keluarnya sel telur dari indung telur terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi dimulai. Oleh karena itu, wanita yang memiliki siklus menstruasi selama 34 hari, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke 20 dari siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang teratur menunjukkan bahwa proses ovulasi Anda telah berlangsung, akan tetapi bila Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau jarang mendapat menstruasi, maka hal ini menAndakan bahwa ovulasi tidak terjadi.

Sebagian besar wanita memiliki lama menstruasi sekitar 2-8 hari, di mana jumlah darah yang keluar dapat bervariasi dari sedikit, sedang, dan banyak.

Terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda seperti kurang tidur, waktu kerja, stress, penambahan atau penurunan berat badan, olahraga berlebihan, dan gangguan keseimbangan hormonal.

Jika Anda tidak berovulasi secara teratur, misalnya karena Anda menderita penyakit ovarium polikistik, maka menstruasi Anda pun menjadi tidak teratur. Jika menstruasi Anda terlambat dan Anda pernah berhubungan seks, maka mungkin telah terjadi kehamilan.

  • Apakah Saya Dapat Hamil Saat Menstruasi atau Sebaliknya?

Walaupun sangat jarang sekali terjadi kehamilan saat Anda menstruasi, akan tetapi hal ini bukan tidak mungkin. Tidak ada waktu tertentu yang cukup aman untuk berhubungan seks tanpa kondom dan pasti tidak hamil. Seorang wanita dapat hamil kapanpun di sepanjang siklus menstruasinya, walaupun kehamilan lebih sering terjadi bila Anda berhubungan seksual pada masa subur Anda.

Sperma dapat bertahan di dalam tubuh seorang wanita (organ reproduksi wanita) selama 1 minggu, sedangkan sel telur wanita akan tetap subur dalam waktu 24 jam setelah ovulasi. Oleh karena itu, bila Anda berhubungan seks pada hari-hari terakhir menstruasi Anda, kemudian terjadi ovulasi dan sperma masih ada di dalam organ reproduksi Anda, maka Anda pun dapat hamil.

Bila Anda mengalami perdarahan dari vagina saat hamil, maka hal ini mungkin merupakan tAnda telah terjadinya keguguran atau justru menstruasi. Kedua hal ini sulit dibedakan.

Kadangkala, saat janin menempel pada dinding rahim, Anda dapat mengalami perdarahan, yang oleh banyak wanita seringkali disalahartikan sebagai menstruasi dan membuat mereka salah menghitung umur bayi di dalam kandungannya. Akan tetapi, dengan kemajuan teknologi kedokteran dan bantuan USG abdomen (perut), maka dokter tetap dapat mengetahui berapa usia kehamilan Anda dengan tepat.

Seorang ahli menyatakan bahwa sekitar 20% wanita hamil dapat mengalami perdarahan di atas pada 3 bulan pertama kehamilannya. Sebagian besar wanita tidak mendapat menstruasi saat mereka hamil.

Bila lama menstruasi Anda menjadi lebih singkat atau lebih sedikit daripada biasanya, maka ada kemungkinan bahwa telah terjadi kehamilan. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kehamilan.

  • Apakah Saya Dapat Mengalami Sindrom Syok Toksik Bila Tidak Mengganti Pembalut Dalam Waktu yang Cukup Lama?

Sindrom syok toksik merupakan suatu keadaan yang dapat membahayakan jiwa seseorang, yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Pada tahun 1980 hal ini seringkali terjadi pada wanita muda yang menggunakan pembalut dengan merek tertentu.

Keadaan ini disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus atau staphylococcus yang masuk ke dalam aliran darah dan melepaskan suatu zat toksik. Racun yang dilepaskan oleh bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya demam tinggi, penurunan tekanan darah, dan bahkan koma.

Beberapa orang ahli mengatakan bahwa pembalut yang dapat menyerap cairan dengan sangat cepat dan tidak diganti dalam waktu lama dapat menjadi tempat bakteri bertumbuh dan menyebabkan terjadinya sindrom syok toksik ini. Pabrik pembuat pembalut menyarankan agar Anda mengganti pembalut Anda setidaknya setiap 4-8 jam.

  • Pada Usia Berapa Menopause Terjadi dan Apa Gejalanya?

Menopause merupakan suatu keadaan di mana menstruasi berhenti dan seorang wanita tidak dapat hamil kembali karena ia tidak lagi memproduksi sel-sel telur. Kadang-kadang, menstruasi dapat berhenti secara mendadak, akan tetapi menstruasi biasanya menjadi jarang terlebih dahulu sebelum akhirnya berhenti sepenuhnya.

Menopause biasanya terjadi pada usia 52 tahun, akan tetapi juga dapat terjadi pada usia antara 45-55 tahun. Menopause yang terjadi lebih cepat dari usia 45 tahun (menopause dini) biasanya  disebabkan oleh kegagalan ovarium prematur. Keadaan ini bersifat diturunkan dalam keluarga.

TAnda-tAnda atau gejala menopause biasanya dimulai antara 2.5 tahun sebelum menstruasi berhenti atau sebelum menopause terjadi. Beberapa gejala menopause yang sering ditemukan adalah hot flushes, berkeringat di malam hari, mood berubah-ubah, mudah marah, mudah lelah, gangguan tidur, dan vagina terasa kering.

Sumber: webmd