6 Gejala Aneh dari Kekurangan Zat Besi

221

Jika Anda merasa kurang bertenaga dan harus bersusah payah untuk menaiki tangga, apalagi berolahraga, maka Anda mungkin menderita kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Seseorang disebut menderita anemia defisiensi besi bila tubuhnya tidak memiliki cukup zat besi untuk membentuk hemoglobin. Hemoglobin merupakan komponen sel darah merah yang sangat penting dan berfungsi untuk menghantarkan oksigen di dalam tubuh.

Jadi, bila tubuh Anda tidak memiliki cukup zat besi untuk membentuk hemoglobin, maka jumlah sel darah merah di dalam tubuh Anda pun akan menurun dan akan membuat jaringan tubuh Anda kekurangan oksigen. Hal ini akan membuat Anda merasa sangat lelah dan bahkan sesak napas.

Memang benar bahwa mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak zat besi dapat membantu mengatasi anemia Anda, akan tetapi bila Anda sangat anemik maka kemungkinan besar kekurangan asupan zat besi bukanlah penyebabnya.

Selain kurangnya asupan, kekurangan atau defisiensi zat besi juga seringkali disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menyerap zat besi, efek samping obat-obatan atau tindakan pembedahan, gangguan produksi sel darah merah, atau perdarahan.

Selain kedua gejala kekurangan zat besi di atas, ada gejala kekurangan zat besi lainnya yang mungkin tidak tampak berhubungan dengan kadar zat besi di dalam tubuh Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 gejala aneh yang menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang mengalami kekurangan zat besi.

 

Memiliki Keinginan Untuk Memakan Tanah

Jika Anda sering memakan tanah saat masih anak-anak, maka Anda mungkin sedang mengalami kekurangan zat besi. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui mengapa orang yang menderita kekurangan zat besi memiliki keinginan untuk mengkonsumsi berbagai benda yang bukan makanan seperti debu, tanah liat, tepung jagung, cat, kartu, dan produk pembersih.

Kondisi ini disebut dengan pika dan seringkali sulit didiagnosa karena penderita biasanya malu mengakui bila mereka memiliki kecanduan yang aneh. Mengkonsumsi suplemen zat besi biasanya dapat membantu mengatasi pika.

 

Kuku Berbentuk Seperti Sendok

Walaupun kuku tampaknya tidak berhubungan dengan bagian tubuh Anda yang lain, akan tetapi kuku sebenarnya dapat menunjukkan keadaan kesehatan Anda, termasuk apakah Anda menderita kekurangan zat besi atau tidak.

Selain membuat kuku menjadi lemah dan rapuh, kekurangan zat besi juga dapat membuat kuku tampak seperti sendok (koilonikia).

Berbagai hal lain yang juga dapat menyebabkan kuku berbentuk seperti sendok adalah trauma (jari tangan terjepit), paparan terhadap larutan berbahan dasar minyak tanah, dan penyakit lainnya.

 

Bibir Pecah-pecah

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan terjadinya bibir pecah-pecah dengan pola tertentu, yang disebut dengan angular cheilitis, di mana bibir pecah-pecah hanya terjadi pada sudut mulut. Pecahan pada sudut mulut ini dapat membuat penderita mengalami kesulitan saat makan, tersenyum, atau bahkan berteriak. Untuk mengatasi bibir pecah-pecah ini, kekurangan zat besi harus ditangani.

 

 

 

Lidah Membengkak

Gejala kekurangan zat besi lainnya yang tampak tidak berhubungan adalah pembengkakan pada lidah atau yang juga dikenal dengan nama glossitis atrofik. Pembengkakan lidah akan membuat permukaan lidah tampak halus tanpa tonjolan-tonjolannya. Keadaan ini dapat menyebabkan gangguan dalam mengunyah, menelan, atau berbicara.

 

Ingin Terus Memakan Es Batu

Ingin terus mengkonsumsi es batu merupakan bentuk pika spesifik yang dikenal dengan nama pagofagia. Keinginan mengkonsumsi es batu ini merupakan salah satu gejala defisiensi zat besi berat yang paling sering ditemukan.

Walaupun para ahli masih tidak mengetahui hubungan pika ini dengan kekurangan zat besi, akan tetapi mereka menduga bahwa mengunyah es batu dapat meningkatkan kewaspadaan pada penderita kekurangan zat besi yang biasanya merasa lesu dan lelah atau karena mengunyah es krim dapat membuat lidahnya membengkak terasa lebih baik.

Anda sering mengkonsumsi sisa es batu pada minuman Anda? Anda tidak perlu khawatir, hal ini bukanlah pagofagia. Orang yang menderita pagofagia dapat mengkonsumsi beberapa gelas hingga beberapa kg es batu setiap harinya.

 

Kesemutan Pada Kaki

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan gejala yang hampir sama dengan gejala restless leg syndrome, di mana penderita tidak dapat berhenti menggoyangkan kakinya di setiap saat. Perbedaannya adalah penderita kekurangan zat besi biasanya hanya mengalami hal ini saat mereka duduk. Hal ini dikarenakan kaki mereka terasa panas, geli, atau seperti ada serangga yang berjalan di dalam kakinya.

 

.

 

Sumber: prevention