6 Langkah Awal Obati Luka Diabetes

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

107

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Penyakit diabetes mellitus ini tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikontrol agar kadar gula darahnya tetap normal.

Adanya luka yang sulit sembuh biasanya bisa mengindikasikan seseorang mengidap diabetes. Perlu diketahui jika penyembuhan luka pada pengidap diabetes lebih lama dibandingkan dengan penyembuhan luka orang yang bukan pengidap diabetes. Kadar gula darah yang tinggi bisa menghambat sirkulasi darah ke kulit yang berguna untuk mengobati luka. Penyebab mengapa luka pada pengidap diabetes lebih susah disembuhkan karena lemahnya imunitas tubuh, penyempitan pembuluh darah arteri, dan tingginya kadar gula darah dalam tubuh.

Penting untuk dipahami jika tingginya gula darah bisa menjadi sumber makanan bagi bakteri yang ada di luka tersebut dan membuat aliran darah menjadi terhambat sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lama. Bisa juga luka sulit sembuh dikarenakan cara mengobati luka yang salah.  Salah satu cara mengobati luka diabetes yang tepat adalah dengan menurunkan kadar gula darah. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati luka diabetes yakni:

  1. Bersihkan luka dengan air mengalir, keringkan, dan oleskan salep antibiotik. Untuk mendapatkan salep antibiotik yang tepat untuk luka Anda, sebaiknya lakukan konsultasi pada dokter terlebih dahulu.
  2. Kurangi tekanan pada luka
  3. Kebersihan luka juga perlu dijaga agar kuman-kuman tersebut dapat diminimalisir perkembanganya melalui perawatan luka berkala
  4. Menghindari bagian yang luka terkena paparan langsung dengan lingkungan sekitar dengan cara menutupi luka dengan perban
  5. Bersihkan luka secara teratur
  6. Hubungi dokter jika tidak sembuh atau membaik dalam 48 jam

Bagi pengidap diabetes diharuskan untuk mengontrol kadar gula darahnya agar tetap normal. Beberapa cara yang bisa membantu menjaga kadar gula darah agar tetap normal:

  1. Membatasi asupan makanan yang memiliki kandungan gula dan karbohidrat tinggi, seperti kue manis, permen, coklat, nasi, mie, roti, dan lain-lain. Makanan yang baik untuk pengidap diabetes adalah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti oatmeal,nasi merah, roti, sereal, biji-bijian utuh, daging tanpa lemak dikukus, dipanggang atau dibakar, juga sayur-sayuran seperti brokoli dan bayam.
  2. Atur pola makan yaitu sedikit tapi sering. Makan dalam jumlah porsi sedikit namun bisa lebih dari 3x sehari. Menerapkan pola makan ini jauh lebih sehat daripada jarang makan, namun sekalinya makan bisa dalam porsi yang banyak.
  3. Secara rutin berkonsultasi dengan dokter dan meminum obat yang dianjurkan dokter secara teratur.
  4. Rajin berolahraga 3-5x seminggu selama 30-45 menit untuk meningkatkan sensitifitas hormon insulin.

Setelah lukanya sembuh untuk mengobati bekas luka yang ada, bisa menggunakan beberapa salep atau krim yang memilki kandungan vitamin E. Anda juga bisa menanyakan langsung dengan dokter spesialis kulit untuk melakukan terapi khusus mengobati bekas lukanya. (REG)

Referensi:

  1. Kim S. Diabetic foot pain and ulcers: causes and treatment. Healthline. 2016
  2. Fields L. Diabetes and wounds: caring for sores. WebMD. 2015

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store