7 Mitos Mengenai Mabuk yang Telah Terbukti Salah

193

Sering mendengar berbagai mitos untuk mengatasi atau mencegah mabuk di pagi hari setelah terlalu banyak minum alkohol semalam? Di bawah ini Anda dapat melihat 8 mitos pereda mabuk yang telah terbukti salah dan apa yang sebenarnya harus Anda lakukan.

 

Mitos: Minum Lagi di Pagi Hari Akan Langsung Membuat Anda Sadar

Walaupun tampaknya hal ini dapat membantu pada awalnya, akan tetapi mengkonsumsi minuman beralkohol di pagi hari setelah Anda banyak mengkonsumsinya semalam hanya menunda rasa tidak enak akibat mabuk yang memang tidak terhindarkan. Lagipula, hal ini justru dapat semakin memperburuk sakit kepala Anda nantinya.

 

Mitos: Minum 2 Butir Pil Anti Nyeri Sebelum Tidur dan Anda pun Akan Baik-baik Saja

Memang benar bahwa obat anti nyeri dapat membantu mengatasi nyeri kepala hebat yang Anda rasakan akibat terlalu banyak minum semalam. Akan tetapi, bukan berarti kedua obat tersebut dapat mencegah terjadinya nyeri kepala. Selain itu, obat-obat anti nyeri dapat memperburuk keadaan hati Anda yang memang sudah “kelelahan” akibat terlalu banyak alkohol yang harus diprosesnya.

 

Mitos: Makanlah Roti Sebelum Minum Untuk Menyerap Alkohol

Perlu diketahui bahwa roti tidak akan berfungsi sebagai spons, yang dapat menyerap alkohol. Akan tetapi, akan lebih baik bila Anda makan sebelum mengkonsumsi minuman beralkohol karena dapat memperlambat penyerapan alkohol ke dalam aliran darah Anda. Hal ini mungkin dapat membantu bila Anda hanya mengkonsumsi 3-4 gelas minuman beralkohol.

Selain itu, mengkonsumsi makanan berlemak sebelum mengkonsumsi alkohol juga dapat membantu memperlambat penyerapan alkohol ke dalam aliran darah.

 

Mitos: Tidur Akan Membuat Anda Merasa Lebih Baik

Berjalan kaki setelah mengkonsumsi banyak minuman beralkohol mungkin bukanlah pilihan pertama Anda, akan tetapi hal ini justru harus Anda lakukan. Alkohol hanya dapat keluar dari dalam tubuh melalui 2 cara, yaitu melalui air kemih dan melalui napas Anda.

Jadi, bila Anda ingin lebih cepat sadar, maka Anda perlu melakukan suatu aktivitas fisik, seperti berjalan atau berlari. Dengan bernapas lebih cepat dan minum banyak air putih, maka alkohol pun akan lebih cepat dikeluarkan dari dalam tubuh Anda.

 

Mitos: Sarapan Penuh Lemak Merupakan Obat Terbaik

Memang benar bahwa makanan berlemak baik dikonsumsi sebelum Anda mulai minum, akan tetapi tidak setelahnya. Saat perut Anda sudah terasa tidak enak karena terlalu banyak minum alkohol, maka menambahkan sosis, telur, dan kentang goreng tentu tidak akan membantu.

Oleh karena itu, pilihlah makanan yang mudah dicerna, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dengan cepat seperti biskuit atau roti. Mengapa demikian?

Pada keadaan normal, hati Anda akan secara otomatis mengeluarkan cadangan gula ke dalam aliran darah saat kadar gula darah Anda menurun. Akan tetapi, saat Anda mengkonsumsi banyak minuman beralkohol, maka hati Anda akan sibuk memetabolisme alkohol dan tidak dapat mengatur kadar gula darah Anda. Hal ini akan membuat Anda merasa tidak enak badan dan tidak bertenaga.

 

Mitos: Minumlah Segelas Kopi Hitam Untuk Mempercepat Penyembuhan

Meminum secangkir kopi dapat membuat rasa mual Anda semakin buruk. Memang benar bahwa kafein dapat membuat Anda merasa lebih segar, akan tetapi tidak dapat membuat tubuh Anda mencerna alkohol lebih cepat.

 

Mitos: Minumlah Minuman Keras Sebelum Bir, Maka Anda Akan Baik-baik Saja

Mitos yang satu ini benar-benar hanya sebuah mitos karena bila Anda memang ingin minum alkohol secara berlebihan, maka urutan Anda mengkonsumsinya tidak akan membuat perbedaan. Intinya semakin cepat alkohol diserap ke dalam aliran darah Anda, maka semakin cepat alkohol sampai ke otak Anda. Dan semakin cepat hal ini terjadi, maka semakin berat sakit kepala dan mual yang Anda rasakan keesokkan harinya.

Jadi, bila Anda mengkonsumsi gin dan tonik, kemudian melanjutkannya dengan bir, hal ini justru akan membuat gejala Anda semakin buruk daripada bila Anda hanya minum bir.

 

Sumber: menshealth