ABLASI RETINA

8

Mata adalah salah satu anggota tubuh yang paling penting karena berfungsi sebagai indra pengelihatan. Pada orang yang terbiasa melihat dengan jelas, kondisi mata kabur sedikit saja sudah menyebabkan keluhan yang menganggu aktivitas, sehingga seseorang tersebut akan segera mendatangi dokter untuk berobat. Mata merah juga menjadi salah satu kegawatdaruratan yang paling sering terjadi pada mata karena tanpa penanganan yang tepat, penyakit pada mata dapat menyebabkan kebutaan.

Lalu, bagaimana dengan kondisi ablasi retina? Salah satu kelainan mata yang dapat menyebabkan kebutaan mendadak tanpa gejala yang signifikan sebelumnya? Ablasi retina menggambarkan situasi darurat di mana lapisan tipis jaringan (retina) di belakang mata menjauh dari posisi normalnya. Ablasi retina yang lebih lama tidak diobati, semakin besar risiko kehilangan penglihatan permanen pada mata yang terkena.

Tanda-tanda peringatan ablasi retina dapat mencakup satu atau semua hal berikut: kemunculan floaters (benda – benda melayang) dan flash (kilatan cahaya) yang tiba-tiba dan penglihatan yang berkurang. Menghubungi spesialis mata (dokter mata) segera dapat membantu menyelamatkan penglihatan Anda.

Gejala

Ablasi retina itu sendiri tidak menimbulkan rasa sakit. Tetapi tanda-tanda peringatan hampir selalu muncul sebelum terjadi, seperti:

  1. Kemunculan tiba-tiba bintik kecil yang tampaknya melayang melalui bidang penglihatan Anda
  2. Kilatan cahaya di satu atau kedua mata (photopsia)
  3. Penglihatan kabur
  4. Penglihatan sisi (periferal) yang berkurang secara bertahap
  5. Bayangan seperti tirai di atas bidang visual

Penyebab

Rhegmatogenous

Rhegmatogenous disebabkan oleh lubang atau robekan pada retina yang memungkinkan cairan untuk lewat dan terkumpul di bawah retina, menarik retina menjauh dari jaringan di bawahnya. Area di mana retina terlepas kehilangan suplai darah dan berhenti bekerja, menyebabkan kehilangan penglihatan. Penyebab paling umum dari rhegmatogenous adalah penuaan.

Traksional.

Jenis ini dapat terjadi ketika jaringan parut tumbuh pada permukaan retina, menyebabkan retina menjauh dari bagian belakang mata. Biasanya terlihat pada orang yang memiliki diabetes yang tidak terkontrol atau kondisi lainnya.

Eksudatif.

Dalam jenis ini, cairan menumpuk di bawah retina, tetapi tidak ada lubang atau robekan di retina. Eksudatif dapat disebabkan oleh degenerasi macula atau kerusakan saraf pengelihatan terkait usia, cedera pada mata, tumor atau peradangan.

Faktor risiko

Faktor-faktor berikut meningkatkan risiko ablasi retina:

  1. Penuaan – pelepasan retina lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun
  2. Riwayat keluarga
  3. Rabun jauh ekstrim (miopia)
  4. Operasi mata sebelumnya, seperti pengangkatan katarak
  5. Cedera mata yang parah sebelumnya
  6. Sebelumnya penyakit atau kelainan mata lainnya, termasuk mata merah atau penipisan retina perifer. (LM/STE)

Referensi

Retinal detachment – Symptoms and causes. (2019). Retrieved from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-detachment/symptoms-causes/syc-20351344