Ada bercak-bercak putih di kulit? Bisa jadi ini penyebabnya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

177

Pernah mengamati adanya bercak-bercak putih yang timbul di kulit? Bercak kulit tersebut sebenarnya tidak berwarna putih, namun umumnya berwarna lebih terang daripada kulit di sekitarnya. Beberapa orang merasa gatal dan ada juga yang tidak. Lalu, apakah kedua bercak ini sama atau berbeda? Yuk, kenali masing-masing penyebabnya.

Bercak-bercak putih pada kulit salah satunya dapat disebabkan infeksi oleh jamur yaitu jenis Malassezia furfur. Dalam bahasa medis, kelainan kulit yang disebabkan oleh jamur ini disebut dengan Pityriasis versicolor atau Tinea versicolor. Di masyarakat, penyakit ini lebih dikenal sebagai penyakit panu. Penyakit panu merupakan penyakit kronis yang artinya bercak putih ini tidak mendadak timbul namun sudah lama terjadi. Pada kebanyakan orang, didapati bercak putih yang berwarna lebih terang daripada kulit disekitarnya.

Bercak akibat panu paling sering ditemukan di daerah dada, punggung, lengan atas, selangkangan, leher, dan juga daerah wajah. Biasanya orang yang mengalami ini tidak merasakan apapun, kecuali hanya timbul bercak-bercak putih pada daerah tersebut. Rasa gatal bisa dikeluhkan bila dalam kondisi berkeringat. Ukuran bercak bervariasi mulai dari berdiameter kecil hingga besar. Pada bercak yang berdiamater besar akan nampak seperti tumpukan bercak kecil. Bercak ini ditutupi oleh kulit sisik atau bila digaruk tampak kulit bersisik.

Penyakit panu bersifat kronis, artinya bisa bercak yang muncul bisa mengalami perubahan dari fase awal hingga lanjutan. Pada penyakit panu yang masih awal, bercak biasanya berwarna putih kemudian bisa berubah menjadi kemerahan, dan berlanjut menjadi coklat pada fase yang sudah lanjut. Bila bercak timbul diberbagai tempat maka warna disetiap tempat bisa berbeda tergantung kapan munculnya bercak tersebut.

Penyakit ini dapat disembuhkan bila menjalani pengobatan dengan baik. Jenis pengobatan terdapat dua jenis yaitu obat topikal (salep, shampo, atau krim) dan obat minum. Obat topikal bisa digunakan bila bercak kulit tidak luas, sedangkan obat minum diberikan bila bercak sudah meluas, atau tidak mempan dengan obat topikal. Lama pengobatan sekitar dua minggu. Bila diterapi dengan baik maka bercak putih tersebut bisa kembali ke warna kulit normal, namun membutuhkan waktu lama. Terkadang bercak sudah hilang terlebih dahulu setelah beberapa hari pengobatan, namun infeksi jamur yang menjadi penyebabnya belum sepenuhnya hilang. Itulah mengapa, penting untuk penderita panu mengikuti saran dokter dalam pemakaian obat, agar jamur penyebab panu benar-benar dihilangkan, dan tidak menyebabkan bercak timbul kembali.

Bila sudah sembuh, maka yang perlu diperhatikan adalah cara agar tidak kambuh. Penyakit panu merupakan infeksi jamur, dimana jamur sangat mudah tumbuh di daerah lembap. Kondisi lembap bisa dijumpai pada diri kita sendiri maupun barang pribadi. Maka bila kondisi tubuh sedang berkeringat sebisa mungkin untuk mandi atau setidaknya dengan berganti pakaian. Barang pribadi yang sering lembap antara lain handuk, kasur, dan sprei. Sebaiknya handuk digunakan selama satu minggu sekali dan sesekali dijemur dibawah terik matahari, begitu pula dengan kasur dan sprei. Bila dikeluarga atau sekitar kita ada yang mengalami sakit panu dan belum diobat maka hindari penggunaan barang bersama. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penularan penyakit. (NKD/STE/CM)

REFERENSI :

Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi 2. Pitiriasis Versikolor. Surabaya : Airlangga University   Press. Departemen Kesehatan Kulit & Kelamin, Fakultas  Kedokteran Universitas            Airlangga-RSUD Dr. Soetomo.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store