Agar Cepat Hamil, Harus Sering Bercinta???

150

Segera memiliki momongan adalah impian dari banyak pasangan, terutama yang baru menikah atau telah lama belum dikarunia momongan.

Saat menunggu kehamilan seringkali ada anjuran-anjuran atau pendapat yang dikatakan oleh orang-orang sekitar yang terkadang kebenarannya tidak diketahui.

Salah satunya adalah pendapat yang mengatakan bahwa harus sering bercinta agar cepat hamil. Apakah hal ini benar? Hal ini tidak selalu benar karena:

Masa subur

Proses kehamilan bisa terjadi karena ada pembuahan sel telur (wanita) oleh sel spermatozoa (pria). Sedangkan sel telur hanya dikeluarkan sebulan sekali pada saat subur wanita, sedang sel spermatozoa dikeluarkan setiap kali pria mencapai orgasme.

Sehingga agar terjadi kehamilan diperlukan waktu yang tepat antara masa subur dimana wanita mengeluarkan sel telur dan sang pria mengeluarkan sel spermatozoa. Pemikiran yang mengatakan mengapa harus melakukan hubungan intim mungkin muncul agar terjadi kehamilan karena secara tidak sengaja ada waktu yang pas dimana terjadi pertemuan sel spermatozoa dan sel telur.

Terlalu stres

Perasaan terlalu menginginkan momongan dan menjadikan hubungan intim sebagai keharusan. Terlebih bila dilakukan setiap hari, justru akan membuat pasangan tersebut merasa stres. Selain merasa stres ditambah dengan kelelahan fisik.

Kondisi yang terlalu stres bisa saja menganggu faktor kesuburan wanita. Karena ternyata stres bisa mempengaruhi fungsi hipotalamus, bagian di otak yang berfungsi mengatur emosi, tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan perilaku konsumsi. Bagian otak ini ternyata juga mengatur hormon yang memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur.

Sehingga bila Anda merasa stres, masa subur akan mengalami penundaan atau malah sama sekali tidak terjadi. Selain itu pria yang merasa stres juga akan sulit merasa klimaks, sehingga tidak mengeluarkan sel spermatozoa. Yang berarti Anda bisa kehilangan kesempatan untuk hamil.

Volume sperma yang menurun

Kesempatan seorang wanita untuk hamil adalah tergantung dari jumlah dan kualitas dari sperma. Ciri sperma yang normal adalah

  • Volume 2-6 mililiter
  • pH 7,2-8
  • bau khas, warna kelabu pucat
  • 50 persen atau lebih bergerak maju
  • bentuk kepala 30 persen atau lebih oval
  • jumlah sel spermatozoa 20 juta per mililiter atau lebih
  • Mengandung sel darah putih lebih sedikit dari 1 juta per mililiter.

Apabila seorang pria melakukan hubungan seksual terlalu sering bahkan setiap hari akan mengalami penurunan volume sperma, sehingga mengalami gangguan dalam terjadinya proses kehamilan.

Waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual adalah berjarak 3-5 hari sekali, yang membuat kualitas dan kuantitas sel sperma lebih baik.

Sumber: babycenter