Air Tak Cukup Jernih, Apakah Air Tersebut Termasuk ‘Sehat’?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

163

Tahukah Anda bahwa air dapat terkontaminasi oleh bahan-bahan biologis, kimia, dan radiologis? Kontaminasi ini dapat memengaruhi kesehatan jutaan individu di seluruh dunia setiap tahunnya! Di dunia yang semakin berkembang ini, penting bagi kita untuk memahami kualitas air dan dampak polusinya pada kesehatan. Dampak kesehatan dari pencemaran air penting untuk diperhatikan, karena: (1) air minum yang aman penting bagi kelangsungan hidup manusia, terutama untuk mencegah dehidrasi dan sebagai sumber makanan; (2) air penting untuk kebersihan dasar dan sistem sanitasi modern, termasuk pengolahan air limbah; (3) penggunaan air adalah kunci untuk banyak sektor termasuk ekonomi industri, transportasi dan sebagai komponen penting untuk produksi barang dan jasa; dan, (4) air yang tidak tercemar penting untuk produksi makanan dan kesehatan ternak.

Air Bersih, Masalah Baru Dunia Modern

Saat ini, 1,1 miliar orang, atau 17 persen dari populasi global, tidak memiliki akses ke sumber air yang baik. Sekitar 10 persen dari total beban penyakit dunia disebabkan oleh air minum yang tidak sehat dan kurangnya sanitasi yang layak, yang mengakibatkan jutaan kematian yang sejatinya dapat dicegah setiap tahunnya. Selain itu, hampir sepertiga dari populasi global tinggal di negara berkembang, terutama di daerah pedesaan. Para ahli telah menyatakan bahwa sebagian besar (40%) penduduk pedesaan tidak mengetahui bahwa penyakit dapat ditularkan melalui air, hanya sebagian kecil yang memiliki sedikit pengetahuan tentang diare dan tiphoid.

Kontaminasi air dapat disebabkan oleh kotoran rumah tangga dan limbah industri, dan banyak kegiatan antropogenik yang dapat mengubah fisik (warna, rasa, dan bau) serta karakteristik kimiawi air. Air yang tercemar dan terkontaminasi dapat menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui air seperti kolera, demam tifoid, malaria, amoebiasis, dan disentri. Untuk mengurangi wabah penyakit, harus ada penanganan segera yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Saat ini dibutuhkan sistem air minum yang sesuai dengan standar kualitas air yang diharapkan akan mengurangi penyakit. Penelitian bahkan menemukan bahwa pengelolaan air dan sanitasi secara benar dapat mengurangi insiden diare hingga sepertiga menjadi seperempat. Bukankah itu sebuah peningkatan yang sangat baik?

Syarat untuk Kualitas Air yang Baik

Beberapa parameter kualitas air yang dapat digunakan adalah tingkat kekeruhan, warna, pH, konduktivitas listrik, biochemical oxygen demand (BOD) dan kandungan amonia. Semua ini relatif mudah dipantau. Namun, sebagian besar parameter biologis, yaitu logam berat, fenol, dan berbagai jenis hidrokarbon, tidak dapat diukur secara otomatis. Pemantauan terhadap kadar logam berat perlu dilakukan karena pengaruhnya terhadap kesehatan, terutama bila air tersebut digunakan untuk sumber air minum. Sebagian besar ion logam berat memiliki efek akut dan kronis pada tubuh manusia, dan sebagian besar sulit dihilangkan pada proses pemurnian air.

Beberapa kandungan yang penting untuk dinilai adalah nitrogen dan fosfor anorganik. Penyebab adanya dua kandungan ini tidak selalu karena aktivitas manusia (limbah pabrik), tetapi dapat berasal dari alam karena karakteristik geologis seperti yang dapat ditemui di Danau Toba. Untuk alasan ini, pemantauan nitrogen total dan fosfor total diperlukan sebelum menggunakan air dari danau ini sebagai sumber. Faktor lain seperti warna, rasa, dan bau pada umumnya tidak terlalu penting, kecuali bila digunakan sebagai sumber air minum. Jadi, apakah air jernih saja cukup? (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Malik, A., Yasar, A., Tabinda, A., & Abubakar, M. (2012). Water-borne diseases, cost of illness and willingness to pay for diseases interventions in rural communities of developing countries. Iranian journal of public health41(6), 39-49.
  2. Patricia L. Meinhardt. 2017. Water Quality and Water-Related Disease, Oxford Bibliographies Online, tersedia di https://oxfordbibliographies.com/view/document/obo-9780199756797/obo-9780199756797-0052.xml
  3. Takeshi Goda (1988) Monitoring and measurement of water quality parameters, International Journal of Water Resources Development, 4:4, 270-275, DOI: 10.1080/07900628808722401

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store