Anak Belum Bisa Bicara, Salah Pengasuhan Kah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

171

Semua orang tua tentu ingin anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya. Pemantauan berkala pada tahun-tahun awal tentunya sangat penting agar keterlambatan perkembangan dapat diketahui sejak dini. Salah satu gangguan perkembangan yang paling banyak dialami oleh anak adalah keterlambatan bicara dan berbahasa (speech delay).

Normalkah perkembangan bicaranya?

Pada tahapan perkembangan normal, anak berusia 1 tahun dapat meniru 2-3 kata yang disebutkan orang lain, sudah dapat mengatakan “pa-pa” atau “ma-ma”. Pada umur 2 tahun, anak dapat mengatakan paling sedikit 3 kata yang memiliki arti selain “papa” dan “mama”, dapat mengerti dan melakukan permintaan seperti membantu memungut mainannya sendiri. Pada umur 3 tahun, anak dapat menggunakan 2 kata seperti “minta minum” atau “mau tidur”. Anak yang berumur 5 tahun, normalnya sudah dapat berbicara lancar dan jelas, dan mengerti nama warna-warna dasar (merah, kuning, biru, hijau).

Apa penyebabnya?

Keterlambatan berbicara dan berhasa pada anak dapat disebabkan oleh gangguan perkembangan psikologis, hilangnya kemampuan pendengaran, kelahiran prematur, kelainan neurologis seperti cerebral palsy, distrofi otot, dan cedera otak traumatis dapat memengaruhi otot yang diperlukan untuk berbicara; selain itu, keterlambatan bicara dan berbahasa sangat dipengaruhi oleh lingkungan yaitu jika anak diabaikan dan tidak mendengar orang lain berbicara, mereka tidak dapat belajar untuk berbicara.

Golden years

Otak anak berkembang dengan sangat cepat pada 2 tahun pertama kehidupan yaitu sekitar 80%, sehingga jika perkembangan pada masa ini gagal maka akan sangat sulit untuk diperbaiki. Perkembangan otak anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Terkadang orang tua tidak menyadari hal ini, terutama mereka yang bekerja dan menitipkan anaknya pada babysitter atau tempat penitipan anak. Padahal agar otak anak dapat berkembang dengan baik diperlukan stimulasi. Jumlah stimulasi yang diterima anak mempengaruhi seberapa banyak sinaps (koneksi saraf) yang terbentuk di otak.

Stimulasi yang diperlukan

  • Bicara dan bernyanyi untuk anak

Berbicaralah terutama dengan nada yang ramah, kosa kata yang banyak, dan bermacam-macam ekspresi. Percakapan, cerita, dan nyanyian orang lain akan membangun kosa kata, mengenalkan emosi, dan mencontohkan cara bertindak pada anak.

  • Sentuhan: pegang, peluk, dan timang.

Memandikan, menggantikan popok dan memberi makan adalah bagian dari pengasuhan. Usahakan jangan meninggalkan anak dalam waktu yang lama di ayunan atau kursi bayi.

  • Memberi kesempatan anak untuk meniru.

Anak akan selalu memperhatikan dan mencoba menirukan kata dan ekspresi wajah orang lain sebagai cara belajar tentang dunia di sekelilingnya. Responlah anak saat mereka mencoba menirukan orang lain.

  • Memberikan pengalaman.

Bawalah anak ke berbagai tempat seperti supermarket, mall, pasar, taman, kebun binatang, musium. Membawa anak ke berbagai tempat baru akan memberikan pemandangan, bau, suara, dan sensasi yang baru sebagai pelajaran baginya. (BEL/CM)

Sumber:

  1. Laule, S. 2017. Speech and Language Development. Available at: https://mottchildren.org/posts/your-child/speech-and-language-development
  2. California Childcare Health Program. Building Baby’s Intelligence: Why Infant Stimulation Is So Important. Available at: https://cchp.ucsf.edu/sites/cchp.ucsf.edu/files/buildbabyinten081803_adr.pdf
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2012. Instrumen Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak.
  4. The Royal’s Children Hospital Melbourne. 2009. Developmental Delay: an Information Guide for Parents. Available at: https://rch.org.au/uploadedFiles/Main/Content/cdr/Dev_Delay.pdf

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store