Anak Susah Berpisah Dengan Orang Tua, Apakah Normal?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

140
Boy crying madly

Hubungan orang tua dan anak sudah terbentuk sejak masih dalam kandungan, setelah itu hubungan tersebut makin kuat. Wajar jika anak cenderung lekat dengan orang tua terutama jika orang tua tersebut mengasuh anak tersebut setiap hari. Anak –anak cenderung tidak mau berpisah dengan orang tuanya di tempat umum maupun sekolah, kadang anak menjadi menangis, merengek, merinta bahkan menunjukan perilaku agresif seperti memukul dan menggigit. Pada sebuah penelitian yang dilakukan Shofia di Taman Kanak-Kanak didapatkan seorang ibu harus menunggui anaknya setiap hari saat sekolah, bahkan menunggu tepat di samping anaknya di kelas. Hal ini disebut dengan perilaku kecemasan berpisah. Beberapa orang tua menganggap  hal ini wajar namun ada juga yang terganggu dengan hal tersebut. Mari kita bahas apa itu perilaku kecemasa berpisah dan apakah hal tersebut normal.

Perilaku kecemasan berpisah merupakan suatu tahapan perkembangan yang normal dialami oleh anak usia 8 bulan hingga 2 tahun. Pada tahapan ini seorang anak akan cenderung tidak ingin berpisah dari figur lekatnya, seperti ibu, ayah, maupun kakek dan nenek. Selain itu anak merasa takut dan ingin menangis bila didekati oleh anak yang baru ditemunya. Hal ini makin menguat hingga usia 10-18 bulan dan cenderung mulai menurun ketika usia 3 tahun. Menurut Diagnostic And Statistical Manual of Mental Disorder V (DSM-V), perilaku kecemasan berpisah ini berubah menjadi sebuah gangguan ketidak sudah lagi sesuai dengan usia dan tugas perkembangan. Gangguan Kecemasan Berpisah (Separation Anciety Disorder/SAD) merupakan salah satu gangguan emosional ketika berpisah dengan tokoh yang akrab dengan anak.

Kecemasan ini dapat berupa :

  1. Stres berlebih ketika mengalami situasi perpisahan dari rumah atau dari figure lekat
  2. Kekhawatiran yang berlebih dan menetap mengenai peristiwa buruk yang menimpa dirinya
  3. Kekhawatiran yang berlebih dan menetap mengenai peristiwa buruk yang menimpa dirinya,
  4. Keengganan yang menetap atau menolak keluar rumah, jauh dari rumah, ke sekolah, kerja atau ke tempat lain disebabkan ketakutan akan berpisah
  5. Ketakutan yang berlebih dan terus menerus ketika ditinggalkan seorang diri atau tanpa ditemani orang yang akrab
  6. Keenganan yang menetap atau menolak tdiur terpisah dari rumah atau tanpa didampingi figure lekat
  7. Sering mengalami mimpi buruk dengan tema-tema perpisahan
  8. Sering timbulnya gejala fisik ( rasa mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, muntah, dsb.) saat berpisah dengan tokoh lekatnya seperti keluar rumah atau pergi ke sekolah.

Keadaan kecemasan ini dapat mempengaruhi fungsi kehidupan anak sehingga anak tidak bisa mandiri dan orang tua harus selalu terlibat dengan aktivitas anak. Pada penelitian Kearney pada tahun 2006 perilaku kecemasan berpisah dapat mengarah pada perilaku menolak sekolah yang juga mengarah ke masalah serius seperti kemunduran akademik, terasing dari teman sebaya, dan konflik keluarga. Kecemasan perpisahan pada anak juga berasosiasi pada tingginya risiko pengembangan kecemasan lainnya dan kecenderungan depresi pada remaha dan dewasa, seperti gangguan panic dan agoraphobia.

Kesimpulannya anak susah berpisah dengan orang tua merupakan hal yang tidak wajar untuk usia di atas 3 tahun dan dapat mempengaruhi perkembangan mental anak, namun hal ini dapat diterapi dan dicegah dengan pendidikan dan pola asuh yang baik dari orang tua. Orang tua harus mampu memberi contoh yang baik dengan menunjukan sifat-sifat baik seperti terbuka, periang dan sabar. (KEZ)

Sumber :

  1. Figuerosa, A., dkk. (2012). Anxiety Disorder: Separation Anxiety.e-Textbook of Child and Adolescent Mental Health. Geneva: International Association for Child and Adolescent Psychiatry and Allied Professions 2012.
  2. com (2014). Separation Anxiety. Diakses pada tanggal 14 September 2018 melalui laman website http:.www.medicinenet.com/separation_anxiety/artikel.htm.
  3. A.(2013). Laporan Studi Kasus Individual Mata Kuliah Asesmen. UIN Sunan Kalijaga: tidak diterbitkan.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store