ANEMIA DEFISIENSI BESI

30

Anemia defisiensi besi adalah kondisi ketika tubuh Anda kekurangan zat besi, sehingga menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah. Zat besi diperlukan tubuh untuk menghasilkan komponen sel darah merah yang dikenal sebagai hemoglobin. Saat tubuh mengalami anemia defisiensi besi, maka sel darah merah juga akan mengalami kekurangan pasokan hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dalam sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Tanpa pasokan oksigen yang cukup dalam darah, tubuh juga tidak mendapat oksigen yang memadai sehingga dapat merasa lemas, lelah, dan sesak napas.

Anemia defisiensi besi bisa terjadi ketika tubuh kehilangan banyak sel darah dan zat besi tanpa bisa digantikan. Penyebab lainnya bisa karena tubuh kita tidak bekerja dengan baik menyerap zat besi, atau kurang makan makanan yang mengandung zat besi. Selain itu, masa kehamilan juga menjadi salah satu penyebabnya. Karena saaat hamil, simpanan zat besi dalam tubuhnya digunakan untuk memenuhi volume darah tubuhnya yang meningkat, sekaligus memenuhi kebutuhan hemoglobin untuk perkembangan janin.

Saat pertama kali mengalami anemia defisiensi besi, terkadang tidak mudah terdeteksi. Namun, ketika zar besi dalam darah semakin berkurang dan anemia bertambah parah, maka gejala yang ditimbulkan akan lebih jelas terlihat. Gejala yang ditimbulkan berupa:

  • Mudah dan cepat lelah.
  • Emosi kurang stabil.
  • Kurang berenergi saat beraktivitas.
  • Pucat.
  • Sesak napas.
  • Sulit memusatkan pikiran dan berkonsentrasi.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Kaki dan tangan terasa dingin
  • Sensasi kesemutan pada kaki.
  • Lidah membengkak atau terasa sakit.
  • Mudah terserang infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang menurun.
  • Sakit dada.
  • Jantung berdebar cepat.
  • Kuku menjadi mudah patah.
  • Rambut mudah rontok.
  • Napsu makan menurun.

Penanganan anemia defisiensi besi dilakukan untuk mengembalikan kadar zat besi yang diperlukan tubuh, serta mengatasi penyebab anemia tersebut. untuk mengembalikan kadar zat besi, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti daging merah, ayam, serta ati ayam, kacang-kacangan seperti kacang hitam, kacang hijau, kacang merah, makanan laut atau boga bahari seperti tiram, kerang dan ikan, sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan brokoli, sereal yang diperkaya zat besi, dan buah kering, seperti kismis dan aprikot.

Di samping mengonsumsi makanan sarat zat besi, penderita juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin C untuk membantu tubuh dalam menyerap zat besi, serta membatasi makanan atau minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seperti kopi, susu, teh, makanan yang sarat asam fitat. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/CM)

Daftar Pustaka

  1. NHS Choices UK (2018). Health A-Z. Iron Deficiency Anaemia. 
  2. Mayo Clinic (2016). Disease & Conditions. Iron Deficiency Anemia.