ANEMIA DEFISIENSI BESI

19

Anemia defisiensi
besi adalah kondisi ketika tubuh Anda kekurangan zat besi, sehingga
menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah. Zat besi diperlukan tubuh untuk
menghasilkan komponen sel darah merah yang dikenal sebagai hemoglobin. Saat tubuh mengalami anemia defisiensi besi, maka sel
darah merah juga akan mengalami kekurangan pasokan hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dalam
sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Tanpa pasokan
oksigen yang cukup dalam darah, tubuh juga tidak mendapat oksigen yang memadai
sehingga dapat merasa lemas, lelah, dan sesak napas.

Anemia
defisiensi besi bisa terjadi ketika tubuh
kehilangan banyak sel darah dan zat besi tanpa bisa digantikan. Penyebab
lainnya bisa karena tubuh kita tidak bekerja dengan baik menyerap zat besi,
atau kurang makan makanan yang mengandung zat besi. Selain itu, masa kehamilan
juga menjadi salah satu penyebabnya. Karena saaat hamil, simpanan zat
besi dalam tubuhnya digunakan untuk memenuhi volume darah tubuhnya yang
meningkat, sekaligus memenuhi kebutuhan hemoglobin
untuk perkembangan janin.

Saat
pertama kali mengalami anemia defisiensi besi, terkadang tidak mudah
terdeteksi. Namun, ketika zar besi dalam darah semakin berkurang dan anemia
bertambah parah, maka gejala yang ditimbulkan akan lebih jelas terlihat. Gejala
yang ditimbulkan berupa:

  • Mudah dan cepat lelah.
  • Emosi kurang stabil.
  • Kurang berenergi saat beraktivitas.
  • Pucat.
  • Sesak napas.
  • Sulit memusatkan pikiran dan berkonsentrasi.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Kaki dan tangan terasa dingin
  • Sensasi kesemutan pada kaki.
  • Lidah membengkak atau terasa sakit.
  • Mudah terserang infeksi karena sistem kekebalan
    tubuh yang menurun.
  • Sakit dada.
  • Jantung berdebar cepat.
  • Kuku menjadi mudah patah.
  • Rambut mudah rontok.
  • Napsu makan menurun.

Penanganan anemia defisiensi besi dilakukan untuk
mengembalikan kadar zat besi yang diperlukan tubuh, serta mengatasi penyebab
anemia tersebut. untuk mengembalikan kadar zat besi, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan yang
banyak mengandung zat besi seperti daging merah, ayam, serta ati ayam, kacang-kacangan
seperti kacang hitam, kacang hijau, kacang merah, makanan laut atau boga bahari
seperti tiram, kerang dan ikan, sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan
brokoli, sereal yang diperkaya zat besi, dan buah kering, seperti kismis dan
aprikot.

Di samping mengonsumsi makanan sarat zat besi, penderita
juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung vitamin
C
 untuk membantu
tubuh dalam menyerap zat besi, serta membatasi makanan atau minuman yang dapat
menghambat penyerapan zat besi, seperti kopi, susu, teh, makanan yang sarat
asam fitat. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/CM)

Daftar Pustaka

  1. NHS Choices UK (2018).
    Health A-Z. Iron Deficiency Anaemia. 
  2. Mayo Clinic (2016).
    Disease & Conditions. Iron Deficiency Anemia.