ANEMIA PADA IBU HAMIL

46

Anemia adalah kondisi medis di mana tidak cukupnya sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan di dalam tubuh. Ketika jaringan tidak menerima oksigen dalam jumlah yang memadai, banyak organ dan fungsi yang terpengaruh. Anemia selama kehamilan cukup menjadi perhatian karena dikaitkan dengan berat badan lahir rendah pada bayi, kelahiran prematur dan kematian ibu.

Wanita yang hamil berisiko lebih tinggi terkena anemia karena kelebihan jumlah darah yang diproduksi tubuh untuk membantu menyediakan nutrisi bagi bayi. Anemia selama kehamilan bisa menjadi kondisi ringan dan mudah diobati jika ketahuan sejak dini. Namun, itu bisa menjadi berbahaya, baik bagi ibu dan bayinya, jika tidak diobati.

Tipe Anemia Selama Kehamilan

Ada lebih dari 400 jenis anemia, tetapi beberapa lebih banyak terjadi pada kehamilan. Jenis anemia yang paling umum dialami selama kehamilan yaitu:

  1. Anemia defisiensi besi

Jenis anemia yang paling umum selama kehamilan. Sekitar 15% hingga 25% dari semua kehamilan mengalami kekurangan zat besi. Zat besi adalah mineral yang ditemukan dalam sel darah merah dan digunakan untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, serta membantu otot menyimpan dan menggunakan oksigen. Ketika terlalu sedikit zat besi diproduksi, tubuh dapat menjadi lelah dan memiliki resistensi yang lebih rendah terhadap infeksi.

  • Anemia defisiensi folat

Folat mengacu pada Asam Folat, yang merupakan vitamin yang larut dalam air yang dapat membantu mencegah cacat tabung saraf selama kehamilan. Asam folat adalah suplemen umum yang dikonsumsi oleh wanita hamil, tetapi juga dapat ditemukan dalam makanan yang diperkaya seperti sereal, sayuran berdaun, pisang, melon, dan kacang-kacangan. Diet yang kekurangan asam folat dapat menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh.

  • Anemia defisiensi vitamin B12

Vitamin B-12 juga merupakan vitamin yang diperlukan tubuh untuk membantu produksi sel darah merah. Meskipun beberapa wanita mungkin mengkonsumsi cukup B-12 dalam makanan mereka, ada kemungkinan tubuh mereka tidak dapat memproses vitamin, dan ini menyebabkan anemia.

Penyebab Anemia Selama Kehamilan

Penyebab anemia yaitu seberapa menurunnya sel darah merah yang diproduksi dalam tubuh dan seberapa sehat mereka. Berikut ini adalah cara sel darah merah dapat dipengaruhi dan menyebabkan anemia yaitu:

  1. Kekurangan zat besi dalam diet sebagai akibat dari tidak makan cukup makanan kaya zat besi atau ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi yang dikonsumsi. Pada kehamilan itu sendiri, zat besi yang diproduksi diperlukan untuk tubuh wanita untuk meningkatkan volume darahnya sendiri. Tanpa suplemen zat besi, tidak ada zat besi yang cukup untuk memberi makan suplai darah janin yang sedang tumbuh.
  2. Pendarahan hebat karena menstruasi, ulkus atau polip, atau donor darah menyebabkan sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari yang dapat diisi ulang

Gejala Anemia

Gejala anemia pada ibu hamil, kadang-kadang juga tampak mirip dengan gejala kehamilan yang umumnya dialami. Apalagi anemia ringan mungkin tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, jika anemia semakin parah, kemungkinan ibu hamil akan merasakan beberapa gejala seperti:

  1. Cepat lelah dan merasa lemah
  2. Kulit tampak pucat
  3. Denyut jantung tidak teratur
  4. Sesak napas
  5. Nyeri dada dan sakit kepala.

Selain itu ada beberapa gejala yang jarang terjadi, di antaranya:

  1. Merasa gatal-gatal
  2. Perubahan pada indera perasa
  3. Rambut rontok
  4. Telinga berdenging
  5. Sariawan di pinggir mulut.

Cara Mengatasi Anemia pada saat Hamil

Ibu hamil memerlukan 27 miligram zat besi per hari. Untuk mengatasi anemia pada ibu hamil dapat dengan melakukan beberapa cara berikut:

  1. Mengonsumsi suplemen zat besi

Suplemen zat besi yang umum diberikan adalah ferrous sulphate, yang dikonsumsi 2-3 kali per hari.

  • Menambah asupan makanan kaya zat besi

Selain melalui suplemen, kekurangan zat besi juga bisa ditangani melalui pola makan yang sehat dan teratur.

  • Memenuhi kebutuhan vitamin C

Agar tubuh dapat menyerap zat besi dengan maksimal, diperlukan vitamin C, yang dapat ditemukan dalam bauh dan sayur. Kombinasikan makanan yang mengandung tinggi zat besi dan tinggi vitamin C, untuk asupan optimal. (LM)

Referensi

Anemia During Pregnancy: Causes, Symptoms & Treatment. (2019). Retrieved from https://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/anemia-during-pregnancy/

Cold, F., Health, E., Disease, H., Disease, L., Management, P., & Conditions, S. et al. (2019). Anemia in Pregnancy: Causes, Symptoms, and Treatment. Retrieved from https://webmd.com/baby/guide/anemia-in-pregnancy#1