Aneurisma Berry, Bom Waktu Di Kepala

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

210

Apakah Anda pernah mendengar orang muda yang lumpuh mendadak atau meninggal secara tiba-tiba karena stroke? Hal ini tentu menjadi pertanyaan banyak orang karena stroke dikenal sebagai penyakit orang usia paruh baya dan lansia. Itupun biasanya didahului dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan Diabetes Mellitus (DM). Namun, ada penjelasan untuk kasus tersebut di atas. Kondisi ini dapat terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak secara mendadak sebagai akibat dari adanya kelemahan pada struktur dinding pembuluh darah otak. Kondisi ini umumnya disebut aneurisma dan bila lokasinya di pembuluh darah otak maka disebut aneurisma Berry.

Penyebab pasti dari aneurisma Berry yang belum diketahui, tetapi faktor resiko seperti hipertensi dan merokok dapat memicu kelainan ini. Aneurisma Berry umumnya diderita orang dewasa berumur lebih dari 20 tahun dengan presentase 6% di seluruh dunia dan angka kematiannya lebih dari 50%. Wanita dewasa lebih banyak mengalami aneurisma ini dibandingan pria dewasa (3:2). Gejala awal aneurisma ini hampir tidak ada kecuali aneurisma tersebut telah menekan salah satu saraf otak. Sebelum suatu aneurisma pecah, pasien biasanya akan merasakan gejala seperti:

  1. Sakit kepala berdenyut yang mendadak dan berat
  2. Mual dan muntah
  3. Gangguan penglihatan
  4. Kaku leher
  5. Nyeri daerah wajah
  6. Kelumpuhan sebelah anggota gerak
  7. Denyut jantung dan laju pernafasan naik turun
  8. Hilang kesadaran

Ketika aneurisma pecah, maka akan menimbulkan perdarahan di selaput otak sehingga menimbulkan gejala mirip stroke atau bahkan kematian mendadak. Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami aneurisma berry, perlu dilakukan pemeriksaan neurologis (saraf), pencitraan dengan CT Scan atau MRI terutama pada orang yang berisiko tinggi seperti penderita hipertensi, perokok, atau penderita Diabetes Mellitus. Screening dengan peralatan diagnostik juga perlu dilakukan pada penderita yang sering mengeluh gejala-gejala seperti yang disebut di atas yang tidak kunjung sembuh.

Temui dokter Anda apabila gejala di atas menetap. Screening sejak dini akan mengurangi resiko terjadinya aneurisma berry yang mengancam jiwa ini. (BR/CM) 

DAFTAR PUSTAKA

Ropper AH, Brown RH. The cerebrovascular diseases. Adams and Victor’s Principles of Neurology. 8th ed. New York: McGraw Hill; 2005: 718-22.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store