Antibiotik Alami Yang Mudah Ditemukan

138

Antibiotik saat ini menjadi hal yang umum digunakan oleh masyarakat. Antibiotik yang diberikan seperti penisilin telah membantu orang banyak dari penyakit dan kondisi fatal lainnya sejak tahun 1940-an.

Namun beberapa mungkin masih ada ketakutan akan efek samping yang ditimbulkan. Menurut NHS (National Health Service) 1 dari 10 orang yang minum antibiotik mengalami gangguan pencernaan setelah meminumnya. Sedangkan sekitar 1 dari 15 orang mengalami alergi setelah minum antibiotik.

Oleh karena itu beberapa mungkin mencoba mencari alternatif beralih ke antibiotik alami. Berikut adalah daftarnya :

1.            Bawang putih

Kebudayaan di berbagai belahan dunia telah lama mengenal bawang putih akan kemampuannya mencegah dan mengobati penyakit. Penelitian telah menemukan bahwa bawang putih dapat menjadi pengobatan yang efektif terhadap berbagai bentuk bakteri, termasuk Salmonella dan Escherichia coli (E. coli). Bawang putih bahkan telah dipertimbangkan untuk digunakan melawan tuberkulosis yang resistan terhadap beberapa obat.

2.            Madu

Madu telah lama digunakan sebagai salep, bahkan sejak jamannya Aristoteles, untuk menyembukan luka dan mencegah serta mengobati infeksi. Ini pun sesuai dengan penelitian pada tahun 2016 yang menunjukan madu dapat membantu menyembuhkan luka.

Madu memiliki sifat antibakteri karena adanya kandungan hydrogen peroksida di dalamnya. Selain itu, madu juga memberikan lapisan pelindung untuk mempertahankan lingkungan yang lembab sehingga membantu menyembuhkan luka.

3.            Jahe

Komunitas ilmiah mengakui jahe sebagai antibiotik alami. Ini juga sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan tahun 2017 yang menemukan bahwa jahe memiliki kemampuan melawan banyak bakteri. Selain itu, jahe juga diteliti mengenai kemampuannya melawan mabuk laut dan juga menurunkan kadar gula darah.

4.            Bunga Echinacea

Echinacea adalah tanaman berbunga yang banyak tumbuh di Eropa dan Amerika Utara. Hasil penggalian arkeologi menunjukkan bahwa penduduk asli Amerika mungkin telah menggunakan echinacea selama lebih dari 400 tahun untuk mengobati infeksi dan luka dan sebagai obat segala penyakit. Sepanjang sejarah orang-orang Indian menggunakan echinacea untuk mengobati demam scarlet, sifilis, malaria, keracunan darah, dan difteri.

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam the Journal of Biomedicine and Biotechnology, ekstrak Echinacea purpurea dapat membunuh berbagai jenis bakteri, termasuk Streptococcus pyogenes (S. pyogenes). Bakteri ini yang menyababkan strep throat yaitu infeksi pada tenggorokan yang membuat tenggorakan terasa sakit dan gatal. Selain itu juga menyebabkan penyakit toxic shock syndrome dan necrotizing fasciitis.

5.            Goldenseal

Goldenseal (Hydrastis canadensis) merupakan tanaman kecil dengan batang berbulu tunggal. Tanaman ini tumbuh liar di tanah teduh di utara Amerika Serikat. Golden seal biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh dan kapsul untuk mengobati masalah pernafasan dan pencernaan serta untuk melawan bakteri yang menyebabkan diare dan infeksi saluran kemih.

Ternyata berdasarkan hasil penelitian baru ekstrak goldenseal untuk mencegah bakteri MRSA. MRSA atau methicillin-resistant Staphylococcus aureus adalah salah satu tipe bakteri Staphylococcus yang ditemukan pada kulit dan hidung yang kebal terhadap antibiotik.

Setiap tahunnya lebih dari 90.000 warga Amerika Serikat berpotensi terinfeksi bakteri ini. Jumlah kematian akibat infeksi bakteri MRSA lebih banyak dibandingkan dengan angka kematian akibat AIDS.

Kemampuan goldenseal menjadi antibiotik alami karena adanya kandungan berberin. Namun bahan ini tidak aman untuk bayi dan wanita hamil atau menyusui.

6.            Cengkeh

Sobat mungkin tidak asing atau pernah menemukan orang memakai cengkeh untuk mengurangi rasa sakit pada gigi kita. Ternyata bukan hanya itu saja. Berdasarkan penelitian ternyata ekstrak air cengkeh efektif untuk berbagai jenis bakteri termasuk bakteri E. Coli yang dapat menyebabkan infeksi.

Jadi sobat jika ingin mecari antibiotik alami bisa mencoba bahan di atas. Namun jika sobat sedang dalam pengobatan atau masih terasa sakit karena infeksi, lebih baik konsultasikan dengan dokter yang berkompeten. Tetaplah sehat, tetap semangat.