APA AKIBAT KEKURANGAN VITAMIN D

49

Vitamin D merupakan salah satu bentuk vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin D berperan penting dalam sejumlah proses fisiologis, di antaranya penyerapan kalsium, kekebalan bawaan dan adaptif, dan homeostasis/keseimbangan pada beberapa organ tubuh.

Vitamin D secara alami hadir dalam beberapa makanan, ditambahkan/difortifikasi ke makanan lain, dan tersedia sebagai suplemen makanan. Vitamin D juga diproduksi secara endogen (oleh tubuh) ketika ultraviolet dari sinar matahari mengenai kulit dan memicu pembuatan vitamin D. Vitamin D yang diperoleh dari paparan sinar matahari, makanan, dan suplemen bersifat tidak aktif dan harus menjalani 2 proses aktivasi di dalam tubuh. Aktivasi yang pertama terjadi di hati dan mengubah vitamin D menjadi calcidiol. Aktivasi yang kedua terjadi di ginjal dan membentuk calcitriol yang aktif secara fisiologis.

Kekurangan vitamin D pada anak seringkali menyebabkan Rakhitis. Rakhitis adalah perlunakan dan pelemahan tulang, biasanya karena kekurangan vitamin D yang ekstrem dan berkepanjangan. Penyakit bawaan lahir yang langka juga dapat menyebabkan rakhitis. Tanda dan gejala rakhitis dapat meliputi keterlambatan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan motorik, nyeri pada tulang belakang, panggul, atau kaki, dan kelemahan otot. Selain itu, karena rakhitis menyebabkan perlunakan pada area pertumbuhan yang terletak di ujung tulang anak (growth plates), beberapa kelainan bentuk tulang dapat terjadi, di antaranya:  kaki yang berbentuk “O” atau “X” (bowed legs atau knock knees), penebalan pada tulang pergelangan tangan dan kaki, dan terdapat penonjolan tulang iga.

Kekurangan vitamin D kronis pada orang dewasa menyebabkan osteoporosis, osteomalasia, kelemahan otot, dan peningkatan risiko untuk jatuh. Osteomalasia adalah perlunakan tulang karena gangguan mineralisasi pada tulang. Osteomalasia pada tahap awal seringkali tidak menimbulkan gejala. Nyeri tulang dan kelemahan otot akan timbul pada osteomalasia yang sudah lama terjadi. Nyeri atau pegal yang berhubungan sering dirasakan pada punggung bawah, panggul, pinggul, kaki, dan tulang rusuk. Rasa sakitnya mungkin lebih buruk di malam hari, atau bertambah jika tulang ditekan, dan jarang sembuh sepenuhnya dengan istirahat. Kelemahan pada otot kaki dapat menyebabkan gaya berjalan tergoyang-goyang (waddling gait) dan membuat berjalan lebih lambat dan sulit.

Makanan yang kaya vitamin D antara lain: ikan tuna, salmon, makarel, minyak hati ikan, hati sapi, keju, kuning telur, dan beberapa jamur. Selain itu, terdapat beberapa makanan/minuman yang difortifikasi vitamin D, seperti susu. Kebanyakan orang memenuhi setidaknya sebagian dari kebutuhan vitamin D mereka melalui paparan sinar matahari. Beberapa peneliti menyarankan bahwa paparan sinar matahari yang dibutuhkan adalah sekitar 5–30 menit antara pukul 10:00 dan 15:00 setidaknya dua kali seminggu pada wajah, lengan, kaki, atau punggung tanpa tabir surya. Orang dengan paparan sinar matahari yang kurang perlu mengonsumsi banyak makanan sumber vitamin D atau suplemen untuk mencapai tingkat asupan yang disarankan. (BEL)

Sumber:

  1. Tangpricha, V. & Khazai, NB. 2018. Vitamin D Deficiency and Related Disorders. Available at: https://emedicine.medscape.com/article/128762-overview#showall
  2. Schwarz, SM., Greer, FR., Finberg, L. 2017. Rickets. Available at: https://emedicine.medscape.com/article/985510-overview
  3. National Institutes of Health. 2019. Vitamin D. Available at: https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-HealthProfessional/
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Rickets. Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rickets/symptoms-causes/syc-20351943
  5. Mayo Clinic Staff. 2017. Osteomalacia: Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteomalacia/symptoms-causes/syc-20355514