Apa Hubungan Antara Bulan Kelahiran Dengan Kesehatan Anda?

99

Tahukah Anda bahwa bagaimana keadaan kesehatan Anda di masa yang akan datang ternyata juga dipengaruhi oleh kapan Anda dilahirkan, khususnya bulan kelahiran Anda?

Para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa bulan kelahiran seseorang dapat mempengaruhi keadaan kesehatan orang tersebut di masa mendatang. Akan tetapi, para peneliti menduga terdapat beberapa faktor lingkungan yang turut mempengaruhi seperti kadar vitamin D atau perubahan suhu udara.

Walaupun penelitian ini berhasil menemukan adanya hubungan antara bulan kelahiran seseorang dengan keadaan kesehatannya di masa mendatang, akan tetapi penelitian ini tidakk menemukan hubungan sebab akibat.

 

  1. 1.      Bulan Agustus-Oktober

Sebuah penelitian di tahun 2013 menemukan bahwa anak-anak yang dilahirkan di antara bulan Agustus-Oktober memiliki kemungkinan sebanyak 30-90% untuk menderita alergi terhadap berbagai jenis makanan seperti telur, susu, atau kacang; dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan pada bulan lainnya.

Hal ini mungkin dikarenakan bayi yang lahir di bulan ini kekurangan vitamin D yang penting pada masa pertumbuhan. Hal ini dapat mempengaruhi kerja sistem kekebalan tubuh dan membuat anak-anak ini menjadi lebih rentan terhadap berbagai jenis alergen. Selain itu, kekurangan vitamin D juga dapat menurunkan fungsi perlindungan kulit yang dapat membuat berbagai jenis alergen lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Sebuah penelitian di Taiwan yang dilakukan pada tahun 2013 menemukan bahwa anak-anak yang lahir pada bulan ini memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita asma hingga 13% dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan pada bulan lainnya.

Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan paparan terhadap cuaca dingin selama beberapa bulan pertama kehidupan dapat memicu terjadinya reaksi alergi yang dapat menyebabkan terjadinya asma.

 

  1. 2.      Bulan November-Januari

Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2009, anak-anak yang dilahirkan pada bulan ini lebih sering tidak menikah atau tidak menyelesaikan pendidikannya.

Sebuah penelitian lainnya di Jerman menemukan bayi laki-laki yang lahir di antara bulan November dan Januari lebih sering bertangan kidal dibandingkan dengan bayi laki-laki yang dilahirkan pada bulan lainnya.

Tingginya kadar testosteron di dalam rahim selama proses kehamilan berlangsung juga dapat menghambat kematangan otak bagian kiri, yang membuat perkembangan anak-anak bertangan kidal juga terhambat (lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak lain yang menggunakan tangan kanan sebagai tangan yang dominan).

 

  1. 3.      Bulan Febuari-April

Sebuah penelitian di tahun 2014 menemukan bahwa orang yang lahir di antara bulan Febuari dan April memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita limfoma non Hodgkin (sejenis kanker kelenjar getah bening) saat dewasa yaitu hingga 25% dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan pada bulan lainnya.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang lahir di bulan April, terutama di tanggal 24 April juga lebih beresiko untuk mengalami kanker darah.

Mengapa demikian? Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan bayi yang dilahirkan pada bulan ini tidak terpapar oleh berbagai infeksi tertentu selama masa perkembangan sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh berespon secara abnormal, yagn dapat membuat bayi-bayi ini lebih rentan terhadap limfoma non Hodgkin.

Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan pada tahun 2012 menemukan bahwa orang yang lahir pada bulan April juga lebih beresiko terhadap berbagai jenis penyakit autoimun seperti multipel sklerosis, artritis rheumatoid, kolitis ulserativa. Sementara itu, anak yang dilahirkan di bulan Oktober memiliki resiko paling rendah terhadap berbagai jenis penyakit autoimun ini.

Sebuah penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang lahir pada bulan Febuari-April memiliki resiko yang lebih tinggi yaitu 21% untuk menderita melanoma (sejenis kanker kulit ganas) pada saat mereka berusia 30 tahunan dibandingkan dengan orang yang dilahirkan pada bulan lainnya.

Para peneliti menduga hal ini mungkin dikarenakan para bayi yang lahir pada bulan ini lebih banyak terpapar oleh sinar UV pada beberapa bulan pertama kehidupannya.

 

  1. 4.      Bulan Mei-Juli

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Hungaria, bayi yang dilahirkan di bulan Mei-Juli lebih beresiko untuk melakukan tindakan bunuh diri dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan di bulan Juli.

Para peneliti tidak mengetahui secara pasti apa hubungan di antara keduanya, akan tetapi mereka menduga bahwa hal ini mungkin berhubungan dengan interaksi antara lingkungan dan berbagai jenis neurotransmiter otak.

Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang dilahirkan antara bulan Mei-Juli lebih beresiko untuk menderita rabun dekat yaitu hingga 17% bila dibandingkan dengan orang yang lahir di akhir tahun.

Penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang lahir di bulan ini lebih sering memiliki mood yang berubah-ubah,

 

 

Sumber: menshealth