APA ITU HIPOKALEMIA?

6

Penyakit hipokalemia terjadi karena kadar kalium dalam darah terlalu rendah. Kalium merupakan elektrolit yang penting untuk fungsi sel saraf dan sel otot, khususnya sel otot jantung. Ginjal manusia memiliki fungsi untuk mengontrol kadar kalium dalam tubuh sehingga kelebihan kalium dapat dikeluarkan tubuh melalui urine dan keringat.

Apa yang menyebabkan hipokalemia?

Manusia dapat kehilangan terlalu banyak kalium lewat urine, keringat, ataupun buang besar. Asupan kalium yang tidak mencukupi dan kadar magnesium yang rendah dapat menyebabkan hipokalemia. Namun, hipokalemia juga merupakan gejala atau efek samping dari suatu kondisi dan pengobatan tertentu.

Hipokalemia ringan tidak menimbulkan gejala. Namun, dalam beberapa kasus, kadar kalium yang rendah dapat menyebabkan aritmia (detak jantung yang tidak teratur) dan kelemahan otot yang cukup parah. Kondisi penderita akan kembali membaik setelah mendapat perawatan, namun bila terlambat, kondisi aritmia dapat menyebabkan kematian mendadak.

Gejala hipokalemia ringan ini umumnya tidak akan muncul sampai kadar kalium benar-benar rendah. Adapun kadar kalium yang normal berada di kisaran 3,6–5,2 milimol per liter (mmol/L). Sadar lebih dini terhadap gejala itu tentu akan membantu mengurangi dampak lebih lanjut. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika merasa lemah, capek dan lelah, sembelit, kram otot, serta palpitasi (sensasi yang dirasakan saat jantung berdentum kuat).

Hipokalemia bisa terjadi saat penderita darah tinggi mengonsumsi obat darah tinggi yang bersifat diuretik, artinya membuat frekuensi dan jumlah kencing lebih banyak. Akibatnya, kadar kalium akan berkurang. Hal yang sama terjadi saat muntah dan diare menyerang, selain itu ada beberapa kondisi lain yang meningkatkan risiko hipokalemia yaitu, gagal ginjal kronis, ketoasidosis diabetik, penggunaan obat pencahar dan alkohol yang berlebihan, terlalu banyak berkeringat, kekurangan asam folat, dan beberapa penggunaan obat antibiotik tertentu.

Jika kondisi yang dialami pasien tidak terlalu parah, dokter akan meresepkan suplemen kalium yang dikonsumsi secara oral. Namun, jika kondisi pasien cukup serius, suplemen tersebut akan diberikan melalui infus. Penggunaan suplemen kalium bisa memberikan efek samping berupa iritasi perut dan menyebabkan muntah. Suplemen kalium yang diberikan melalui infus harus disalurkan secara perlahan untuk menghindari kemungkinan terjadinya gangguan jantung. Suplemen kalium yang diberikan kepada pasien umumnya adalah kalium klorida (KCl) yang tersedia dalam berbagai bentuk oral maupun cairan intravena. Bagi penderita hipokalemia yang juga menderita batu kalsium dalam tubuh atau penderita asidosis berat, dapat mengonsumsi kalium sitrat sebagai pengganti kalium klorida.

Mencegah sekaligus mengobati hipokalemia dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium seperti alpukat, pisang, kiwi, jeruk, bayam, tomat, susu, kacang polong, dan selai kacang. Namun, hindari asupan kalium yang terlalu banyak seperti dalam suplemen.

 (BIL/CM)

Source :

https://emedicine.medscape.com/article/242008-overview
https://webmd.com/digestive-disorders/hypokalemia#1
https://alodokter.com/kekurangan-kalium