Apa itu Kram Otot?

168

Apa Itu Kram Otot?

Spasme otot merupakan kontraksi otot yang tidak disadari yang menyebabkan otot tidak dapat berelaksasi. Bila spasme ini terjadi terus-menerus dan kuat, maka terjadilah kram otot. Kram otot biasanya dapat diketahui melalui meraba atau melihat adanya pengerasan otot yang kram.

Kram otot dapat berlangsung selama beberapa detik hingga 15 menit atau mungkin lebih lama (jarang). Kram otot biasanya tidak terjadi berulang kali. Kram otot dapat mengenai bagian otot, seluruh otot, atau beberapa otot yang memiliki kerja yang sama, seperti pada jari-jari tangan.

Kram otot ini dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Hampir setiap orang pernah mengalami kram otot dalam kehidupannya. Kram otot biasa terjadi pada dewasa dan menjadi lebih sering seiring dengan penuaan. Walaupun demikian, kram otot pun dapat terjadi pada anak-anak.

Setiap otot yang dikendalikan secara sadar (otot skeletal) dapat mengalami kram. Kram otot paling sering terjadi pada kaki, terutama pada betis. Otot-otot yang bekerja tanpa anda sadari, seperti pada berbagai organ anda (rahim, pembuluh darah, usus, kandung empedu, dan otot pengendali saluran kemih dan saluran pernapasan) juga dapat mengalami kram otot. Terdapat empat jenis kram otot yang dibedakan oleh penyebab serta bagian otot yang terkena.

 

Penyebab Terjadinya Kram Otot

Obat-obatan

Terdapat berbagai jenis obat yang dapat menyebabkan terjadinya kram otot, seperti obat diuretika yang dapat memicu terjadinya kram otot akibat pengeluaran cairan tubuh yang berlebihan (dehidrasi) dan perubahan distribusi cairan tubuh serta menurunkan kadar kalsium, kalium, dan magnesium di dalam darah.

Obat-obatan lain yang dapat menyebabkan terjadinya kram otot adalah:

  • Donepezil (obat Alzheimer)
  • Neostigmine (obat miastenia gravis)
  • Asraloxifene (obat untuk mencegah terjadinya osteoporosis pada wanita paska menopause)
  • Tolcapone (obat Parkinson)
  • Nifedipin (obat anti angina dan anti hipertensi)
  • Terbutalin dan albuterol (obat asma)
  • Lovastatin (obat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah)

Selain itu, kram juga kadang terjadi pada orang yang menghentikan penggunaan obat-obatan atau zat yang memiliki efek sedatif seperti alkohol, barbiturat, benzodiazepine, alprazolam, narkotika, dan berbagai obat sedatif lainnya.

Defisiensi Vitamin

Kekurangan beberapa jenis vitamin dapat menyebabkan terjadinya kram otot, baik secara langsung maupun tidak langsung. Vitamin tersebut adalah kekurangan vitamin B1 (tiamin), vitamin B5 (asam pantotenat), dan vitamin B6 (piridoksin). Penyebab mengapa kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan kram masih tidak diketahui.

Gangguan Sirkulasi

Gangguan sirkulasi darah di kaki dapat menyebabkan jaringan otot kekurangan oksigen dan menyebabkan nyeri hebat pada otot (nyeri klaudikasia atau klaudikasia intermiten) yang dapat terjadi saat berjalan atau berolahraga dan biasa mengenai otot betis.

Walaupun nyeri klaudikasia terasa mirip dengan nyeri akibat kram otot berat, rasa nyeri ini diduga bukan diakibatkan oleh kram otot. Nyeri ini diduga terjadi akibat akumulasi asam laktat dan berbagai zat kimia lainnya di dalam jaringan otot. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami nyeri otot seperti ini.

 

Gejala

Nyeri akibat kram otot seringkali terasa sangat nyeri yang menyebabkan penderitanya harus menghentikan segala aktivitasnya karena tidak dapat menggunakan otot yang kram tersebut. Kram berat dapt disertai oleh luka dan pembengkakan yang biasanya berlangsung selama beberapa hari setelah kram mereda. Pada saat kram, otot yang terkena akan terasa sangat keras dan menonjol.

 

Jenis Kram Otot

Tetani

Pada keadaan tetani, semua sel-sel saraf di dalam tubuh teraktivasi yang kemudian menstimulasi berbagai otot. Hal ini menyebabkan terjadi spasme atau kram otot di seluruh tubuh. Tetani dapat disebabkan oleh racun tetanus pada saraf serta kadar kalsium dan magnesium yang rendah di dalam darah. Kadar kalsium dan magnesium yang rendah di dalam darah dapat meningkatkan aktivitas saraf sehingga menyebabkan terjadinya tetani. Pada keadaan ini, kram biasanya juga diikuti oleh hiperaktivitas berbagai saraf lainnya yang menyebabkan stimulasi otot. Rendahnya kadar kalsium di dalam darah tidak hanya menyebabkan spasme otot tangan dan pergelangan tangan, tetapiĀ  juga menyebabkan timbulnya sensasi geli atau mati rasa pada daerah mulut dan berbagai daerah lainnya.

Kadang-kadang tetani tidak dapat dibedakan dari kram sebenarnya karena tertutupinya perubahan sensasi dan gangguan fungsi saraf lainnya oleh rasa nyeri akibat kram otot.

 

Distonia

Distonia merupakan suatu keadaan di mana otot-otot yang tidak diperlukan untuk suatu pergerakan tertentu ikut terstimulasi dan berkontraksi. Otot-otot yang biasa terkena kram jenis ini adalah otot-otot yang bekerja berlawanan dengan gerakan yang dimaksud dan atau menyebabkan gerakan otot yang berlebihan.

Kram distonia biasanya mengenai sekumpulan otot-otot kecil seperti otot kelopak mata, rahang, leher, tenggorokan, dan sebagainya. Tangan dan lengan dapat terkena saat melakukan suatu gerakan berulang-ulang, seperti saat menulis, mengetik, memainkan alat musik, dan lain sebagainya. Setiap gerakan berulang ini juga dapat menyebabkan terjadinya kram otot yang sebenarnya akibat kelelahan otot. Kram distonia ini jarang terjadi.

 

Diagnosa

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosa kram otot dan biasanya terdiagnosa melalui pemeriksaan fisik berupa otot terasa keras dan menonjol. Sebagian besar orang mengetahui bahwa mereka mengalami kram otot tanpa perlu pergi ke dokter.

 

Diagnosa Banding Kram Otot

Keadaan atau kelainan lainnya yang menyerupai kram otot adalah kontraktur. Kontraktur merupakan suatu keadaan di mana adanya jaringan parut pada jaringan halus yang berperan dalam pergerakan otot.

Pada kontraktur, jaringan yang terkena tidak dapat bergerak sebagaimana mestinya baik saat otot berkontraksi atau berelaksasi. Hal ini disebabkan oleh jaringan parut tidak bergerak seiring dengan pergerakan otot. Keadaan ini menyebabkan gangguan pergerakan tubuh yang menyebabkan terbatasnya jangkauan pergerakan bagian tubuh tersebut.

Bagian tubuh yang paling sering mengalami kontraktur adalah telapak tangan dan biasanya mengenai tendon yang berfungsi untuk membuat jari-jari menekuk saat menggenggam sesuatu. Kontraktur ini seringkali mengenai jari manis dan dikenal dengan nama kontraktur Dupuytren.

 

Sumber: medicinenet