Apa Penyebab Seseorang Tidur Sambil Berjalan ?

121

Menemukan anak Anda atau anggota keluarga yang berkeliaran di sekitar rumah sementara mereka masih tertidur maka rasanya akan sangat mengganggu. Pada kondisi ini Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan apakah harus membangunkan mereka, pastikan mereka tidak naik ke atap atau mengendarai mobil, atau membiarkan saja apa yang mereka lakukan.

Gangguan tidur berjalan atau somnabulisme (sleepwalking) adalah suatu kondisi dimana seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur. Kondisi ini sebenarnya bukan merupakan kondisi yang umum. Para ilmuwan menemukan bahwa lebih dari satu juta atau 3,6 persen dari orang dewasa Amerika berjalan sambil tidur secara teratur. Hasil studi yang dilakukan oleh peneliti dari Stanford University School of Medicine menunjukkan hubungan antara tidur berjalan dan gangguan kejiwaan seperti kecemasan dan depresi. Hasilnya dipublikasikan dalam edisi terbaru Neurology journal.

Apa yang membuat orang berjalan sambil tidur?

Selain depresi dan kecemasan, para ilmuwan menemukan bahwa beberapa masalah kesehatan lainnya membuat orang berjalan dalam tidur mereka adalah sleep apnea obstruktif, gangguan irama sirkadian, insomnia, penyalahgunaan alkohol, obsesif-kompulsif, konsumsi obat tidur, selective serotonin reuptake inhibitor , atau antidepresan. Pada beberapa orang ada riwayat keluarga yang juga mengalami tidur sambil berjalan.

Mengapa hal ini bisa terjadi sebenarnya belum dipahami sepenuhnya. Namun diperkirakan karena transfer yang tidak lengkap dari otak antara frekuensi yang sedang tidur dan frekuensi sedang terjaga. Namun ini baru perkiraan saja.

Apakah kondisi ini perlu penanganan?

Kondisi ini sebenarnya tidak menjadi masalah selama orang yang mengalami tidur berjalan aman-aman saja dan tidak bisa meninggalkan kamar. Cara efektif yang dilakukan adalah dengan membangunkannya.

Untuk orang dewasa, flurazepam dan clonazepam sering diresepkan untuk menekan kondisi ini. Obat-obatan yang sering digunakan bersama-sama dengan psikoterapi. Bagi sebagian orang yang tidak mempan dengan benzodiazepin, beberapa antikonvulsan dan antidepresan trisiklik bisa dicoba juga.

Sumber: healthstatus