Apa Sebenarnya Fungsi Usus Buntu?

116

Para peneliti di Amerika menduga bahwa usus buntu mungkin merupakan tempat di mana

bakteri baik dapat hidup dengan aman.

Walaupun penelitian ini tidak dapat dilakukan dalam waktu lama karena kekurangan bukti

langsung mengenai fungsi usus buntu ini, para ahli tetap berkeyakinan kuat bahwa usus

buntu memang merupakan suatu tempat di mana bakteri baik usus dapat hidup dengan aman

berdasarkan pada bagaimana bakteri baik turut berperan dalam menjaga kesehatan usus Anda.

Walaupun para peneliti tidak dapat memberikan bukti kuat mengenai manfaat usus buntu ini,

akan tetapi para peneliti telah berhasil menemukan sangat banyak bukti tidak langsung mengenai

fungsi usus buntu ini, yaitu sebagai gudang pembentukan dan penyimpanan bakteri baik usus,

tanpa gangguan apapun.

Usus buntu merupakan suatu bagian kecil dari usus, yaitu hanya sepanjang 5-10 cm, yang

berlokasi di dekat pertemuan antara usus halus dengan usus besar. Para ahli di seluruh dunia

telah banyak berdebat mengenai apa sebenarnya fungsi usus buntu karena proses pengangkatan

usus buntu tampaknya tidak menimbulkan gangguan apapun.

Kesulitan para ahli menemukan apa sebenarnya fungsi dari usus buntu juga diakibatkan oleh

sangat sedikitnya hewan yang juga memiliki usus buntu. Selain itu, usus buntu yang terdapat

pada hewan juga sangat berbeda dengan usus buntu yang terdapat pada manusia.

Para ahli menduga bahwa usus buntu mungkin merupakan suatu tempat yang memang dibentuk

secara khusus untuk melindungi bakteri baik di dalam usus.

Bakteri baik sangat diperlukan di dalam saluran pencernaan karena dapat membantu mengurangi

jumlah bakteri jahat di dalam usus dan mencegah serta mengatasi berbagai gangguan pada

saluran cerna termasuk diare.

Akan tetapi, pada zaman modern ini, kebutuhan akan bakteri baik telah mulai berkurang karena

semakin baiknya pengetahuan masyarakat akan pentingnya higienitas, yang membuat usus buntu

tampak seperti organ yang tidak memiliki fungsi apapun.

Selain itu, karena semakin baiknya tingkat higienitas, maka jumlah bakteri jahat di dalam usus

pun menjadi semakin sedikit. Hal ini membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan

terhadap bakteri baik dan menyerang bakteri baik yang terdapat di dalam usus buntu dan

menyebabkan terjadinya peradangan usus buntu (apendisitis) yang dapat menimbulkan

penyumbatan pada usus dan menyebabkan radang usus buntu akut (akut apendisitis).

Sumber: webmd