Apa yang Perlu Anda Ketahui Seputar Antibiotika

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

257

Antibiotika merupakan obat yang paling sering digunakan. Antibiotika bekerja dengan cara membunuh bakteri atau mencegah bakteri bertambah banyak dan menyebar. Antibiotika dapat digunakan pada berbagai keadaan, mulai dari keadaan berat seperti pneumonia atau keadaan ringan seperti jerawat.

Walaupun antibiotika dapat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis infeksi, tetapi penting untuk diketahui bahwa antibiotika hanya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Antibiotika tidak dapat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh virus seperti flu atau oleh jamur seperti kutu air. Berkonsultasilah dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi suatu jenis antibiotika.

Beberapa Jenis Antibiotika

Sekarang ini terdapat beberapa ratus jenis antibiotika, akan tetapi secara keseluruhan, antibiotika dapat digolongkan menjadi 6 kelompok, yaitu:

  • Penisilin seperti amoxicillin dan flucloxacillin
  • Sefalosporin seperti ceftriaxone dan cefixime
  • Aminoglikosida seperti gentamisin
  • Tetrasiklin
  • Makrolid seperti eritromisin dan azitromisin
  • Fluorokuinolon atau kuinolon seperti ciprofloxacin dan norfloxacin

Pemilihan jenis antibiotika yang digunakan biasanya tergantung pada kuman penyebab timbulnya penyakit yang sedang Anda alami. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai antibiotika mana yang sesuai untuk keadaan Anda.

Bagaimana Cara Menggunakan Antibiotika?

Antibiotika dapat ditemukan dalam beberapa bentuk seperti:

  • Oral, yaitu antibiotika yang dikonsumsi melalui mulut (dimakan). Antibiotika jenis ini biasanya terdapat dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup
  • Topikal, yaitu antibiotika yang dioleskan secara langsung pada daerah luka. Antibiotika jenis ini biasanya terdapat dalam bentuk salep, lotion, semprot, atau tetes
  • Suntik, yaitu antibiotika yang dimasukkan langsung ke dalam aliran darah atau otot dengan cara disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau otot secara langsung atau melalui infus.

Satu hal yang perlu diingat adalah bagaimana cara menggunakan suatu antibiotika, seperti berapa kali harus dikonsumsi dalam satu hari dan selama berapa lama. Bertanyalah pada dokter atau apoteker mengenai cara penggunaan antibiotika yang Anda konsumsi.

Dianjurkan agar Anda menghabiskan dosis antibiotika yang telah diberikan oleh dokter Anda, walaupun Anda mungkin telah merasa lebih baik untuk menghindari kemungkinan terjadinya resistensi obat.

Selain itu, perhatikan juga cara penyimpanan antibiotika yang Anda gunakan (misalnya harus dimasukkan ke dalam kulkas) dan apakah antibiotika tersebut harus dikonsumsi pada keadaan tertentu (misalnya beserta makanan) karena hal ini dapat mempengaruhi efektivitas dan proses penyerapan antibiotika yang Anda gunakan.

Apa Gejala Alergi Terhadap Antibiotika?

Beberapa orang mungkin dapat mengalami reaksi alergi setelah mengkonsumsi suatu jenis antibiotika tertentu. Beberapa gejala alergi yang mungkin timbul adalah:

  • Sesak napas
  • Timbulnya suatu bercak kemerahan pada kulit
  • Timbul bentol-bentol kemerahan pada kulit
  • Rasa gatal pada kulit
  • Pembengkakan pada bibir, wajah, atau lidah
  • Pingsan

Reaksi alergi terhadap antibiotika, baik reaksi alergi ringan maupun berat paling sering disebabkan oleh penisilin. Walaupun jarang, beberapa orang mungkin dapat mengalami suatu reaksi alergi berat (anafilaksis), yang dapat membahayakan keselamatan jiwanya. Beritahukanlah pada dokter Anda bila Anda menderita alergi terhadap suatu jenis antibiotika tertentu.

Efek Samping Antibiotika

Beberapa efek samping yang sering terjadi saat menggunakan antibiotika adalah:

  • Tinja menjadi lunak atau mengalami diare
  • Gangguan saluran pencernaan ringan

Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami beberapa efek samping di bawah ini, yaitu:

  • Muntah
  • Diare cair berat dan kram perut
  • Reaksi alergi
  • Timbulnya bercak kemerahan pada kulit
  • Rasa gatal pada vagina atau keluarnya cairan abnormal dari vagina
  • Terbentuknya bercak keputihan pada lidah

Selain itu, antibiotika mungkin dapat mengalami reaksi interaksi dengan obat-obatan tertentu lainnya. Pastikan dokter Anda mengetahui obat apa saja yang Anda gunakan sebelum memberikan suatu jenis antibiotika pada Anda.

Apa Itu Resistensi Terhadap Antibiotika?

Resistensi obat (antibiotika) biasanya terjadi saat suatu jenis bakteri tidak lagi berespon terhadap pemberian satu atau beberapa jenis antibiotika tertentu. Hal ini dapat terjadi akibat penggunaan antibiotika yang tidak tepat.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya resistensi terhadap antibiotika adalah:

  • Mutasi bakteri. Resiko ini meningkat bila seseorang tidak menghabiskan antibiotika yang telah diberikan oleh dokter
  • Beberapa jenis antibiotika dapat membunuh flora normal di dalam tubuh dan membuat bakteri yang resisten terhadap antibiotika tersebut justru bertambah banyak dan menggantikan flora normal tubuh tersebut
  • Penggunaan antibiotika secara berlebihan

Beberapa jenis bakteri yang telah diketahui memiliki resistensi terhadap suatu jenis antibiotika tertentu adalah:

  • Meticillin-resistant Staphylococcus aureus ( MRSA)
  • Clostridium difficile (C. diff)
  • Bakteri yang menyebabkan multi-drug-resistant tuberculosis (MDR-TB)

Memberikan antibiotika pada orang yang menderita flu atau batuk juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotika karena antibiotika sebenarnya tidak berguna bila digunakan untuk melawan infeksi virus.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store