Apakah Anak Saya Korban Bullying?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

457

Bullying atau tindakan kekerasan yang terjadi pada anak atau remaja menjadi permasalahan yang semakin serius belakangan ini. Yang mengkhawatirkan bullying tidak hanya terjadi di sekolah dasar saja namun sekarang sudah terjadi di sekolah menengah atas atau bahkan perguruan tinggi. Meskipun kasus bullying ini sering terjadi, masih ada pihak-pihak, terutama pihak sekolah, yang menganggap sepele hal ini atau bahkan menutup-nutupinya.

Tahukah Anda, jika tidak ditangani dengan serius, selain menyebabkan adanya korban jiwa, perilaku bullying ini ternyata memberikan dampak psikologis yang buruk bagi anak maupun remaja?

Sebenarnya apa sih bullying itu?

Bullying adalah salah satu bentuk serangan yang dilakukan oleh satu atau beberapa orang dengan tujuan mengintimidasi, melecehkan, atau menyakiti seseorang. Pada anak-anak, bullying biasanya dilakukan oleh anak-anak yang relatif lebih kuat pada anak-anak yang cenderung lebih lemah, berbeda, atau bahkan penyendiri.  Beberapa jenis bullying antara lain yaitu :

  1. Bullying dalam bentuk fisik, yaitu ketika seseorang memukul, mendorong, menendang atau menghancurkan barang-barang.
  2. Bullying dalam bentuk verbal, yaitu perkataan yang mengarah pada melecehkan, menyindir atau memberikan komentar-komentar yang tidak pantas yang tujuannya untuk menyakiti atau melecehkan.
  3. Bullying secara psikologis dan sosial, seperti menyebarkan gosip yang membuat orang dikucilkan, mengeluarkan gurauan yang mengolok-olok, ataupun mengasingkan seseorang secara social.
  4. Cyberbullying, yaitu bullying yang menggunakan dunia maya, biasanya lewat email, website, media sosial, hingga pesan-pesan singkat.

Anak atau remaja yang mengalami bullying biasanya tidak mau menceritakan masalah mereka karena rasa takut ataupun malu. Tapi sebenarnya ada tanda-tanda yang bisa orang tua kenali ketika anaknya terkena bullying.

  1. Anak/remaja menjadi sangat sensitif, lebih mudah marah, atau tersinggung. Ini disebabkan karena anak cenderung merasa tertekan oleh lingkungannya.
  2. Dikucilkan dari pergaulan. Anak-anak korban bullying biasanya penyendiri, sering merasa kesepian. Tak jarang, mereka juga sulit untuk menahan tempramen dan emosi mereka.
  3. Cenderung gelisah ketika menghadapi situasi tertentu, seperti ketika akan berangkat sekolah atau melewati sekolah mereka. Akibatnya, lama-kelamaan prestasi anak bisa menurun.
  4. Anak-anak korban bullying biasanya pasif. Mereka akan pasrah ketika menghadapi berbagai situasi dan mereka akan membiarkan orang lain mengontrol perilaku mereka tanpa adanya perlawanan.
  5. Anak menjadi tidak berdaya dan rendah diri

Dari gambaran diatas terlihat jelas bahwa perilaku bullying ini memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental anak maupun remaja. Mereka yang terkena bullying cenderung merasa tertekan dan mengalami depresi hingga timbul pemikiran untuk bunuh diri. Beberapa remaja bahkan ada yang sampai menggunakan zat-zat terlarang atau alhokol untuk mengalihkan rasa sakit yang mereka alami akibat bullying. Karenanya, Anda sebagai orang tua harus lebih peka terhadap emosi dan tingkah laku anak, agar tindakan bullying yang dialami anak Anda dapat segera dikenali dan tidak memberikan efek yang berkepanjangan bagi anak atau remaja. (RH)

Daftar Pustaka

  1. Boyle, D. J. (2005). Youth Bullying: Incidence, impact, and interventions. Journal of the New Jersey Psychological Association, 55 (3), 22-24

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store