Apakah Bayi Yang Sudah Bisa Makan Masih Butuh Minum Susu ?

128

Saat bayi kesayangan Anda sudah berusia 1 tahun maka biasanya kebiasaan minum susu akan berkurang karena sudah mulai makan beberapa jenis makanan. Padahal ternyata kebiasaan minum susu ini adalah hal yang penting. Bahkan WHO merekomendasikan untuk Anda para ibu agar menyusui sampai bayi usia 2 tahun. Hal ini dikarenakan susu memiliki kandungan nutrisi yang penting.

 

Berikut Kandungan Nutrisi Susu Yang Dibutuhkan Bayi Anda:

Kalsium

Susu dan produk susu lainnya menyediakan sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang yang sehat. 1 cangkir susu memasok 300 miligram kalsium. Balita membutuhkan sekitar 500 miligram per hari. Yogurt dan keju serta makanan yang diperkaya kalsium seperti jus jeruk dapat memenuhi kebutuhan kalsium anak Anda.

 

Vitamin D

Susu yang difortifikasi memasok vitamin D, yang dibutuhkan balita Anda untuk membantunya menyerap kalsium. Balita yang tidak mendapatkan cukup vitamin D dapat mengalami rakhitis, penipisan tulang yang bisa menyebabkan bungkuk dan nyeri. Bayi yang diberi ASI yang tidak mengonsumsi suplemen vitamin D setelah usia 6 bulan berisiko kekurangan vitamin D, terutama jika berkulit gelap, tidak terkena sinar matahari yang cukup atau memiliki ibu kekurangan vitamin D.

 

Menyediakan Lemak

Balita membutuhkan lemak untuk pertumbuhan persarafan yang optimal, meski anak sudah konsumsi makanan yang mengandung lemak. Namun masih memerlukan susu, susu utuh mengandung 4 persen lemak. Setelah usia 2 tahun, Anda bisa memberi makan susu rendah lemak kepada balita Anda, namun jangan beri susu skim.

 

Penggantian Susu

Balita tertentu tidak bisa minum susu apapun, tapi mereka bisa memenuhi kebutuhan nutrisi untuk kalsium dan lemak dengan cara lain. Dua faktor yang dapat mempengaruhi asupan susu balita adalah alergi susu dan intoleransi laktosa. Sekitar 2,5 persen balita di bawah usia 3 tahun memiliki alergi susu, menurut Stanford School of Medicine.

 

Intoleransi laktosa terjadi pada orang yang kekurangan enzim laktase, yang memecah gula susu laktosa. Intoleransi laktosa jarang terjadi sebelum usia 2 tahun, Dr. Richard Grand of Children’s Hospital Boston menjelaskan. Balita dengan alergi susu atau intoleransi laktosa dapat minum susu kedelai yang diperkaya kalsium atau sumber susu alternatif lainnya. Jus yang diperkaya dengan kalsium dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium balita Anda.