Apakah Boleh Makan Kacang Saat Hamil?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

235

Kehamilan merupakan saat-saat di mana Anda memiliki begitu banyak hal yang harus dihindari dan dilakukan seperti konsumsilah suplemen asam folat, jangan merokok, berolahragalah secara teratur, jangan mandi dengan menggunakan air panas. Begitu pula saat Anda berbicara mengenai makanan apa yang boleh dan tidak boleh Anda konsumsi selama kehamilan berlangsung.

Hingga beberapa tahun belakangan ini, para ahli di Amerika menyarankan agar para ibu hamil menghindari konsumsi berbagai jenis makanan yang dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi, terutama bila sang ibu memiliki riwayat alergi. Para ahli menganjurkan para calon ibu ini untuk menghindari konsumsi kacang, susu, telur, dan bahkan ikan selama kehamilan berlangsung hingga proses menyusui selesai.

Akan tetapi, seiring dengan semakin majunya teknologi dan ilmu kedokteran, para ahli menemukan bahwa angka kejadian terjadinya reaksi alergi terhadap makanan, terutama kacang, justru meningkat setelah para ahli membuat rekomendasi di atas.

Berdasarkan berbagai penelitian, para ahli menemukan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa menghindari beberapa jenis makanan tertentu seperti susu dan telur selama kehamilan berlangsung dapat mempengaruhi resiko terjadinya reaksi alergi pada bayi mereka serta hanya sedikit bukti yang ditemukan mengenai hubungan menghindari konsumsi kacang dan penurunan resiko terjadinya reaksi alergi terhadap kacang pada bayi mereka.

Para ahli sekarang ini justru menyarankan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa para ibu hamil tidak perlu menghindari berbagai jenis makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi tersebut (bila Anda tidak menderita alergi terhadap berbagai jenis makanan tersebut tentunya). Karena ternyata mengkonsumsi makanan tersebut justru memiliki beberapa manfaat.

Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini menemukan bahwa saat ibu yang tidak menderita alergi terhadap kacang mengkonsumsi kacang sebanyak 5 kali atau lebih dalam seminggu, bayi mereka pun lebih jarang mengalami reaksi alergi terhadap kacang.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, para ahli pun memiliki pemikiran baru yaitu dengan memperkenalkan berbagai jenis makanan tersebut sejak dini mungkin justru dapat membantu para bayi untuk mentoleransi makanan tersebut dan menurunkan resiko terjadinya reaksi alergi pada para bayi tersebut.

Akan tetapi, bila Anda memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami reaksi alergi atau justru diri Anda sendiri yang pernah mengalami reaksi alergi, maka kemungkinan anak Anda untuk mengalami reaksi alergi pun menjadi lebih tinggi.

Selain mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi, terdapat satu hal lain yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan resiko anak Anda menderita alergi, yaitu dengan mengkonsumsi probiotik seperti yogurt pada trimester terakhir kehamilan dan selama menyusui. Akan tetapi, sebelum Anda mencobanya akan lebih baik bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan Anda.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOSĀ App Store