Apakah buah utuh lebih baik dari jus buah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

136

Mengonsumsi buah secara utuh (tanpa diolah) dianggap sebagai cara terbaik mendapatkan manfaat penuh buah. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa di jaman yang serba cepat ini, jus buah adalah salah satu alternatif pilihan dalam mengkonsumsi buah-buahan karena tidak perlu dicuci, dikelupas kulitnya atau diiris menjadi bagian kecil. Namun, jus buah kemasan memiliki masa pakai (expired date) yang lebih lama karena dicampur dengan bahan pengawet. Disisi lain buah-buahan alami dan segar, tidak bisa bertahan untuk durasi yang lebih lama. Jadi, manakah yang terbaik?

 

Jus Buah: Waktu Konsumsi yang Lebih Cepat, Fiber yang Lebih Sedikit

Jus buah kemasan atau jus dari buah asli meskipun enak dan menyegarkan, tidak sepenuhnya sehat seperti buah utuh. Ketika buah utuh diperas untuk membuat jus, beberapa nutrisi, terutama serat dan vitamin yang larut dalam air, hilang dalam prosesnya. Lebih banyak gula tanpa serat menjadikan konsentrat ini tidak sehat. Sedangkan ketika mengonsumsi buah utuh kita menyerap nutrisi, serat, dan juga gula.

 

Jus adalah karbohidrat sederhana dan akan dicerna lebih cepat, sedangkan buah utuh memiliki serat dan dicerna secara perlahan-lahan akan membuat Anda kenyang untuk durasi yang lebih lama. Buah adalah salah satu sumber serat makanan terbaik dan tidak hanya membantu menurunkan berat badan dengan membantu Anda merasa kenyang tetapi juga untuk jantung dan kesehatan pencernaan. Ketika Anda membuat jus buah, Anda menghilangkan semua serat yang menjadi ciri kunci buah yang sehat.

 

Menurut sebuah penelitian makan buah dalam berbagai bentuk (jus apel, saus apel, apel utuh), didapatkan bahwa versi jus memiliki rangking terakhir dalam kemampuan untuk meningkatkan rasa kenyang. Sementara itu, makan buah utuh meningkatkan rasa kenyang dengan jumlah kalori 15 persen lebih rendah!

 

Buah Utuh Menurunkan Risiko Diabetes Melitus Tipe II, Jus Buah Justru Sebaliknya.

Konsumsi lebih banyak buah utuh, terutama blueberry, anggur, dan apel, secara signifikan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Orang yang mengkonsumsi setidaknya dua porsi setiap minggu dari buah utuh dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebanyak 23 persen dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi kurang dari satu porsi per bulan. Sebaliknya, mereka yang mengonsumsi satu atau lebih porsi jus buah setiap hari meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebanyak 21 persen.

 

Indeks glikemik buah-buahan (ukuran seberapa cepat karbohidrat dalam makanan dapat meningkatkan gula darah) tidak terbukti menjadi faktor yang signifikan dalam menentukan hubungan buah dengan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, indeks glikemik yang tinggi pada jus buah, membuat jus buat dapat melewati sistem pencernaan lebih cepat daripada buah kaya serat – dapat menjelaskan hubungan erat antara konsumsi jus dan peningkatan risiko diabetes.

 

Saya Memiliki Hipertensi, Mana yang Lebih Baik, Buah Utuh atau Jus?

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular melalui pengaturan tekanan darah yang lebih rendah, namun, hasil dari penelitian terbaru menunjukkan baha tidak ada hubungan yang konsisten antara tekanan darah dan konsumsi buah (utuh) ataupun jus buah. Jenis buah tertentu yang mengandung berbagai nutrisi dapat memiliki pengaruh yang berbeda pada tekanan darah.

 

Catatan: Subyek penelitian dengan tekanan darah yang tinggi, penyakit kardiovaskular, atau diabetes mungkin telah mengadopsi gaya hidup dan pola diet yang lebih sehat, termasuk asupan buah yang lebih tinggi. Penting dipahami bahwa konsumsi buah-buah dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan resiko penyakit dibandingkan tidak mengkonsumsi secara rutin. Maka, mari mulai hidup lebih sehat dengan buah-buahan! (TYA)

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Amy Roeder. 2013. Skip the juice, go for whole fruit. The Harvard Gazette.
  2. Oude Griep, L. M., Stamler, J., Chan, Q., Van Horn, L., Steffen, L. M., Miura, K., Ueshima, H., Okuda, N., Zhao, L., Daviglus, M. L., Elliott, P., INTERMAP Research Group (2013). Association of raw fruit and fruit juice consumption with blood pressure: the INTERMAP Study. The American journal of clinical nutrition97(5), 1083-91.

 


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store