APAKAH JAMU TERMASUK SUPLEMEN MAKANAN?

18

Jamu merupakan salah satu racikan orang Indonesia yang sudah sejak lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat secara luas dari berbagai generasi. Bahannya yang terbuat dari alam tanpa penambahan sintetik membuat olahan herbal ini banyak diminati. Berbagai manfaat diambil oleh masyarakat, diantaranya dimanfaatkan untuk suplemen makanan. Benarkah demikian? Sebelum menjawab pertanyaan ini sebaiknya kita mengenal lebih dahulu tentang suplemen makanan.

Pengertian suplemen makanan

Kita pasti sudah sering mendegar kata suplemen makanan baik dalam iklan komersial atau dari berbagai tempat. Sebenarnya, apa itu suplemen makanan? Ada beragai pendapat dari para ahli mengenai arti dari suplemen makanan. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM, suplemen makanan adalah produk yang digunakan untuk melengkapi makanan, mengandung satu atau lebih bahan yaitu vitamin, mineral, tumbuhan atau olahan dari tumbuhan, asam amino, bahan yang digunakan untuk meningkatkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) atau konsentrat, metabolit, konstituen, ekstrak atau kombinsi dari beberapa bahan tersebut. Jadi, suplemen makanan itu bisa berasal dari bayak hal namun harus mengandung beberapa zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Jika digolongkan berdasarkan asalnya, maka suplemen juga berasal dari tumbuhan dalam hal ini disebut juga jamu.

Apakah semua orang membutuhkan suplemen makanan?

Jawabannya tentu saja tidak. Zat gizi yang diperlukan oleh tubuh sebenarnya dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan seimbang setiap hari. Namun ada beberapa orang yang memerlukan tambahan suplemen makanan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

  1. Wanita hamil dan menyusui yang memerlukan tambahan asam folat
  2. Orang-orang yang memiliki asupan kalori sangat rendah terkadang membutuhkan tambahan vitamin misal vegetarian
  3. Pasien dalam pengobatan jangka panjang membutuhkan tambahan vitamin tertentu
  4. Bayi baru lahir memerlukan tambahan vitamin K dalam dosis tunggal untuk mencegah perdarahan abnormal
  5. Orang-orang dengan gaya hidup tertentu misal perokok berat, alkoholik, hingga atlet membutuhkan tambahan suplemen

Terlalu banyak mengonsumsi suplemen makanan yang sesungguhnya tidak sedang dibutuhkan oleh tubuh juga berbahaya, Natrium misalnya, salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur kadar air di dalam tubuh termasuk ke darah dan sel tubuh, jika kekurangan natrium akan menyebabkan kehilangan nafsu makan hingga kejang. Sedangkan kelebihan natrium juga berakibat fatal karena akan menyebabkan keracunan, pembengkakan, hingga darah tinggi. Jadi, walaupun jamu termasuk suplemen makanan, namun bukan berarti saat ini tubuh anda membutuhkannya sebagai suplemen makanan. Pelajari terlebih dahulu kandungan dari bahan jamu dan seberapa banyak kebutuhan harian tubuh terhadap zat yang terkandung di dalamnya karena setiap orang membutuhkan kebutuhan yang berbeda. (ITA)

Sumber: