Apakah Konsumsi Timun Dapat Menyebabkan Keputihan?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

162

Keputihan merupakan suatu kondisi umum yang sering dikeluhkan oleh sebagian besar wanita. Padahal keputihan merupakan salah satu kondisi normal tubuh dimana sel kelenjar pada vagina memproduksi lendir yang fungsinya untuk melumasi dinding vagina sehingga tetap bersih dan lembab serta melindungi dari infeksi.

Keputihan yang normal biasanya memiliki ciri berwarna jernih atau kadang agak putih, berlendir, lengket, dan tidak berbau. Produksi lendir vagina atau keputihan ini juga bervariasi pada setiap orang. Biasanya keputihan muncul dengan jumlah yang lebih banyak saat kehamilan atau pada kondisi tertentu seperti saat stres, masa subur, atau saat melakukan aktivitas seksual.

Banyak wanita yang menghindari konsumsi timun karena mengira timun dapat menyebabkan timbulnya keputihan. Padahal timun mengandung banyak vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Produksi mukus atau lendir pada vagina tidak akan meningkat karena konsumsi timun, namun dikarenakan kondisi lain yang sudah dijelaskan diatas. Hingga saat ini masih belum ada studi yang membuktikan bahwa timun dapat menyebabkann keputihan pada wanita.

Di sisi lain, wanita juga harus lebih mewaspadai keluhan keputihan yang tidak normal. Biasanya lendir vagina yang tidak normal memiliki ciri-ciri berbau amis, konsistensi putih pekat seperti susu, diikuti rasa nyeri atau gatal pada kemaluan. Penyebab keputihan yang tidak normal ini adalah infeksi bakteri, jamur, atau parasit.

Tidak sedikit wanita yang mengira keputihan disebabkan oleh kurang bersihnya daerah kewanitaan, sehingga menggunakan produk sabun pada daerah kewanitaan. Membersihkan daerah kewanitaan dengan sabun pembersih tidak disarankan untuk dilakukan. Alasannya adalah karena sabun memiliki tingkat keasaman yang berbeda dengan keasaman pada vagina. Hal ini dapat menyebabkan flora normal yang ada pada vagina berkurang sehingga menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke dalam vagina.

Penggunaan pantyliner secara rutin juga dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Apalagi biasanya wanita mengganti pantyliner dalam waktu yang lama. Padahal pantyliner ini merupakan media yang baik pagi perkembangan kuman.

Untuk mencegah timbulnya keputihan yang tidak normal, maka dapat dilakukan cara antara lain keringkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau buang air besar, gunakan celana dalam berbahan katun yang nyaman dan tidak ketat, selain itu jangan lupa konsumsi makan makanan sehat seperti sayur dan buah dan juga rajin berolah raga (DEN).

Referensi :

https://nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/

https://medlineplus.gov/ency/article/003158.htm

https://webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store