APAKAH PEKERJAAN DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT KULIT?

3

Penyakit kulit akibat kerja merupakan hal yang sering terjadi, dan bahkan di Eropa penyakit ini menduduki 3 besar penyakit yang dikeluhkan oleh para pekerja. Paparan terhadap faktor risiko kimia, fisik, dan biologis dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit, meskipun beberapa faktor individu (genetik) juga mempengaruhi hasilnya. Sebagian besar penyakit dalam kelompok ini berkaitan dengan pekerjaan basah, paparan bahan kimia di tempat kerja dan radiasi ultraviolet yang tinggi dari matahari.

Apa saja jenis penyakitnya?

  • Dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak terdiri dari dermatitis kontak iritan dan dermatitiskontakalergi, tergantung dari penyebabnya. Penyakit kulit akibat kerja yang paling umum (sekitar 50-80% kasus) adalah dermatitiskontakiritan, yaitu merupakan peradangan yang terjadi pada kulit yang terpapar dengan zat kimia, sekitar 5x lebih sering daripada dermatitiskontakalergi. Bahan kimia umum seperti asam, basa, pelarut organik dan deterjen merupakan penyebab tersering dari dermatitiskontakiritan. Gejalanya berupa kulit kering, ruam merah terbakar (eritema) dan pembengkakan (edema) hingga timbulnya bula (lepuh), nekrosis, dan terkelupas (deskuamasi) pada kasus yang lebih parah.

  • Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergiterjadi setelah proses sensitisasi yang lama terhadap suatu bahan kimia. Gejalanya sangat mirip dengan dermatitis kontak iritan, meskipun gatal lebih dominan daripada rasa terbakar, dan lesi tidak terbatas hanya pada bagian kulit yang terpapar tetapi mungkin terjadi pada bagian yang tidak terpapar juga. Penyebab yang umum adalah bahan logam, karet, resin, pestisida, bahan pengawet, pakan ternak, dan tanaman.

  • Penyakit infeksi kulit

Beberapa agen penyebab infeksi dapat menular melalui berbagai sumber selama bekerja, termasuk hewan di tempat kerja (zoonosis). Penyakit kulit seperti furunkel, impetigo, ektima, erisipelas, dan selulitis yang disebabkan oleh bakteri dapat terjadi pada mereka yang bekerja di lingkungan kotor (misalnya, mekanik mobil, pembersih saluran pembuangan limbah), dan di mana luka kecil pada kulit sering terjadi (misalnya, tukang daging, pekerja rumah jagal, pemesinan logam), atau pada pekerja yang mungkin berhubungan dengan orang yang terinfeksi (misalnya, perawat, penata rambut, pekerja salon manikur).

  • Kanker kulit karena paparan bahan kimia

Pitch, tar, jelaga, antrasena, parafin mentah, karbazol, dan produk destilasi tar batubara dapat menyebabkan perubahan pada epidermis kulit. Perubahan pada kulit ini dapat memicu perkembangan kanker sel basal dan kanker sel skuamosa. Selain itu, senyawa arsenik dapat menyebabkan pigmentasi kecoklatan dan bercak bersisik yang kasar (keratosis).

Bagaimana cara mencegahnya?

  1. Hindari

Hindari kontak dengan menyingkirkan bahan berbahaya tersebut dan menggantikannyadengan bahan lain yang lebih aman.

  • Lindungi

Jika kontak tidak dapat dihindari, gunakan alat pelindung diri yang cocok, seperti sarung tangan. Usahakan untuk selalu mencuci tangan dan mengeringkannya terutama sebelum makan & minum, sebelum mengenakan sarung tangan, dan jika kulit terkena kontaminasi. Gunakan pelembab kulit terutama setelah seharian bekerja.

  • Periksakan

Segera periksakan kulit jika terdapat tanda-tanda gatal, kering atau merah. Semakin dini masalah kulit dikenali dan diobati, semakin besar kemungkinan penderita akan pulih sepenuhnya. Pemeriksaan dapat menunjukkan apakah standar kontrol kesehatan dan keselamatan kerja pada tempat pekerjaan telah tercapai, sehingga jika terjadi penyakit pada pekerja, mungkin diperlukan peningkatan kontrol.(BEL)

Sumber:

  1. Held E, Mygind K, Wolff C, Gyntelberg F, Agner T. 2002. Prevention of work related skin problems: an intervention study in wet work employees. Occupational and Environmental Medicine, 59(8), 556-561. Available at: https://oem.bmj.com/content/59/8/556
  2. Health and Safety Executive. Skin at work. Available at: http://www.hse.gov.uk/skin/employ/index.htm
  3. Peate, WF. 2002. Occupational Skin Disease. American Family Physician, 66(6), 1025-1033. Available at: https://www.aafp.org/afp/2002/0915/p1025.html
  4. Kohánka, V & Kudász, F. 2017. Work-related skin diseases. Available at: https://oshwiki.eu/wiki/Work-related_skin_diseases