ATASI KESELEO DENGAN RICE

49

Keseleo atau dalam bahasa kedokteran kadang disebut cedera engkel merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Karena nyerinya yang teramat sangat, dan jugacedera yang terjadi pada engkel menyebabkan gangguan berjalan yang kadang dapat terjadi hingga berminggu-minggu. Keselo dapat terjadi akibat banyak hal mulai dari olahraga berat seperti futsal, basket, atau rugby, hinga aktivitas-aktivitas hobi lain seperti mendaki. Kadang cedera engkel juga terjadi karena berjalan di jalan yang tidak rata, terdapat lubang, atau celah, atau terjatuh dari kendaraan. Oleh karena seringnya cedera ini terjadi, kita harus mengetahui tatalaksana awalnya.

Cedera engkel dalam bahasa Inggris disebut ankle sprain. Hematnya, sprain yang terjadi pada ankle. Sprain sendiri adalah sebuah jenis cedera yang mengenai ligament. Ligamen adalah sebuah jaringan elastis yang menghubungkan otot dengan tulang. Ligamen biasanya panjang dan tipis, maka dari itu ligament juga rentan cedera. Sprain merupakan cedera ligament yang dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh, yang paling umum adalah pada tangan, ibu jari, dan engkel. Saat terjadi sprain ligament dapat tertarik, separuh robek (partial tear) atau robek seluruhnya (complete tear). Untuk memudahkan mengetahui keselo ini parah atau tidak dapat dilihat dari tiga faktor. Faktor tersebut adalah bengkak, nyeri, dan kemampuan engkel untuk digerakkan. Jika bengkak dan nyeri dirasakan parah, dan engkel tidak mampu digerakkan maka cedera tersebut parah, sehingga harus segera dibawa ke dokter. Namun jika cedera yang terjadi ringan, terapi dapat langsung dimulai sendiri. Untuk mempermudah mengingat terapi, kita singkat dengan RICE. RICE artinya rest, ice, compression, elevation.

  • Rest, berarti istirahatkan engkel yang mengalami cedera. Rest juga berarti selama 48-72 jam awal seteah terjadinya cedera, engkel tidak boleh digunakan sama sekali, terutama untuk berjalan. Oleh karena itu pasien terkadang diminta untuk menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalan. Hindari memberikan beban (termasuk dengan berjalan) pada engkel yang mengalami cedera. Jika Anda seorang atlet, Anda tetap dapat berlatih namun dengan tetap mengistirahatkan engkel yang cedera. Misal di atas speda stasis namun tanpa menggunakan engkel yang cedera.
  • Ice berarti es. Dinginkan area yang terkena dengan menempelkan es pada engkel. Pemberian es harus dilakukan secepat mungkin, dan berikan selama 15-20 menit sebanyak empat sampai delapan kali serhai untuk dua hari pertama setelah terjadi engkel hingga bengkak menghilang. Perhatikan juga bahwa es tidak perlu diberkan terlalu lama karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
  • Compress yaitu tekan area menggunakan elastic bandage. Hal ini untuk melakukan imobilisasi pada engkel sehingga engkel akan lebih cepat sembuh. Namun perlu diperhatikan bahwa tujuan yang ingin dicapai adalah imobilisasi, tidak perlu terlalu ketat. Pemakaian bandage yang terlalu ketat dapat menyumbat aliran darah.
  • Elevation angkat kaki dengan tinggi melebihi jantung. Hal ini akan membawa darah kembali ke jantung dan menurunkan pembengkakan.

 (RPG)

Sumber

MAYO CLINIC. 2018. MAYO CLINIC. [online]. [Accessed 29 AUGUST 2019]. Available from World Wide Web: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sprained-ankle/symptoms-causes/syc-20353225>