Bagaimana Caranya Merawat Pasien TB Paru Di Rumah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

1618

Penyakit TB (Tuberculosis) Paru merupakan suatu penyakit berbahaya yang menyerang paru-paru dan disebabkan oleh infeksi bakteri “Mycobacterium tuberculosis”. Penyakit ini dapat menular dengan mudah, penularannya dapat terjadi melalui udara ketika penderita bersin ataupun batuk.  Apabila ada keluarga Anda yang menderita penyakit TB paru, perawatan penyakit sebagian besar dilakukan di rumah, kecuali apabila ada kondisi darurat yang mengancam nyawa seperti sesak hebat dan batuk darah yang masif.

Untuk merawat penderita TB di rumah, Anda harus mengetahui langkah-langkah perawatan yang benar dan memiliki kekebalan tubuh yang kuat. Berikut tips-tips sederhana yang dapat anda lakukan untuk merawat pasien TBC dirumah.

  1. Pisahkan makanan keluarga dengan penderita, berikan pengertian dengan baik dan lembut kepada penderita kenapa hal ini dilakukan.
  2. Pisahkan dan cuci sampai bersih alat makan yang digunakan penderita.
  3. Anda dapat tetap berinteraksi dengan penderita, namun pastikan pasien menggunakan masker. Lebih penting penderita yang menggunakan masker daripada kita yang berada di sekitar penderita. Penggunaan masker meminimalisasi kemungkinan tersebarnya bakteri saat pasien bersin atau batuk.
  4. Ingatkan penderita agar tidak membuang dahaknya sembarangan. Sarankan untuk membuang dahaknya di kloset, kemudian segera menyiramnya. Upayakan tempat membuang dahak pasien memiliki sirkulasi langsung dengan udara luar.
  5. Perbaiki sirkulasi udara yang derada di rumah terutama membuka jendela rumah.
  6. Biarkan ruang kamar penderita dan tempat tidur penderita terpapar sinar matahari langsung. Sinar matahari akan berfungsi sebagai “perangkat sterilisasi alami” bagi bakteri TB yang ada pada ruangan dan barang-barang pasien. Tempat yang lembab dan gelap adalah ekosistem yang menyenangkan bagi Mycobacterium tuberculosis untuk dapat bertahan selama bertahun-tahun lamanya.
  7. Awasi pemberian obat pada penderita, penderita harus mengonsumsi obat setiap hari. Pemberian obat diberikan dalam dua tahap yaitu tahap intensif (2 bulan pertama) dan tahap lanjutan. Pengobatan ini dilakukan selama 6 bulan tanpa terputus.
  8. Selalu konsultasikan perkembangan pasien dengan dokter ataupun petugas di Puskesmas.

Penderita TB Paru memang berpotensi menularkan penyakitnya kepada orang lain tetapi tentu saja hal itu bukanlah alasan untuk menjauhinya. Perawatan dan pengetahuan yang baik tentang penyakit ini akan membantu penderita untuk melawan penyakitnya. (RA/CM)

Daftar Pustaka

  1. https://rumahsehatterpadu.or.id/2016/09/26/jika-anggota-keluarga-terkena-tb-paru/
  2. https://ayotosstb.com/bukan-dihindari-ini-dia-cara-merawat-pasien-tb-yang-tepat-buat-millenials-180208n.html/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store