Bagaimana Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Menopause?

111

Berdasarkan sebuah penelitian, para wanita cenderung lebih sering mengalami berbagai gangguan tidur, mulai dari kurang tidur hingga rasa mengantuk di siang hari.

 

Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan hormonal yang dialami oleh para wanita. Gangguan tidur pun akan menyebabkan berbagai perubahan hormonal. Hal ini membentuk suatu siklus mematikan antara gangguan tidur dan perubahan hormonal.

 

Jadi saat kadar hormon wanita meningkat atau menurun seperti saat menstruasi, selama hamil, setelah melahirkan, dan terutama saat memasuki masa menopause; maka para wanita pun lebih rentan terhadap berbagai gangguan tidur. Saat seorang wanita memasuki masa menopause, maka terjadi perubahan hormonal yang dapat mengganggu tidur anda, bahkan lebih berat daripada saat menstruasi dan hamil.

 

Penurunan kadar estrogen dapat menyebabkan perubahan pada kualitas tidur seorang wanita, terutama bila anda sering mengalami hot flashes (tubuh terasa panas) selama masa perimenopause yang dapat berlangsung selama beberapa tahun.

 

Gangguan tidur akibat hot flashes ini biasanya terjadi pada awal tidur. Akan tetapi, saat anda telah benar-benar memasuki masa menopause (tidak mendapat menstruasi sama sekali), maka gangguan tidur yang anda alami pun akan semakin berkurang.

 

Bila anda mengalami hal ini, maka berkonsultasi dengan dokter anda merupakan langkah pertama yang harus anda lakukan untuk mengatasi gangguan tidur anda. Hal ini dikarenakan banyak hal lain selain perubahan hormonal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan tidur, terutama bila anda tidak dapat tidur sama sekali, maka kemungkinan besar gangguan tidur yang anda alami bukan disebabkan oleh perubahan hormonal.

 

Gangguan tidur akibat perubahan kadar hormonal dapat diatasi dengan pemberian estrogen dosis rendah. Selain itu, yoga dan meditasi juga dapat membuat anda tidur lebih nyenyak. Jika anda mengalami hot flashes, maka buatlah kamar tidur anda lebih dingin, gunakan baju yang lebih tipis, dan gunakan selimut yang lebih tipis saat tidur.

 

Sumber: webmd