BAHAYA BEROBAT KE SANGKAL PUTUNG

4

Cedera adalah hal yang umum. Paling banyak terjadi ketika berkendara di jalan raya dan tergolong kecelakaan lalu lintas. Cedera juga dapat terjadi saat melakukan hobi seperti naik gunung, berolahraga futsal, basket, ataupun olahraga lain seperti bela diri. Cedera juga dapat terjadi saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti saat mengepel lantai atau saat membersihkan kamar mandi. Setelah cedera terjadi, maka seseorang biasanya akan panik dan bingung. Kemudian rasa panik ini akan diperparah dengan nyeri yang amat sangat sehingga membuat pasien mudah impulsif dan mencari pengobatan segera dan tergesa-gesa. Hal ini juga terkadang diperparah dengan ucapan “mulut ke mulut” mengenai tempat terapi untuk cedera yang menjanjikan berbagai terapi yang cepat menghilangkan nyeri dan sembuh.

Sesungguhnya ucapan dari “mulut ke mulut” ini berbahaya karena tidak dapat dibuktikan kebenaran dan keamanannya. Hal ini diperparah jika tempat yang dituju tidak memiliki izin dan mempraktikkan terapi yang tidak jelas asal usul dan buktinya. Dokter dan tenaga medis memegang teguh prinsip “evidence based medicine”, yang berarti, terapi mau diagnosis yang dilakukan telah melewati serangkaian uji dan percobaan, mulai dari di laboratorium, pada hewan coba, maupun pada manusia. Setelah melewati uji tersebut, dan memberikan manfaat pada pasien, barulah terapi tersebut digunakan. Berbanding terbalik dengan dengan praktisi kesehatan alternatif yang tidak emiliki izin dan mempraktikkan terapi pengobatan yang tidak memiliki asal usul yang jelas dan dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Seorang dokter spesialis ortopedi, dr. Teddy Wardhana, Sp.OT mengatakan sebaiknya pasien yang mengalami cedera hingga patah tulang segera mengunjungi dokter untuk dilakukan diagnosis terlebih dahulu. Pasien biasanya enggan untuk datang ke dokter karena takut akan mahalnya biaya. Alasan kedua yang sering ditemui adalah takut dilakukan operasi. Untuk alasan biaya, sekarang pemerintah telah mewajibkan setiap warga negara Indonesia untuk mendaftarkan diri pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, masalah biaya dapat diatasi dengan melakukan pendaftaran dan membayar iuran. Sedangkan untuk alasan takut dioperasi, tidak semua patah tulang perlu dioperasi. Sebagian hanya perlu dilakukan pemasangan gips dan tulang dapat sembuh dengan sendirinya. Begitu juga dengan keputusan operasi, dokter akan menyerahkan lagi kepada pasien apakah pasien berkenan untuk melakukan operasi, jika pasien tidak berkenan maka operasi juga tidak akan dilakukan.

Selain itu patah tulang atau cedera yang tidak diobati dengan benar akan menyebabkan banyak komplikasi yang berbahaya, salah satunya adalah compartement syndrome. Compartement syndrome bisa terjadi jika patah tulang dipijat-pijat sehingga menyebabkan kaki menjadi bengkak. Bengkaknya kaki kemudian menjepit pembuluh darah sehingga aliran darah tidak lancar. Aliran darah yang tidak lancar menyebabkan kaki menjadi mati, dan pada beberapa kasus perlu dilakukan amputasi.

(RPG)

Sumber:

TRIBUN NEWS. 2015. Tribun News. [online]. [Accessed 2 September 2019]. Available from World Wide Web: <https://surabaya.tribunnews.com/2015/03/06/jika-patah-tulang-dokter-teddy-sarankan-jangan-asal-ke-sangkal-putung>