Bahaya Di Balik Batuk Darah

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

460

Sebagian besar orang pasti takut dan merasa khawatir jika mendengar atau bahkan mengalami batuk darah, tapi tidak sedikit juga yang masih bersikap tidak peduli padahal batuk darah dapat menjadi gejala dari suatu kondisi medis yang cukup serius. Sikap kurang peduli terhadap gejala batuk darah ini menunjukkan bahwa masih banyak yang belum memahami tentang kondisi ini. Nah, kali ini akan kita bahas secara tuntas tentang batuk darah. 

Apakah batuk darah ini umum terjadi?

Batuk darah atau Hemoptisis bisa dialami oleh semua orang dengan usia berapapun. Batuk berdarah pada usia muda bisa jadi bukan gejala penyakit serius bila segera ditangani. Namun kondisi ini bisa menjadi tanda berbahaya terutama bagi mereka yang berusia tua dan para perokok. Darah yang muncul dengan batuk sering terlihat berbuih karena bercampur dengan udara dan lendir, berwarna merah cerah atau berwarna kecoklatan.

Bagaimana batuk darah yang dianggap berbahaya?

Jumlah darah selalu berhubungan dengan severitas dari penyakitnya.

  1. Jika jumlah darahnya banyak, maka menandakan keadaan darurat. Apabila pendarahan tidak berhenti maka seseorang akan kehilangan banyak darah dan dapat kehilagan nyawanya. Kondisi ini bukan merupakan kondisi yang biasa. Anda harus segera ke rumah sakit!
  2. Jika jumlah darah sedikit, biasanya akibat pecahan pembuluh darah superfisial di saluran nafas dan bercampur dengan dahak. Kondisi ini bukanlah darurat tetapi sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Apa saja penyebab batuk darah?

Ada banyak kondisi medis yang dapat menyebabkan batuk darah yaitu:

  1. Infeksi saluran nafas (bronchitis, bronkiektasis)
  2. Bekuan darah di paru-paru
  3. Aspirasi paru-paru
  4. Kanker paru-paru atau tumor paru-paru non-ganas
  5. Penggunaan pengencer darah (antikoagulan)
  6. Pneumonia atau infeksi paru-paru lainnya
  7. Cystic fibrosis
  8. Gagal jantung kongestif, terutama karena stenosis mitral
  9. TB Paru
  10. Kondisi inflamasi atau autoimun
  11. Kelainan pembuluh darah paru
  12. Penggunaan Kokain
  13. Trauma, seperti luka tembak atau kecelakaan kendaraan bermotor

Batuk darah juga bisa berasal dari pendarahan di luar paru-paru dan saluran udara. Mimisan atau muntah darah yang parah dari lambung dapat menyebabkan darah mengalir ke tenggorokan (trakea). Darah kemudian terbatuk, dan muncul sebagai hemoptisis.

Bagaimana pengobatan batuk darah?

Menemui dokter dengan segera adalah satu-satunya pilihan Anda ketika hal ini terjadi. Jangan mencoba mengobatinya sendiri karena Anda tidak tahu penyebab pastinya sebelum dokter melakukan serangkaian pemeriksaan. Pengobatan batuk darah diberikan berdasarkan penyebabnya.

Berhenti merokok adalah sebuah anjuran mutlak untuk penderita batuk darah, mulailah membangun gaya hidup yang sehat dan berkosultasilah dengan dokter secara rutin apabila anda memiliki penyakit paru-paru agar tidak terjadi komplikasi ini. Tetaplah sehat dan berkarya! (LM/CM)

Referensi:

  1. Blood, C. (2018). Coughing up blood: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved from https://medlineplus.gov/ency/article/003073.htm
  2. Cold, F., Health, E., Disease, H., Management, P., Conditions, S., & Problems, S. et al. (2018). Coughing Up Blood: Causes, Tests, Treatments, and More. Retrieved from https://webmd.com/lung/coughing-up-blood#1
  3. Coughing Up Blood (Haemoptysis) | Causes, Diagnosis and Treatment. (2018). Retrieved from https://patient.info/health/cough-leaflet/coughing-up-blood-haemoptysis#nav-5

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store