BAHAYA KERJA LEMBUR BAGI KESEHATAN

101

Demi menyelesaikan tenggat waktu pekerjaan, banyak orang memilih bekerja lembur. Jumlah jam kerja yang dianggap normal dan masih dalam batas wajar adalah sekitar 40 jam per minggu. Secara umum, kerja lembur kerap dijadikan sebagai salah satu jalan pintas dalam menambah penghasilan. Tapi hati-hati, meski berpontensi menambah penghasilan, bahaya kerja lembur sering dikaitkan dengan munculnya beragam penyakit tertentu, terutama jika dilakukan secara berlebihan.

Berikut ini berbagai bahaya kerja lembur yang patut diwaspadai, antara lain:

  • Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

Kerja lembur kerap diidentikkan sebagai contoh karyawan teladan. Namun, kerja lembur juga bisa memunculkan penyakit berbahaya. Salah satunya adalah penyakit jantung. Dalam sebuah penelitian mengungkapkan, pekerja yang melakukan lembur selama tiga jam atau lebih setiap harinya berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular, seperti jantung, dan stroke.

  • Meningkatkan risiko terkena depresi

Risiko terkena depresi bagi mereka yang bekerja 11 jam atau lebih setiap hari cenderung meningkat dua kali lipat dibandingkan mereka yang bekerja 7-8 jam per hari. Jam kerja yang panjang tidak hanya menguras kemampuan fisik tubuh, tapi juga berdampak kepada kinerja otak. Jam kerja yang terlalu panjang akan mengikis waktu pekerja untuk menikmati waktu bersantai dan juga mengurangi jam tidur.

  • Meningkatkan risiko kecelakaan kerja

Saat bekerja lembur, seseorang dapat mengalami kelelahan dan sulit berkonsentrasi. Hal ini tentunya akan memengaruhi performa kerja dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja akibat bahaya kerja lembur. Bekerja lembur dapat meningkatkan risiko mengalami kecelakaan kerja atau melakukan kesalahan ketika bekerja hingga 2 kali lipat.

  • Meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2

Walaupun belum diketahui dengan jelas kaitan pasti antara bahaya kerja lembur dan munculnya diabetes, namun penelitian di beberapa negara menunjukkan bahwa mereka yang sering bekerja lembur memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2obesitas terkait diabetes, hingga risiko kematian lebih dini.

  • Meningkatkan risiko terkena kanker

Ketika bekerja lembur tubuh akan mengalami stres lebih tinggi, baik secara fisik maupun mental. Dalam jangka panjang, hal ini ternyata turut meningkatkan risiko seseorang terkena kanker. Faktor yang diduga berperan dalam meningkatnya risiko ini adalah adanya peradangan kronis, kebiasaan kurang sehat sewaktu kerja lembur, seperti merokok dan kurangnya waktu berolahraga karena harus bekerja lembur.

Meski bekerja lembur memiliki dampak negatif bagi kesehatan, bukan berarti seseorang tidak boleh melakukan kerja lembur. Walau bagaimanapun menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan adalah sebuah kewajiban. Buatlah semacam rencana kerja harian atau mingguan untuk menghindari keterlambatan penyelesaian kerja. Untuk menghindari bahayanya, lakukan kerja lembur sebatas untuk mengejar ketertinggalan. (REG/STE)

Sumber:

  1. Walsh N. Depression a hazard with long work days.  Everyday Health. 2012
  2. Kramer A. The health risks of long work weeks. WebMD. 2017

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store