Bahaya Kolesterol dan Pencegahannya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

312

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang sebagian besar diproduksi oleh hati dan
berfungsi untuk pembentukan membran sel, vitamin D dan hormon tertentu. Sumber
kolesterol berasal dari semua bahan makanan asal hewani, daging, telur, susu, dan hasil
perikanan, jaringan otak, jaringan saraf, dan kuning telur.

Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal, juga membantu pembentukan vitamin D, pembentukan sejumlah hormon contohnya hormon testosteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita, dan membantu asam empedu untuk mencerna lemak.. Kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi dimana kadar kolesterol total di dalam darah melebihi batas normal, yakni di atas 200 mg/dL. Apabila terus dibiarkan, maka kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya berbagai gangguan kesehatan, terutama serangan jantung dan stroke.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia
meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi
di negara berkembang. Dari seluruh kematian akibat penyakit kardiovaskuler 7,4 juta (42,3%) di antaranya disebabkan oleh Penyakit Jantung

Koroner (PJK) dan 6,7 juta (38,3%) disebabkan oleh stroke. Menurut laporan WHO pada tahun 2011, diperkirakan sekitar 35 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari batas normal yang baik untuk kesehatan. Artinya sepertiga penduduk Indonesia berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Faktanya, di Indonesia ada 25 dari 1.000 orang meninggal akibat kolesterol tinggi. Kematian terbesar akibat penyakit jantung, dimana sejak kurun waktu 2005 hingga 2015, penyakit jantung akibat kolesterol tinggi selalu menduduki peringkat atas dalam daftar penyakit penyebab kematian

Dampak kolesterol tinggi
Ketika kolesterol berlebihan mengendap pada dinding arteri, maka aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya bisa terhambat. Dengan kata lain, kolesterol tinggi
meningkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke ringan, stroke, dan serangan jantung. Sebanyak 40 persen, hiperkolesterolemia menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK). Kasusnya di Indonesia meningkat per tahunnya sebanyak 28 persen dan menyerang usia produktif (dibawah 40 tahun).

Kadar kolesterol yang tinggi juga dapat menyebabkan rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika seseorang mengalami stres atau melakukan kegiatan fisik yang berat. Selain itu, kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung koroner.

Jika tidak mengubah pola makan dan tidak berhenti merokok, penderita kolesterol
tinggi akan lebih berisiko terkena stroke atau penyakit jantung. Pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas kolesterol baik atau HDL untuk mengangkut timbunan lemak menuju hati. Akibatnya bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis. Selain itu, risiko penderita juga meningkat jika dia menderita hipertensi, diabetes, atau memiliki keluarga yang menderita penyakit jantung atau stroke.

Kolesterol tinggi juga bisa disebabkan oleh kondisi genetik (keturunan) yang disebut
dengan familial hypercholesterolaemia (FH). Kadar kolesterol penderita kondisi ini tetap
tinggi meski telah mengonsumsi makanan sehat.

Tanda dan gejala
Hiperkolesterolemia biasanya tidak menunjukkan gejala khas, seringkali seseorang
baru mengetahui terkena hiperkolesterolemia ketika mereka melakukan pemeriksaan
kesehatan ke pelayanan kesehatan atau karena keluhan lain. Hanya saja gejala yang sering
ditemui yaitu sering pusing di kepala bagian belakang, tengkuk dan pundak terasa pegal,
sering pegal, kesemutan di tangan dan kaki bahkan ada yang mengeluhkan dada sebelah kiri terasa nyeri seperti tertusuk. Kita sebaiknya melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah jika mempunyai berat badan berlebih, memiliki tekanan darah tinggi, berpenyakit diabetes, atau memiliki penyakit lainnya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Cara mencegah atau menurunkan kadar kolesterol

Pencegahan dilakukan atau menghambat timbulnya penyulit dengan tindakan deteksi dini
dan memberikan intervensi keperawatan sejak awal penyakit. Gaya hidup sehat sangat diperlukan dalam mengani kondisi kolesterol tinggi. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang adalah salah satu langkah utama yang bisa dilakukan dalam mencegah atau menurunkan kadar kolesterol. Kandungan lemak dalam makanan harus rendah. Cobalah ganti konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dengan buah-buahan dan sayur-sayuran, serta biji-bijian utuh (misalnya roti gandum utuh).

Dengan begitu, kadar kolesterol dalam tubuh akan tetap rendah. Selain diet sehat, segera
mulai melakukan olah raga secara rutin dan turunkan berat badan bagi yang mengalami
kelebihan berat badan.

Tidak kalah penting, hindari merokok.
Pengobatan masalah kolesterol yang dapat dilakukan yaitu dengan pengobatan secara
farmakolgis (dengan pemberian obat penurun kadar kolesterol) dan non-farmakologis
(dengan pengendalian berat badan, aktivitas fisik yang teratur, meninggalkan kebiasaan
merokok, mengurangi asupan lemak jenuh, serta peningkatan asupan serat).

Upaya yang lain telah dilakukan Kementerian Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah diantaranya dengan mesosialisasikan perilaku CERDIK.

1) Cek kesehatan secara berkala
2) Enyahkan asap rokok
3) Rajin beraktifitas fisik
4) Diet yang sehat dan seimbang
5) Istirahat yang cukup
6) Kelola stres

Selain itu, disarankan untuk melakukan pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan
kolesterol rutin atau minimal sekali dalam setahun di Fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat.


Tanya keluh sehatmu lewat aplikasi, install Pakdok sekarang click Andoid Google Play dan IOS App Store