Bahaya Membiarkan Infeksi Telinga Yang Berlanjut

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

242

Jangan pernah meremehkan infeksi pada telinga. Infeksi pada saluran telinga tengah yang mendadak dan berulang dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Salah satu komplikasi yang terjadi adalah kerusakan pada gendang telinga.

Gendang telinga merupakan salah satu organ yang ada di telinga bagian tengah. Organ ini memiliki fungsi penting dalam proses pendengaran manusia. Gendang telinga berfungsi untuk menghantarkan suara dari udara dan diubah menjadi aliran listrik saraf yang nantinya akan diterjemahkan oleh otak untuk menentukan suara apa itu.

Kerusakan gendang telinga ini dikenal dengan OMSK (Otitis Media Supuratif Kronik). OMSK bisa diartikan sebagai infeksi pada telinga tengah yang kronik serta mengeluarkan cairan. Cairan ini berasal dari gendang telinga yang rusak tadi.

OMSK terjadi di dunia pada 65 juta hingga 330 juta orang per tahun, dan 39 hingga 200 juta orang yang terkena atau 60%-nya memiliki gangguan pendengaran yang signifikan. Yang khas pada OMSK adalah kolesteatoma; kumpulan jaringan mati di dalam telinga. Kolesteatoma dapat terjadi sejak lahir (biasanya berada di belakang membran timpani yang utuh) atau diperoleh akibat infeksi pada saluran telinga yang berulang. Kolesteatoma ini yang merusak gendang telinga dan jaringan lain di sekitar telinga, seperti kulit, tulang, hingga pembuluh darah di telinga. Akibatnya, kuman infeksi dapat dengan mudah menyebar dan berpindah melalui jaringan yang telah rusak. Mikroorganisme yang paling sering ditemukan terkait dengan OMSK adalah Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. P. aeruginosa secara khusus terlibat dalam penyebab matinya jaringan tulang dan penyakit selaput lendir.

Gejala yang biasanya timbul pada OMSK adalah keluarnya cairan dari telinga yang berulang atau terus menerus selama 2 sampai 6 minggu. Sebelumnya biasanya mempunyai riwayat infeksi telinga yang berulang berulang, adanya luka pada telinga, atau penempatan tabung ventilasi. Biasanya, mereka tidak mengeluhkan adanya nyeri dan rasa ketidaknyamanan. Gejala umum yang dikeluhkan adalah kehilangan pendengaran di telinga yang sakit. Munculnya keluhan demam, pusing berputar, dan nyeri harus meningkatkan kekhawatiran tentang komplikasi kuman berpindah ke dalam otak. Riwayat OMSK yang terus menerus setelah perawatan medis yang tepat, biasanya dicurigai akibat penumpukan kolesteatoma yang tidak terlihat. Bentuk cairan yang keluar dari telinga bervariasi bentuknya. Cairan yang keluar dapat berupa cairan busuk, cairan nanah, atau cairan yang seperti keju, cairan bening atau cairan serum yang merupakan cairan kuning pucat dan transparan.

Fakto risiko yang berperan pada munculnya OMSK ada banyak dan bervariasi. Beberapa yang sering disebut adalah seringnya infeksi saluran napas atas dan keadaan sosioekonomi. Keadaan sosioekonomi yang mendukung munculnya OMSK seperti kawasan rumah yang terlalu padat penduduk, kebersihan yang jelek, serta nutrisi yang kurang baik. Pada anak-anak, faktor yang mendukung adalah penggunaan tabung tympanostomy atau alat bantu pada telinga, riwayat infeksi telinga berulang, saudara yang lebih tua yang mengalami infeksi telinga, dan dititipkan di tempat penitipan anak. Di negara berkembang, termasuk Indonesia faktor penting yang berperan adalah populasi yang kurang beruntung, kemiskinan, kepadatan penduduk, riwayat keluarga, paparan asap, dan menjadi penduduk asli daerah tersebut.

Perjalanan penyakit dari OMSK sendiri sangat susah untuk dipahami. Kerusakan dan lubang pada gendang telinga dapat menutup secara spontan di bagian yang tidak diketahui, tetapi tetap ada pada yang lain. Hal ini menyebabkan gangguan pendengaran ringan sampai sedang.  Apabila gangguan pendengaran terjadi terus-menerus pada anak selama dua tahun pertama kehidupan, maka akan meningkatkan ketidakmampuan belajar dan memperburuk kinerja selama sekolah.

Pengobatan OMSK biasanya efektif dengan menggunakan obat tetes telinga. Bila tidak mempan baru menggunakan obat minum. Kadang juga diperlukan tindakan bedah. Hal ini tergantung dengan kondisi pasien yang tentunya akan dinilai oleh dokter. Jangan sepelekan keluhan pada telinga sekecil apapun, segera konsultasikan pada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. (OMI/STE/CM)

Sumber

  1. https://emedicine.medscape.com/article/859501-treatment#showall
  2. https://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3412293/#BMJ_0507_G1
  3. https://uptodate.com/contents/ear-infections-otitis-media-in-children-beyond-the-basics#H5

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store