Bahaya Obat Kuat

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

131

Obat kuat pria yang lebih dikenal awam dengan nama dagang Viagra, Revatio dan dibawah nama dagang lainnya dengan kandungan kimia sildenafil sitrat, memang memiliki efek memperbaiki ereksi pria, karena dapat menambah waktu relaksasi otot polos penis menjadi lebih lama sehingga meningkatkan aliran darah ke bagian penis sehingga ereksi terjadi pada pria. Namun, apakah penambahan waktu ereksi dengan sildenafil ini aman?

Sildenafil ditemukan secara tidak sengaja oleh ahli kimia farmasi Pfizer’s Sandwitch yang mengkaji obat anti-hipertensi dan serangan jantung, namun dalam perjalanan uji klinis obat tersebut tidak banyak berpengaruh pada serangan jantung, tetapi dapat mendorong ereksi penis. Sildenafil disetujui oleh Food and Drug Administration dan dipasarkan dengan batasan hanya dengan resep dokter pada tahun 1999 sebagai obat anti disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk senggama yang memuaskan. Penyebab dari disfungsi ereksi ini multifaktorial, mulai dari gangguan saraf, psikologis, vaskular, hormonal, gangguan metabolik seperti diabetes, gagal ginjal, penuaan, serta radiasi. Ereksi dikontrol oleh rangsangan seksual yang terkait dengan visual, penciuman, pendengaran, taktil dan imaginasi, lalu merangsang pusat pengendalian hormon dan saraf yang memproduksi berbagai hormon dan memberikan sinyal untuk penis ereksi. Penanganan disfungsi ereksi dapat dilakukan bertahap mulai dari modifikasi faktor risiko dan penyebab, seperti gaya hidup, obat – obatan, dan hormonal didampingi dengan konseling dan edukasi seksual.

Sildenafil merupakan golongan obat keras yang hanya dapat dibeli dengan resep dokter berfungsi sebagai anti-disfungsi-ereksi, namun faktanya obat ini bisa didapatkan secara bebas, digunakan untuk memperpanjang ereksi saat senggama. Sildenafil bekerja sebagai relaksasi otot polos dan ereksi lebih lama. Popularitas sildenafil menyebabkan penggunaan rekreasi yang dipercaya meningkatkan libido, meningkatkan kinerja seksual, dan memperbesar penis secara permanen. Penelitian mengenai dampak penggunaan sildenafil terbatas menunjukkan pengaruh kecil bila digunakan pada mereka yang tidak menderita disfungsi ereksi. Dalam uji klinis, efek samping penggunaan sildenafil termasuk sakit kepala, mual, gangguan penggelihatan dan penciuman. Food and Drug Administration tahun 2005 menemukan bahwa sildenafil dapat menyebabkan menimbulkan gangguan saraf mata, hipotensi, gangguan irama jantung, hilangnya pendengaran secara mendadak, penglihatan ganda, sampai hilangnya penglihatan.

Penggunaan jangka panjang Sildenafil berdampak pada banyak organ, mulai dari saluran pencernaan seperti diare dan radang lambung, pelebaran saluran cerna antara lambung dan usus, serta saluran kemih yang berakibat pada penurunan fungsi ginjal dengan keluhan kehilangan kontrol kandung kemih, peningkatan risiko infeksi saluran kemih, dan batu uretra. Pada beberapa studi melaporkan adanya anorgasmia atau ketidakmampuan ejakulasi termasuk ejakulasi yang tidak normal. Dalam penggunaan jangka panjang, hal ini dapat berpengaruh pada psikologis dan ketergantungan. (ARA/STE)

Referensi :

  1. McMurray J et al, Long-term safety and effectiveness of sildenafil citrate in men with erectile dysfunction. 2007. Ther Clin Risk Manag; 975-981
  2. Padma-Nathan H et al. Long-term efficacy of Viagra (sildenafil citrate): result after 2 – 3 years of treatment. Inj J Impot Res. 2001; Suppl 1

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store