BAHAYA RADIASI ULTRAVIOLET BAGI MATA

2

Terpapar sinar matahari mungkin merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari keseharian. Sebagian orang bahkan takut akan paparan sinar matahari yang berlebihan akan berdampak buruk untuk kesehatan kulitnya. Padahal, paparan sinar matahari bukan hanya berdampak buruk pada kulit saja, tapi sinar matahari juga berdampak buruk pada mata.

Menurut dokter Astrianda N Suryono, seorang dokter spesialis mata di RS Ciptomangunkusumo mengatakan bahwa  80 persen informasi dari luar masuk melalui indera penglihatan sehingga kesehatan mata penting untuk dijaga.Radiasi sinar ultraviolet memiliki panjang gelombang 100-400 nanometer. Sinar ultraviolet memiliki energi besar, tak terlihat, dan dapat menimbulkan kerusakan. “Pada mata, absorbsi sinar ultraviolet terkonsentrasi paling besar di area kornea dan lensa”.

Paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai kelainan mata, seperti:

  1. Katarak

Katarak merupakan penyakit mata nomor satu yang menyebabkan kebutaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memperkirakan bahwa terdapat 20 persen penderita katarak akibat paparan sinar ultraviolet berlebihan. Adapun penyebab dari penyakit katarak adalah karena adanya penguraian protein dalam lensa mata yang menyebabkan terjadinya penumpukan pigmen. Penumpukan pigmen inilah yang lama-lama mengaburkan lensa mata bisa menyebabkan terjadinya kebutaan.

  • Pterygium

Paparan sinar ultraviolet yang berkepanjangan mungkin menjadi penyebab terjadinya pterygium. Pterygium ditandai dengan adanya selaput yang menutupi bagian putih pada bola mata. Jika tidak segera ditangani, pterygium bisa menyebar ke kornea mata dan dapat mengganggu penglihatan penderita.

  • Photokeratitis dan keratopati

Ada dua gangguan akibat paparan sinar ultraviolet pada area kornea mata. Kedua gangguan itu di antaranya photokeratitis dan keratopati. Photokeratitis merupakan peradangan pada jaringan kornea. Kondisi ini mengganggu penglihatan karena adanya kekeruhan pada kornea. jika terpapar sinar ultraviolet sangat hebat, kornea tidak akan bening dan jernih lagi karena peradangan. Selain photokeratitis, gangguan lain akibat paparan sinar ultraviolet adalah keratopati, kondisi adanya bengkak pada kornea mata.

  • Melanoma pada mata

Berdasarkan bukti ilmiah, berbagai jenis kanker mata yang ada memiliki hubungan dengan paparan jangka panjang sinar ultraviolet. Salah satunya adalah melanoma. Lokasi yang paling sering dijangkiti melanoma adalah kelopak mata.

Jika Anda ingin terhindar dari gangguan mata seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya jika Anda hendak beraktivitas dibawah terik matahari, gunakan kacamata anti radiasi sinar UV untuk melindungi mata Anda. Semoga bermanfaat dan salam sehat.(RA/STE)

Daftar Pustaka

World Health Organization WHO. Ultraviolet radiation (UV). The known health effects of UV. 

American Academy of Ophthalmology AAO (2015). Recommended Types of Sunglasses. 

Terpapar sinar matahari mungkin merupakan hal yang tidak bisa dilepaskan dari keseharian. Sebagian orang bahkan takut akan paparan sinar matahari yang berlebihan akan berdampak buruk untuk kesehatan kulitnya. Padahal, paparan sinar matahari bukan hanya berdampak buruk pada kulit saja, tapi sinar matahari juga berdampak buruk pada mata.

Menurut dokter Astrianda N Suryono, seorang dokter spesialis mata di RS Ciptomangunkusumo mengatakan bahwa  80 persen informasi dari luar masuk melalui indera penglihatan sehingga kesehatan mata penting untuk dijaga.Radiasi sinar ultraviolet memiliki panjang gelombang 100-400 nanometer. Sinar ultraviolet memiliki energi besar, tak terlihat, dan dapat menimbulkan kerusakan. “Pada mata, absorbsi sinar ultraviolet terkonsentrasi paling besar di area kornea dan lensa”.

Paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai kelainan mata, seperti:

  1. Katarak

Katarak merupakan penyakit mata nomor satu yang menyebabkan kebutaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memperkirakan bahwa terdapat 20 persen penderita katarak akibat paparan sinar ultraviolet berlebihan. Adapun penyebab dari penyakit katarak adalah karena adanya penguraian protein dalam lensa mata yang menyebabkan terjadinya penumpukan pigmen. Penumpukan pigmen inilah yang lama-lama mengaburkan lensa mata bisa menyebabkan terjadinya kebutaan.

  • Pterygium

Paparan sinar ultraviolet yang berkepanjangan mungkin menjadi penyebab terjadinya pterygium. Pterygium ditandai dengan adanya selaput yang menutupi bagian putih pada bola mata. Jika tidak segera ditangani, pterygium bisa menyebar ke kornea mata dan dapat mengganggu penglihatan penderita.

  • Photokeratitis dan keratopati

Ada dua gangguan akibat paparan sinar ultraviolet pada area kornea mata. Kedua gangguan itu di antaranya photokeratitis dan keratopati. Photokeratitis merupakan peradangan pada jaringan kornea. Kondisi ini mengganggu penglihatan karena adanya kekeruhan pada kornea. jika terpapar sinar ultraviolet sangat hebat, kornea tidak akan bening dan jernih lagi karena peradangan. Selain photokeratitis, gangguan lain akibat paparan sinar ultraviolet adalah keratopati, kondisi adanya bengkak pada kornea mata.

  • Melanoma pada mata

Berdasarkan bukti ilmiah, berbagai jenis kanker mata yang ada memiliki hubungan dengan paparan jangka panjang sinar ultraviolet. Salah satunya adalah melanoma. Lokasi yang paling sering dijangkiti melanoma adalah kelopak mata.

Jika Anda ingin terhindar dari gangguan mata seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya jika Anda hendak beraktivitas dibawah terik matahari, gunakan kacamata anti radiasi sinar UV untuk melindungi mata Anda. Semoga bermanfaat dan salam sehat.(RA/STE)

Daftar Pustaka

World Health Organization WHO. Ultraviolet radiation (UV). The known health effects of UV. 

American Academy of Ophthalmology AAO (2015). Recommended Types of Sunglasses. 

Dang, S. American Academy of Ophthalmology AAO (2015). How to Choose the Best Sunglasses. 

Dang, S. American Academy of Ophthalmology AAO (2015). How to Choose the Best Sunglasses.