Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Mie Instan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

101

Semua orang pasti kenal dengan makanan cepat saji bernama mie instan. Selain mudah didapatkan, jenis makanan yang satu ini juga memiliki rasa yang nikmat. Hanya saja, dibalik sifat praktis dan rasanya yang selalu nikmat ini, mie instan juga memiliki sejumlah risiko. Menurut sejumlah hasil penelitian, terlalu sering mengonsumsi mie instan dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit kanker, penyakit ginjal, dan usus buntu. Pada sejumlah kasus, konsumsi mie instan berlebihan juga dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas.

 

Menurut penelitian, mie instan mengandung bahan-bahan berbaya jika di konsumsi dan masuk kedalam tubuh seperti lilin, maida, garam, pengawet, MSG dan lemak trans. Semua kandungan yang ada dalam mie tersebut dapat menyebabkan berbagai macam penyakit diantara:

  1. Diabetes

Mie instan terbuat dari maida. Maida adalah olahan tepung terigu yang telah mengalami proses penggilingan, penghalusan, dan pemutihan. Menurut dokter Simran Saini, seorang ahli gizi pada Rumah Sakit Fortis di New Delhi, maida yang terkandung pada mie instan hanyalah bahan tambahan yang tidak memiliki kandungan nutrisi apapun selain kaya akan rasa, sehingga konsumsi maida justru hanya akan memicu kegemukan. Selain itu, maida juga memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga dapat meningkatkan gula darah Anda. Saat mengkonsumsi maida, pankreas akan melepaskan insulin dengan segera untuk mencernanya, yang seharusnya membutuhkan waktu. Kondisi ini dapat memicu pembengkakan hingga berpotensi diabetes tipe 2.

 

  1. Sindrom Metabolik

Menurut sebuah penelitan yang dilakukan oleh Hyun Shin, mengungkapkan bahwa wanita yang mengkonsumsi mie instan dua kali atau lebih dalam seminggu, berisiko lebih tinggi terpapar sindrom metabolik dibandingkan dengan yang tidak makan mie instan sama sekali. Sindrom metabolik ini terjadi dikarenakan tingginya kandungan sodium dan lemak jenuh yang tidak sehat, yang terdapat pada mie instan.

 

  1. Kanker

Mie instan mengandung Butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-butylhydroquinone (TBHQ). kedua bahan kimia tersebut sebenarnya bersifat karsinogenik. Ini berarti bahwa mereka dapat menyebabkan kanker. Selain itu, bahan di atas juga dapat menyebabkan asma, kecemasan dan diare jika dikonsumsi terlalu sering.

 

  1. Kerusakan Hati

Mengkonsumsi mie instan yang terlalu sering atau rutin dapat menyebabkan kerusakan hati. Hal ini disebabkan karena mie instan mengandung zat berbahaya salah satunya Proplene Glycol yang akan dinetralisir sifat racunnya dalam hati. Konsumsi mie instan terlalu sering akan memaksakan kerja hati sehingga lama kelamaan hati akan mengalami kelelahan, fungsinya terganggu, dan kerusakan hati.

 

  1. Hipertensi

Konsumsi mie instan akan memicu peningkatan tekanan darah Anda di atas 120/80 mmHg terjadi karena interaksi dari kandungan zat kimia di dalamnya yang tidak terlihat.

 

Menurut Lisa Young, seorang ahli gizi dan profesor di New York University sebenarnya mie instan masih boleh dikonsumsi dengan cara yang tepat agar dampak kesehatan yang ditimbulkan masih dapat dikendalikan. Cara yang dimaksud adalah dengan tidak mengkonsumsinya setiap hari, mengendalikan porsi yang dimakan pada setiap kali konsumsi, serta sebaiknya kombinasikan penyajiannya dengan makanan lain yang bukan merupakan makanan siap saji dan lebih sehat, seperti sayur dan telur. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE/CM)

 

Daftar Pustaka

http://www.livescience.com/47366-instant-noodles-heart-risk.html diakses 2 Febuari 2017

http://www.nhs.uk/Livewell/Goodfood/Pages/what-are-processed-foods.aspx diakses 2 Febuari 2017


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store