BATU SALURAN KEMIH

90

Pengertian Batu Saluran Kemih

Batu saluran kemih (urolitiasis) adalah proses terbentuknya batu pada saluran kencing yang dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, dan penyumbatan saluran kemih. Batu ginjal sering tidak memiliki satu penyebab yang pasti, meskipun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko Anda.

Faktor Resiko

  • Kurang minum
  • Sering konsumsi makanan yang mengandung banyak kalsium/oksalat
  • Kadar asam urat darah tinggi
  • Batu pada ginjal
  • Riwayat infeksi saluran kemih berulang
  • Riwayat keluarga menderita batu saluran kemih
  • Obat-obatan

Gejala

Batu berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan dan dapat keluar sendiri bersama air seni. Sedangkan batu berukuran besar dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Nyeri atau pegal-pegal pada pinggang yang terus menerus. Nyeri dapat menjalar ke perut bagian depan, lipatan paha, hingga sampai ke kemaluan.
  • Hematuria atau buang air kecil berdarah. Darah dapat berbentuk lembaran tersendiri dan terpisah dari air seni, namun juga dapat bercampur dengan air seni sehingga air seni berwarna kemerahan.
  • Air seni berisi pasir, berwarna putih, dan berbau.
  • Nyeri saat buang air kecil. Munculnya nyeri sebelum, saat awal, saat tengah, atau di akhir proses buang air kecil seringkali membantu dokter untuk memperkirakan letak batu tersebut menyebabkan penyumbatan.
  • Rasa sangat ingin kencing atau rasa kencing yang tidak tuntas.
  • Mengalami infeksi saluran kencing berulang.
  • Demam.

Pengobatan

  • Batu yang tidak menyebabkan gejala, penyumbatan atau infeksi tidak perlu pengobatan yang khusus. Minum sebanyak 2-3 liter air sehari dapat membantu mengeluarkan batu dengan sendiri.
  • Pereda nyeri. Mengeluarkan batu ginjal dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Untuk meredakan nyeri ringan, dokter dapat menganjurkan obat pereda nyeri.
  • Terapi medis. Dokter dapat memberikan obat untuk membantu Anda mengeluarkan batu ginjal. Jenis obat ini, dikenal sebagai alpha blocker, mengendurkan otot-otot di saluran kemih, membantu Anda mengeluarkan batu ginjal dengan lebih cepat, dan hanya sedikit nyeri. Namun terapi dengan obat ini hanya dapat digunakan pada batu berukuran kecil.

Batu ginjal yang tidak dapat diobati dengan langkah-langkah konservatif, baik karena batu terlalu besar untuk keluar sendirinya lewat saluran kencing atau karena menyebabkan perdarahan, kerusakan ginjal atau infeksi saluran kemih yang berkelanjutan, bisa jadi membutuhkan pengobatan yang lebih invasif. Prosedur yang dilakukan dapat meliputi:

  • ESWL (Extracorporeal shockwave lithotripsy)
  • Ureteroscopi (URS)
  • Nephrostolithotomi Perkutan
  • Open nephrostomy
  • Anatrophic nephrolithotomy

Pencegahan

  • Minum banyak air ( 8-10 gelas sehari)
  • Hindari kebiasaan menahan kencing
  • Pola makan seimbang, perbanyak sayur dan buah
  • Olahraga yang teratur (PUT/STE)

Referensi:

  1. Armed Forces Health Surveillance Center. Urinary Stones, Active Component, U.S. Armed Forces, 2001-2010. Medical Surveillance Monthly Report (MSMR). 2011. December; Vol 18 (No12): 6-9. 2.
  2. Kidney stones in adults. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://niddk.nih.gov/health-information/urologicdiseases/kidney-stones/definition-facts.
  3. Dave C. 2017. Nephrolithiasis. Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/437096-overview. Dec 12. 2017.