Batuk pada dewasa : the silent killer!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

318

Tahukah Anda bahwa batuk memiliki berbagai penyebab yang berbeda pada orang dewasa daripada pada anak-anak? Karena perbedaan penyebab inilah orang dewasa harus dinilai dan diperlakukan secara berbeda, bukan hanya sekedar membeli obat batuk bebas, namun penilaian lebih mendalam melalui pemeriksaan klinis oleh dokter keluarga Anda sangat dibutuhkan!

Anda Batuk?

Batuk sebenarnya merupakan refleks normal tubuh yang penting untuk melindungi saluran pernapasan Anda. Batuk juga merupakan keluhan yang terkait dengan hampir semua penyakit paru dan beberapa penyakit diluar paru. Selain itu, batuk juga merupakan faktor yang berkontribusi dalam penyebaran penyakit menular, seperti tuberkulosis (TBC) di lingkungan. Terlepas dari itu semua, batuk yang muncul mendadak karena flu biasa adalah salah satu penyebab paling sering dari konsultasi perawatan primer. Jadi, ada benarnya jika Anda tidak menyepelekan batuk yang saat ini Anda derita.

Batuk: Akut atau Kronis?

Batuk dikategorikan sebagai akut bila berlangsung kurang dari 8 minggu atau kronis jika berlangsung lebih dari 8 minggu.

Batuk akut karena flu biasa biasanya hanya berlangsung 2–3 minggu. Namun, berbagai infeksi akut lain, misalnya Mycophosphe pneumoniae dan adenovirus, dapat menimbulkan batuk yang berlangsung selama 8 minggu; bahkan, Bordetella pertussis atau dikenal sebagai batuk rejan/batuk seratus hari dapat menyebabkan batuk selama >3 bulan.1

Apa Penyebab Umum dari Batuk Akut?

  1. Common cold, flu biasa : sembuh sendiri setelah 2-3 minggu2
  2. Alergi saluran udara atas

Rhinitis alergi sering kali dikombinasikan dengan sinusitis, konjungtivitis, faringitis, dan radang tenggorokan, juga dapat memicu batuk akut. Mata gatal dan tenggorokan biasanya merupakan ciri khas dari penyakit ini.3

  1. Asma: baik alergi atau karena infeksi, dapat menyebabkan batuk akut.
  2. Pneumonia
  3. Keracunan Akut, intoksikasi inhalasi akut :

Kecelakaan di tempat kerja, kebakaran, dan mengendus lem dapat menyebabkan pembengkakan paru-paru, pneumonia dan bronchiolitis sehingga menyebabkan batuk. Segera bawa ke pusat pelayanan gawat darurat terdekat!1

  1. Batuk pasca infeksi

Bila Anda baru saja mengalami batuk rejan atau pneumonia, seringkali Anda masih akan tetap mengalami batuk selama kurang lebih 3 minggu. Hal ini merupakan bagian dari proses perbaikan epitel yang rusak akibat infeksi yang sebelumnya diderita. Pengobatan asma jangka pendek pada periode ini terbukti cukup efektif. Jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter Anda!

  1. Gagal jantung akut dengan kongesti paru4,5 : Gagal jantung kiri akut (termasuk edema paru) dapat memicu batuk dan obstruksi bronkus.
  2. Aspirasi, tertelan benda asing: Aspirasi benda asing, atau masuknya benda asing secara tidak sengaja pada saluran pernapasan, dapat memicu batuk akut untuk pengeluaran benda asing. Biasanya banyak terjadi pada seorang lanjut usia, anak kecil, atau seseorang yang mengalami penurunan kesadaran.

Tanda Bahaya Pada Batuk Akut!

Pada individu yang sehat, infeksi akut saluran udara atas dan/atau bawah, dapat sembuh dengan sendiri. Namun, beberapa keadaan khusus membutuhkan diagnosis batuk akut akut segera. Bila Anda mengalami salah satu dari tanda bahaya ini, jangan berpikir kembali dan segera datang ke dokter.

  1. Batuk darah
  2. Nyeri dada
  3. Sesak napas
  4. Panas tinggi
  5. Tuberkulosis
  6. Berada di negara dengan jumlah TB tinggi, seperti Indonesia
  7. Melakukan kontak dengan penderita TB
  8. Kondisi imunosupresi : Infeksi HIV, terapi kanker, terapi lain yang menekan sistem pertahanan tubuh.
  9. Riwayat tumor ganas
  10. Riwayat perokok berat

Batuk seringkali dapat sembuh sendiri, namun tak jarang juga merupakan tanda sebuah kegawat-darutatan medis lain. Anda batuk? Jangan sepelekan! (TYA/STE)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kardos, P. Management of cough in adults. Breathe Dec 2010, 7 (2) 122-133; DOI:1183/20734735.019610
  2. Heikkinen T, Ja ̈rvinen A. The common cold. Lancet 2003; 361: 51–59.
  3. Interdisziplina ̈re Arbeitsgurppe “Allergische Rhinitis” der Sektion HNO. Allergische Rhinokonjunktivitis. Leitlinie 
der Deutschen Gesellschaft fu ̈r Allergologie und klinische Immunologie [Interdisciplinary Task Force ‘‘Allergic Rhinitis’’ of the Section Otolaryngology Allergic Rhinoconjunctivitis. Guidelines of the German Society Allergology and Clinical Immunology]. Allergo J 2003; 12: 182–194.
  4. Brunnee T, Graf K, Kastens B, et al. Bronchial hyperreactivity in patients with moderate pulmonary circulation overload. Chest 1993; 103: 1477–1481.
  5. Pison C, Malo JL, Rouleau JL, et al. Bronchial hyperresponsiveness to inhaled methacholine in subjects with chronic left heart failure at a time of exacerbation and after increasing diuretic therapy. Chest 1989; 96: 230–235.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store