Bayi Tabung Lebih Rentan Menderita Kelainan Bawaan, Masa Sih???

134

Menurut sebuah penelitian baru, resiko terjadinya kelainan bawaan sebenarnya cukup rendah pada bayi yang dikandung dengan bantuan teknologi reproduksi seperti fertilisasi in vitro (IVF/bayi tabung).

Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 300.000 bayi baru lahir di Massachusetts, Amerika Serikat, pada tahun 2004-2008. Di antara 300.000 bayi baru lahir tersebut, 11.000 di antaranya dibuahi dengan bantuan teknologi reproduksinya.

Yang dimaksud dengan bantuan teknologi reproduksi adalah suatu terapi kesuburan di mana sperma dan sel telur benar-benar dipertemukan di luar tubuh dengan bantuan teknologi, bukan hanya sperma saja yang dimasukkan ke dalam rahim seorang wanita di masa suburnya (inseminasi).

Hasilnya adalah para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang dibuahi dengan bantuan bayi tabung memang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kelainan jantung bawaan dan kelainan bawaan lainnya (walaupun hanya sedikit) dibandingkan dengan anak-anak lain yang dibuahi dengan proses alami.

Akan tetapi, secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya kasus kelainan bawaan di antara anak-anak yang dibuahi dengan bantuan teknologi reproduksi sebenarnya cukup rendah.

Resiko terjadinya kelainan jantung bawaan pada bayi tabung adalah sekitar 0.82%. Sementara itu, resiko terjadinya kelainan jantung bawaan pada bayi yang dibuahi secara alami hanya sekitar 0.52%.

Begitu juga dengan resiko terjadinya kelainan bawaan lain, di mana bayi tabung memiliki resiko sebesar 1.8% sedangkan anak-anak yang dibuahi secara normal hanya memiliki resiko sebesar 1.5%.

Walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mencari tahu apa sebenarnya hubungan antara kelainan bawaan dengan kesuburan, akan tetapi mengetahui bahwa resiko terjadinya kelainan bawaan cukup rendah pada bayi tabung tentu akan membuat banyak pasangan suami istri merasa sangat lega.

Sumber: newsmax