Benarkah Asma Tidak Bisa Sembuh?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

184

Penyakit asma semakin sering terjadi, anak-anak lebih sering terserang dibandingkan dewasa. Asma merupakan bagian dari penyakit akibat alergi dan memiliki angka kecacatan dan kematianyang cukup tinggi, mengganggu sekolah dan produktivitas kerja, menurunkan kualitas hidup, dan meningkatkan beban biaya medis dan non-medis. Perjalanan penyakit asma yang terkait dengan alergi menentukan alasan mengapa asma tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikendalikan. Diperlukan strategi pengendalian yang efektif agar penderita asma dapat menjalani kehidupannya dengan optimal.

Penyakit asma cenderung muncul pada usia dini. Penyebabnya bisa berasal dari keturunan dengan asma, riwayat alergi seperti gatal – gatal, atau berhubungan dengan lingkungan. Asma merupakan peradangan yang berlansung lama pada jalan napas, melibatkan banyak elemen sistem pertahanan tubuh, sehingga sistem pertahanan tubuh menjadi lebih sensitif dalam memberikan respon berlebihan terhadap ransangan yang ada. Respon yang berlebihan inilah yang menimbulkan gejala berulang seperti mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk terutama malam hari atau dini hari. Gejala tersebut berhubungan dengan kebuntuan jalan napas yang luas, bervariasi, dan bersifat hilang timbul dengan atau tanpa pengobatan.

Perkembangan penyakit alergi dan asma merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan seperti pajanan terhadap allergen, infeksi, polusi udara, dan makanan. Meskipun setiap orang terpajan dengan allergen dan tersensitisasi terhadap zat tertentu di lingkungan sekitar, manifestasi alergi dan asma hanya terjadi pada beberapa orang saja. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor genetik juga berperan pada kerentanan seseorang untuk mengalami alergi.

Untuk pengobatan penderita asma, biasanya dokter akan memberikan obat yang dikemas dalam inhaler atau alat bantu hisap. Obat dalam bentuk inhaler ini biasanya digunakan untuk meredakan gejala saat serangan asma mendadak muncul. Selain itu juga terdapat beberapa jenis obat-obatan yang mungkin diberikan baik dalam bentuk tablet ataupun inhaler untuk mengontrol sistem pertahanan tubuh agar tidak terlalu sensitif, sehingga dapat menurunkan angka serangan asma atau meminimalisir kekambuhan. Meski demikian, tak kalah penting untuk mengurangi faktor pemicu dari faktor lingkungan seperti debu, serangga, dan hewan peliharaan yang mungkin menimbulkan alergi bagi penderita penyakit asma. Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan masker, mengindari konsumsi makanan atau minuman penyebab alergi, serta menghindari menyapu lantai, dan menggantinya dengan penyedot debu atau pel dan lap basah.

Selain obat-obatan, penderita asma dapat mempertimbangkan pemberian injeksi imunoterapi pada dosis tertentu. Menurut penelitian, pengobatan jenis ini belum banyak dilakukan untuk penderita asma, namun dilaporkan bahwa penderita mengalami pemulihan terus-menerus dari gejala alergi.

Banyak pasien penyakit asma yang tidak dapat membedakan pengobatan untuk tahap pencegahan dan pengobatan saat mengalami serangan. Kebanyakan langsung menggunakan pereda. Sehingga penderita perlu memperhatikan dengan baik-baik edukasi yang disampaikan oleh dokter mengenai pengobatan yang diberikan. Karena, tanpa menggunakan obat pencegahan, penyakit asma yang diderita akan semakin parah, bahkan sampai mengancam kehidupan mereka sampai membutuhkan penanganan intensive care unit (ICU).

Itulah mengapa, penting untuk dilakukan konsultasi pada dokter untuk mengetahui penyebab terjadinya asma, menghindari pemicunya, serta melakukan pengobatan dan pencegahan secara teratur untuk menjaga penyakitnya tetap terkendali. (ARA/STE/CM)

Referensi:

  1. Serangan Asma Akut: Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store