Benarkah Bersepeda Dapat Menurunkan Kesuburan Pria?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

200

Bersepeda saat ini telah menjadi moda transportasi, olahraga, dan rekreasi yang semakin populer hari demi hari. Manfaat bersepeda pada kesehatan sudah banyak diketahui. Namun, bersepeda bukan berati tanpa resiko! Bersepeda dapat menyebabkan cedera berulang pada beberapa bagian tubuh seperti leher, pergelangan tangan, punggung bagian bawah, lutut dan pantat atau daerah tulang duduk. Para peneliti sangat tertarik untuk mengetahui apakah bersepeda berkaitan dengan peningkatan risiko kanker prostat, infertilitas, dan disfungsi ereksi (impotensi). Peningkatan risiko ini dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti trauma berulang. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita simak artikel berikut.

Apakah Bersepeda dapat Merusak Fungsi Organ Pria?

Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti telah meneliti hubungan bersepeda dengan beberapa masalah kesehatan seksual pria, termasuk disfungsi ereksi atau dikenal dengan impotensi. Kini diketahui bahwa dampak bersepeda pada pria berupa tekanan pada pembuluh darah secara berkepanjangan sehingga mengurangi aliran darah ke penis, sedangkan untuk kemampuan ereksi yang baik, penis membutuhkan aliran dan tekanan darah yang cukup.

Pada salah satu penelitian, peneliti Norwegia mengumpulkan data dari 160 pria setelah tur sepeda jarak jauh. Peneliti ini menemukan bahwa satu dari lima pasien mengalami mati rasa pada penis yang berlangsung hingga seminggu setelah tur, dan 13% mengalami disfungsi ereksi yang berlangsung lebih dari seminggu. Namun, peneliti dari University College London mengambil data dari 5.282 pengendara sepeda laki-laki yang ikut dalam Cycling for Health U.K. Study. Penelitian dengan jumlah sample lebih besar ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara infertilitas atau disfungsi ereksi dengan jarak bersepeda selama seminggu, ataupun besepeda lebih dari 8,5 jam. Peneliti utama dari studi ini, Mark Hamer, PhD, mengatakan bahwa teknologi sadle saat ini diciptakan untuk mengurangi tekanan pada saraf sehingga mampu mencegah sensasi ‘rasa’ tidak nyaman yang dapat terjadi ketika mengendarai untuk waktu yang lama.

Kesimpulan: penelitian tidak menemukan hubungan antara jumlah waktu yang dihabiskan untuk bersepeda dan disfungsi ereksi atau infertilitas.

Benarkah Bersepeda Mempengaruhi Kualitas Semen?

Penelitian yang mensurvei 2.200 pria menunjukkan bahwa pria yang bersepeda dalam durasi paling minimal lima jam/minggu memiliki jumlah sperma yang rendah dan jumlah sperma yang bergerak yang lebih sedikit daripada pria yang tidak berolahraga atau melakukan jenis olahraga lain.

Penelitian lain tentang atlet bersepeda menunjukkan kualitas sperma yang buruk, serta masalah pada saluran kencing dan organ kemaluan. Hasil serupa tidak ditemukan pada pengendara sepeda yang bukan merupakan atlet. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Peneliti menyebutkan bahwa kualitas sperma dipengaruhi oleh peningkatan suhu di buah zakar atau trauma yang terjadi saat bersepeda, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hipotesa ini.

Bersepeda Berhubungan dengan Kanker Prostat!

Artikel-artikel terbaru seputar bersepeda mulai membahas mengenai hubungan antara durasi bersepeda dengan risiko kanker prostat pada pria berusia di atas 50 tahun. Diketahui bahwa risiko meningkat seiring dengan peningkatan durasi bersepeda yang dihabiskan seminggu. Meskipun hasil ini tampak mengkhawatirkan, pengendara sepeda biasa tidak perlu panik, para peneliti mengakui sampel mereka kecil, dan penelitian lanjut masih sangat diperlukan. Perlu ditekankan bahwa hasil temuan ini tidak menyimpulkan ada hubungan langsung antara bersepeda dan kanker prostat, bisa saja merupakan sebuah kebetulan. (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Tim Locke. 2014. Cycling Doesn’t Cause Male Infertility: Study. WebMD dapat diakses melalui https://webmd.com/men/news/20140709/cycling-male-infertility.
  2. Jessica Brown. 2018. Does cycling really damage men’s sexual organs?. The Guardian dapat diakses melalui https://theguardian.com/environment/bike-blog/2018/feb/16/does-cycling-really-damage-mens-sexual-organs
  3. 2014. Cycling linked to prostate cancer, but not infertility. NHS Website dapat diakses melalui https://nhs.uk/news/cancer/cycling-linked-to-prostate-cancer-but-not-infertility/
  4. Awad, Mohannad A. et al.. 2018. Cycling, and Male Sexual and Urinary Function: Results from a Large, Multinational, Cross-Sectional Study. The Journal of Urology , Volume 199 , Issue 3 , 798 – 804.
  5. Lisa Chedekel. Preliminary Study Suggests Frequent Cycling May Affect Male Fertility. Boston University Medical Campus dapat diakses melalui https://bumc.bu.edu/2010/12/14/preliminary-study-suggests-frequent-cycling-may-affect-male-fertility/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store