Benarkah Diabetes Menyebabkan Impotensi?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

187

Tiga Kali Lipat Beresiko

Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam waktu yang lama. Penderita diabetes mellitus bukan hanya Anda saja, pada tahun 2012, lebih dari 371 juta orang menderita diabetes, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 552 juta pada 20301. Angka ini mencakup penderita di seluruh dunia.

Penelitian terbaru telah mengkaitkan diabetes sebagai faktor resiko terjadinya disfungsi seksual pada pria, salah satunya impotensi, yaitu keadaan saat penis pria tidak mampu ereksi atau mempertahankan posisi ereksi, sehingga mampu mempengaruhi kualitas hidup dan hubungan seksual. Sejatinya, impotensi merupakan penyakit yang umum diderita seiring dengan pertambahan usia. Dikatakan impotensi terjadi pada 1%-10% pria berusia di bawah 40 tahun, 2%-9% pada pria usia 40-49 tahun, dan meningkat menjadi 20%-40% pada pria usia 60-69 tahun. Angka ini mencapai nilai tertinggi pada pria berusia lebih dari 70 tahun (50%-100%).2 Angka-angka ini berubah lagi pada pria dengan diabetes, pada kelompok pri ini dikatakan memiliki resiko tiga kali lipat dibandingkan dengan pria non-diabetes.3

Bagaimana Cara Diabetes Menyebabkan Impotensi?

Kaitan antara diabetes dengan impotensi sesungguhnya dipengaruhi oleh banyak penyebab. Hal ini bisa dipengaruhi oleh keadaan psikologis, fisik, dan gabungan antara keduanya yang membuat lingkaran setan. Diabetes sendiri memiliki komplikasi di pembuluh darah besar (makrovaskuler) dan pembuluh darah kecil (mikrovaskuler).

Secara medis, dilihat dari segi kerusakan makrovaskuler, diabetes menyebabkan adanya gangguan pada pembuluh darah yaitu timbunan lemak pada sepanjang pembuluh darah menuju penis, sehingga menyebabkan hambatan dan membatasi aliran darah dan membuat penis sulit untuk ereksi. Perlu diketahui bahwa agar penis dapat ereksi, diperlukan adanya aliran pembuluh darah yang lancar dengan tekanan yang cukup, sehingga mampu membuat penis untuk ‘berdiri’.

Kelainan dari segi mikrovaskular berhubungan dengan gangguan rangsangan sensorik dari penis ke pusat reflek ereksi, sehingga otot-otot di dalam penis tidak mendapat rangsangan untuk berelaksasi dan penis tidak dapat ereksi.

Gangguan hormonal diketahui juga terjadi pada pria dengan diabetes, yaitu gangguan pada pengeluaran testosteron sehingga menganggu fungsi seksual pria termasuk disfungsi ereksi yang terjadi.

Apa Penanganan yang dapat Dilakukan Pada Impotensi yang Berhubungan dengan Diabetes?

Kontrol gula darah secara ketat! Salah satu indikator penting adalah konsentrasi HbA1c <7% untuk meminimalkan komplikasi mikrovaskuler. Penelitian menunjukkan bahwa kontrol gula darah dapat meningkatkan fungsi ereksi dan mengurangi angka kejadian impotensi pada pria dengan diabetes.

Perubahan gaya hidup, seperti peningkatan aktivitas fisik, pola makan, dan pengurangan asupan kalori, diketahui memiliki efek pada kemampuan ereksi yang meningkat. Mekanisme yang disarankan yaitu penurunan berat badan, diet sehat, dan latihan fisik dapat meningkatkan fungsi ereksi termasuk perbaikan pembuluh darah, kepekaan terhadap insulin, dan peradangan yang terkait dengan diabetes dan penyakit metabolik, semuanya merupakan faktor risiko untuk impotensi.

Obat-obatan dapat mempengaruhi fungsi otot polos penis. Obat-obatan yang banyak tersedia secara komersil di seluruh dunia adalah sildenafil, vardenafil, dan tadalafil. Obat-obat ini dalam durasi yang berbeda, tetapi menunjukkan hasil dan keamanan yang sama. Penggunaan obat-obatan ini bukan berati tanpa resiko! Pada pasien dengan kelainan jantung seperti aritmia dan penyakit jantung kronik perlu berhati-hati dalam menggunakan obat jenis ini. Selain itu ada pula alternatif terapi berupa suntikan di penis dan terapi hormonal berupa hormon testosteron. Baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter keluarga sebelum memutuskan jenis terapi terbaik untuk menangani impotensi. (TYA/STE)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Wild S, Roglic G, Green A, Sicree R, King H. Global prevalence of diabetes: estimates for the year 2000 and projections for 2030. Diabetes2004;27(5):1047–1053.
  2. Lewis RW, Fugl-Meyer KS, Corona G, et al. Definitions/epidemiology/risk factors for sexual dysfunction. J Sex Med. 2010;7(4 Pt 2):1598–1607.
  3. Johannes CB, Araujo AB, Feldman HA, Derby CA, Kleinman KP, McKinlay JB. Incidence of erectile dysfunction in men 40 to 69 years old: longitudinal results from the Massachusetts male aging study. J Urol. 2000;163(2):460–463.
  4. Maiorino, M. I., Bellastella, G., & Esposito, K. (2014). Diabetes and sexual dysfunction: current perspectives. Diabetes, metabolic syndrome and obesity : targets and therapy7, 95-105. doi:10.2147/DMSO.S36455

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store