Benarkah Konsumsi Minuman Beralkohol Dapat Melindungi Jantung Penderita Tekanan Darah Tinggi?

335

Mengkonsumsi minuman beralkohol memang telah banyak dihubungkan dengan peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi. Akan tetapi, pada sebuah analisis baru pada berbagai penelitian terdahulu, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol sebanyak 1 atau 2 gelas setiap harinya justru dapat membantu melindungi penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dari penyakit jantung dan bahkan kematian.

Akan tetapi, para peneliti juga menekankan bahwa bagi para penderita hipertensi yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol sebelumnya tetap tidak dianjurkan untuk memulai konsumsi minuman beralkohol hanya karena hasil penelitian ini.

Hal ini dikarenakan para peneliti tidak sepenuhnya yakin apakah benar konsumsi minuman beralkohol dapat membantu menjaga kesehatan jantung seseorang hanya berdasarkan sebuah penelitian observasi yang tidak meneliti semua aspek yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung seseorang selain dari apa yang biasa mereka lakukan dan apa dampaknya pada mereka.

Pada analisis ini, para peneliti menggabungkan data dari 9 penelitian sebelumnya, yang meneliti hampir 400.000 orang penderita hipertensi.

Pada berbagai penelitian tersebut, para peneliti juga mencatat bagaimana konsumsi minuman alkohol setiap peserta penelitian, termasuk jenis minuman beralkohol yang mereka konsumsi seperti wine, bir, dan berbagai jenis minuman beralkohol lainnya.

Selain itu, para peneliti juga mencatat riwayat penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan kematian akibat sebab apapun pada semua peserta penelitian.

Para peneliti kemudian membagi peserta penelitian menjadi 4 kelompok, yaitu:

  • Peserta yang jarang atau tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Peserta yang mengkonsumsi sekitar 10 gram etanol (sekitar sepertiga ons) setiap harinya
  • Peserta yang mengkonsumsi sekitar 20 gram etanol setiap harinya
  • Peserta yang mengkonsumsi sekitar 30 gram etanol setiap harinya

Di Amerika, 148 ml wine, 355 ml bir, dan 44 ml minuman beralkohol lainnya mengadung sekitar 14 gram etanol (alkohol murni).

Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, serangan jantung, dan stroke menurun seiring dengan semakin banyaknya konsumsi minuman beralkohol.

Akan tetapi, para peneliti juga menemukan bahwa tidak terjadi penurunan resiko terjadinya penyakit jantung bila seseorang mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol (berlebihan atau binge).

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa resiko terjadinya kematian akibat berbagai sebab juga paling rendah pada peserta yang mengkonsumsi 8-10 gram alkohol setiap harinya. Sedangkan resiko kematian tertinggi terdapat pada orang yang mengkonsumsi lebih banyak minuman beralkohol setiap harinya dan yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol.

Orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah sedikit atau sedang juga memiliki resiko kematian yang lebih rendah, yaitu 18% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengkonsumsi minuman beralkohol.

Beberapa penelitian lainnya juga menemukan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol mungkin dapat membantu mencegah penumpukkan lemak di dalam pembuluh darah, walaupun para peneliti masih tidak mengetahui bagaimana hal ini terjadi.

Sampai saat ini, para peneliti masih tidak dapat memastikan apakah alkohol benar-benar dapat menjaga kesehatan jantung seseorang bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat atau apakah kesehatan jantung yang baik merupakan akibat dari gaya hidup sehat yang juga dilakukan oleh orang yang jarang atau sesekali mengkonsumsi alkohol.

Para peneliti tetap tidak menganjurkan seseorang untuk mulai mengkonsumsi minuman beralkohol untuk menjaga kesehatan jantungnya. Hal ini dikarenakan seseorang dapat mulai mengkonsumsi alkohol secara berlebihan atau mengalami kecanduan akibat mencoba mulai mengkonsumsi minuman beralkohol.

Sumber: newsmaxhealth