Benarkah Menjadi Seorang Vegetarian Akan Membuat Anda Lebih Sehat???

255

Mungkin saja. Dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi daging, seorang vegetarian  cenderung mengkonsumsi lebih sedikit lemak jenuh dan kolesterol, serta mengkonsumsi lebih banyak vitamin C, vitamin E, serat, asam folat, kalium, magnesium, dan fitokimia seperti karotenoid dan flavonoid.

Hasilnya, para vegetarian biasanya memang memiliki kadar kolesterol total dan LDL yang lebih rendah, memiliki tekanan darah yang lebih rendah, dan memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah (lebih kurus). Ketiga hal ini memang telah diketahui berhubungan dengan panjang umur dan penurunan resiko terjadinya berbagai jenis penyakit kronik.

Akan tetapi, hingga saat ini para ahli belum memiliki cukup data untuk menemukan apa sebenarnya pengaruh diet vegetarian terhadap kesehatan jangka panjang seseorang. Hal ini dikarenakan para ahli masih mempertimbangkan berbagai kebiasaan baik lain yang biasanya juga dilakukan oleh seorang vegetarian seperti tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman berlakohol secara berlebihan, dan berolahraga secara teratur.

Namun, di bawah ini terdapat beberapa hal yang berhasil ditemukan para ahli mengenai hubungan antara diet vegetarian dan beberapa jenis gangguan kesehatan.

 

Penyakit Jantung

Ada beberapa bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menjadi seorang vegetarian dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung seperti serangan jantung dan kematian akibat berbagai gangguan jantung.

Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang vegetarian memiliki resiko yang lebih rendah (25% lebih rendah) untuk mengalami kematian akibat gangguan jantung.

Untuk melindungi kesehatan jantung Anda, dianjurkan untuk mengkonsumsi gandum utuh yang mengandung banyak serat. Selain itu, tubuh juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencernanya. Gandum utuh juga memiliki indeks glikemik yang rendah, yang dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Serat larut air juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Karbohidrat sederhana dan zat pati yang terdapat di dalam kentang, nasi putih, dan tepung terigu dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dengan cepat, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan diabetes (yang merupakan faktor resiko gangguan jantung).

Selain gandum utuh, kacang-kacangan (kacang tanah) juga merupakan makanan yang dapat melindungi kesehatan jantung. Kacang memiliki indeks glikemik yang rendah dan mengandung banyak antioksidan, protein nabati, serat, mineral, dan asam lemak sehat. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kacang mengandung banyak kalori. Oleh karena itu, jangan mengkonsumsi kacang lebih dari segenggam atau sekitar 1 ons. Keuntungannya adalah karena kacang mengandung cukup banyak lemak, maka sejumlah kecil kacang pun telah dapat memuaskan rasa lapar Anda.

Jenis kacang lainnya yang juga baik bagi kesehatan jantung adalah kacang walnut. Hal ini dikarenakan kacang walnut mengandung banyak asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 (asam alfa linoleat atau ALA) yang ditemukan di dalam kacang walnut ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL.

 

Kanker

Banyak sekali penelitian yang menemukan bahwa mengkonsumsi banyak buah dan sayuran dapat menurunkan resiko terjadinya beberapa jenis kanker. Selain itu, para ahli juga telah menemukan bukti bahwa seorang vegetarian memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker dibandingkan dengan orang yang bukan vegetarian. Walaupun perbedaannya tidak terlalu besar.

Akan tetapi, Anda tidak perlu benar-benar menjadi seorang vegetarian untuk menurunkan resiko kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 menemukan bahwa berhenti mengkonsumsi daging merah saja telah dapat menurunkan resiko terjadinya kanker usus besar.

 

Diabetes Tipe 2

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa mengkonsumsi lebih banyak sayuran dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2, yaitu hingga setengahnya.

 

 

 

Kesehatan Tulang

Beberapa orang wanita enggan menjadi seorang vegetarian, terutama tipe vegetarian yang sama sekali tidak mengkonsumsi susu dan produknya, karena mereka takut terkena osteoporosis.

Bila demikian, Anda mungkin dapat menjadi seorang lakto-ovo vegetarian. Vegetarian tipe ini masih mengkonsumsi telur dan susu, tetapi tidak mengkonsumsi daging.

Selain itu, beberapa jenis sayuran juga dapat memberikan suplai kalsium bagi seorang vegetarian. Beberapa jenis sayuran yang mengandung kalsium adalah bok choy, brokoli, kol cina, collard, dan kale.

Sementara itu, tingginya kadar kalium dan magnesium yang diperoleh dari buah dan sayuran yang dikonsumsi juga dapat membantu mengurangi keasaman darah, yang akan menurunkan pengeluaran kalsium melalui air kemih.

Beberapa penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak protein, terutama protein hewani, dapat berpengaruh buruk pada tulang karena memiliki efek yang bertolak belakang dengan sayuran.

Perlu diingat bahwa seorang vegetarian, khususnya seorang vegan (hanya mengkonsumsi buah dan sayuran), memang beresiko untuk mengalami kekurangan vitamin D dan vitamin K, yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan tulang.

Walaupun sejumlah sayuran berdaun hijau juga mengandung vitamin K, akan tetapi seorang vegan juga perlu mengkonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman yang telah diperkaya oleh vitamin D dan K seperti susu kacang, susu beras, jus jeruk organik, dan sereal sarapan pagi. Seorang vegan dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen vitamin D2.

 

.

 

Sumber: health