Benarkah Terlalu Banyak Berlari Sebabkan Kematian Dini?

449

Anda mungkin berpikir bahwa semakin banyak anda berolahraga, misalkan berlari, maka semakin sehatlah tubuh anda. Akan tetapi, sebuah penelitian baru menemukan bahwa orang yang berolahraga (berlari) dengan intensitas sedang dapat hidup lebih lama dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga sama sekali atau orang yang terlalu banyak berlari (berkilo-kilo meter, seperti marathon).
Penelitian ini mengamati 3.800 pelari dengan berbagai faktor resiko penyakit jantung dan penggunaan obat NSAID (non steroid anti inflammation drugs) seperti ibuprofen. Sekitar 70% peserta biasa berlari lebih dari 32 km setiap minggunya.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, seorang ahli jantung menyarankan agar anda tidak melakukannya (berolahraga lari) lebih dari 2.5 jam setiap minggunya, yang dibagi menjadi beberapa kali (jarak lari) setiap minggunya.

Walaupun penelitian ini belum dapat menemukan penyebab pasti mengapa terlalu banyak berlari dapat berakibat buruk bagi kesehatan anda, akan tetapi, penelitian ini telah berhasil menyingkirkan kemungkinan adanya hubungan antara terlalu banyak berlari dengan resiko penyakit jantung (tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang tinggi, diabetes, adanya anggota keluarga yang menderita penyakit jantung atau diabetes, dan kebiasaan merokok) atau penggunaan berlebihan dari NSAID (yang dapat menyebabkan berbagai gangguan jantung).

Seorang ahli lainnya juga mengatakan bahwa berolahraga berlebihan atau bahkan ekstrim sebenarnya dapat menyebabkan terbentuknya suatu jaringan parut pada jantung.

Selain itu, sebuah penelitian menemukan bahwa pelari maraton pria memiliki lebih banyak plak (penumpukkan lemak) di dalam pembuluh darah arteri jantung (arteri koroner) yang dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung dibandingkan dengan pria lain yang bukan seorang pelari.

Walaupun belum ditemukan penyebab yang jelas, para peneliti menduga bahwa berbagai perubahan metabolisme yang terjadi di dalam tubuh saat berlari mungkin menyebabkan gangguan (keracunan) pada pembuluh darah arteri, walaupun tentu saja masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dari dugaan ini.

Sumber: foxnews